Penjelasan Apa itu Desain Grafis, Jenis, dan Contohnya

pengertian desain grafis

Mungkin kamu bertanya-tanya Apa sih desain grafis? Sampai-sampai kamu googling terus cari artikel tentang pengertian desain grafis.

Atau hanya sekedar ingin menambah wawasan baru?

Maka dari itu kali ini tim ApriDesain akan membahas pengertian desain grafis secara lengkap.

Dan jika dirasa kurang lengkap silahkan berikan saran kamu di kolom komentar ya!

Oke lanjut,

Pengertian desain grafis adalah suatu proses komunikasi dengan penggunaan elemen-elemen gambar visual.

Contonya adalah: foto atau gambar, bentuk (shape), ilustrasi, hingga teks dengan tujuan untuk menyapaikan pesan tertentu.

Kamu seorang desainer grafis? Profesional? Atau baru belajar?

Kami rasa tidak ada salahnya untuk membaca artikel ini sampai habis dan mengambil ilmu yang terkandung.

Baca juga: Jenis Logo yang Wajib Kamu Tahu

Silahkan lompat kebagian yang kamu sukai:

  1. Apa itu Desain Grafis?
  2. Prinsip Desain Grafis
  3. Jenis-jenis Desain Grafis
  4. Contoh Inspirasi Desain Grafis
  5. Peluang Karir Desain Grafis
  6. Penutup

Apa itu Desain Grafis?

Apa itu Desain Grafis
Apa itu Desain Grafis

Pertama-tama kami akan coba jelaskan semudah mungkin, silahkan simak penjelasan di bawah.

Budayakan membaca karena kita sama-sama belajar.

Desain grafis juga dikenal sebagai desain komunikasi (visual). Seperti yang sudah dijelaskan di atas,

Desain grafis adalah sebuah seni sekaligus praktik perencanaan, gagasan, dan pengalaman yang dituangkan ke dalam konten visual dan tekstual.

Bentuk yang diambil dapat berupa desain fisik atau virtual dan mencakup kata-kata, gambar, dan grafik.

Desain grafis dapat dikerjakan secara fleksibel baik individual maupun tim dengan skala besar.

Tahukah kamu?

Dalam ilmu desain grafis, teks tulisan juga disebut sebagai gambar.

Kenapa? Itu dikarenakan tulisan adalah bentuk abstraksi dari simbol-simbol yang dibunyikan.

Desain Komunikasi Visual (DKV) merupakan nama yang sering disebut terkait ilmu desain grafis.

Baca juga: Mengapa Desain Grafis dianggap Murahan?

Sejarah Singkat Desain Grafis

sejarah desain grafis singkat
Sumber: 99designs

Tidak lengkap rasanya membahas desain grafis tanpa mengetahui sejarahnya.

Agar tidak semakin jelimet, khusus pada artikel ini akan dirangkum secara singkat, ringkas dan jelas mengenai sejarah desain grafis.

Pada tahun yang tidak dijelaskan, Henry Cole berperan penting dalam memperkenalkan pendidikan desain di Inggris.

Dalam sebuah journal berjudul Journal of Design and Manufactures, ia memberitahu pemerintah akan pentingnya desain grafis.

Henry Cole
Henry Cole. Sumber: Wikipedia

Ditambah lagi dengan percetakan William Morris Kelmscott yang mempublikasikan buku karya-karya desain grafis pada tahun 1891-1896.

Buku tersebut dibuat oleh gerakan Arts and Crafts.

Baca juga: Macam-macam Arti Warna

Selain mempelopori pemisahan antara desain grafis dengan seni rupa, Morris juga berhasil membuktikan potensi pasar dan produk desain grafis.

Seorang desainer buku Amerika, William Addison Dwiggins membuat kata desain grafis muncul untuk pertama kalinya pada sebuah esai berjudul New King of Printing Calls for New Design pada tahun 1922.

Di lain waktu, buku berjudul Raffe’s Graphic Design dianggap sebagai buku pertama yang menyematkan kata desain grafis pada judul pada tahun 1927.

Histori desain grafis bisa ditelusuri pada jejak peninggalan manusia zaman dahulu dalam bentuk lambang grafis (sign dan simbol) dengan bentuk gambar (pictograf) dan tulisan (ideograf).

Didasari oleh acuan alam seperti: flora, fauna, landscape, dan lain-lain, maka gambar dianggap lebih ekspresif dan bersifat langsung dengan urutan gambar mendahului tulisan.

Hingga akhirnya sekarang pada tulisan ini dibuat, desain grafis telah menjadi kebutuhan primer bagi perekonomian dunia.

Mulai dari warung kelontong pinggir jalan dengan desain spanduknya.

Hingga desain banner digital pada iklan seperti Google Adsense.

Prinsip Desain Grafis

prinsip desain grafis
Prinsip-prinsip Desain Grafis

Desain grafis memiliki peran yang penting dalam mengembangkan sebuah merek.

Pada sisi lain, kamu harus mampu menunjungkan keahlian kamu pada bidang ini.

Jadi apa saja prinsip-prinsip desain grafis yang perlu kamu ketahui?

Berikut 10 poin prinsip desain grafis dan penjelasannya:

#1. Balance (Keseimbangan)

simetris versus asimetris

sumber: https://www.interaction-design.org/

Balance (keseimbangan) memberikan struktur dan stabilitas pada desain secara menyeluruh.

Agar dapat memahaminya dengan baik, cobalah anggap bahwa, di setiap elemen-elemen desain memiliki bobot.

Baik itu shape, teks, dan image merupakan elemen utama yang membentuk desain kamu.

Jadi sangat disarankan untuk terbiasa dalam memperhatikan bobot visual yang dimiliki masing-masing elemen.

Keseimbangan elemen tidak harus selalu dengan ukuran yang sama rata, namun lebih tepatnya ke arah keseimbangan simeteris dan asimetris.

Keseimbangan simetris adalah ketika bobot elemen dibagi secara merata pada kedua sisi desain.

Sedangkan keseimbangan asimetris adalah penggunaan skala, kontras, dan warna untuk mendapatkan flow dalam desain.

Baca juga: Tren Terbaru Desain Grafis

#2 Proximity

Prinsip Gestalt Proximity
Proximity. Sumber: visme.co

Proximity (terjemah: kedekatan) membantu dalam menciptakan hubungan antara elemen-elemen yang serupa atau saling terkait.

Elemen-elemen ini tidak perlu dikelompokkan bersama, melainkan harus dihubungkan secara visual dengan font, warna, ukuran, dll.

#3 Alignment

ilustrasi prinsip desain
sumber: dribbble

Alignment berperan penting dalam menciptakan koneksi visual yang halus dan mulus antara elemen-elemen desain.

Prinsip ini memberikan tampilan yang teratur untuk shape, gambar, dan baris teks, dengan menghilangkan elemen-elemen yang ditempatkan secara acak-acakan.

Baca juga: Daftar Contoh Desain Kemasan

#4 Visual Hierarchy (Hirarki Visual)

hirarki visual
Visual Hierarchy. Sumber: visme.co

Sederhananya, hierarki terbentuk ketika ekstra bobot visual diberikan kepada elemen atau pesan paling penting dalam desain kamu.

Hal ini bisa didapat dengan beberapa cara yang antara lain:

  1. Menggunakan font yang lebih besar atau tebal untuk Judul.
  2. Isi pesan utama ditempatkan lebih tinggi dari isi teks lainnya.
  3. Memberikan fokus tersendiri terhadap gambar yang lebih besar, detil, lebih berwarna ketimbang gambar yang kurang relevan.

#5 Repetition (Repitisi)

Pengulangan atau repitition adalah elemen desain dasar, terutama ketika kamu membuat desain branding.

Repitisi menciptakan ritme dan memperkuat desain keseluruhan dengan menyatukan elemen-elemen yang konsisten seperti logo, jenis warna, hingga jenis font.

Sehingga membuat sebuah merek atau desain langsung dapat dikenali dengan seketika.

juventus branding
Repitition. Sumber: underconsideration.com

#6 Contrast (Kontras)

Kontras terjadi apabila terdapat perbedaan antara dua atau lebih elemen desain yang berlawanan.

Yang paling umum adalah hitam vs putih, gelap vs terang, besar vs kecil, tradisional vs modern, dan seterusnya.

Prinsip ini dapat memandu orang-orang yang melihatnya, sehingga setiap sisi desain dapat dibaca atau dilihat.

warna kontras desain
Contrast. Sumber: cdgi.com

#7 Color (Warna)

teori warna
Colours. Sumber: graf1x.com

Colour / Warna adalah komponen penting dalam desain, ia dapat menentukan suasana desain secara menyeluruh.

Warna yang kamu pilih dapat mewakili merek dan maksud pesannya.

Jadi, harap diperhatikan prinsip desain yang satu ini. Jangan sampai orang yang melihatnya salah pengertian.

Sebagai seorang desain grafis, kita harus tahu dasar-dasar teori warna.

Misalnya: Warna cerah mengekspresikan kebahagiaan. Warna biru mengekspresikan ketenangan, dan seterusnya.

Baca juga: Fungsi Logo untuk Perusahaan yang Baru Berdiri

#8 Negative Space (Ruang Negatif)

Di atas kami telah membahas pentingnya warna, gambar, shape. Tapi, bagaimana dengan space yang dibiarkan kosong?

Hal ini disebut negative space (ruang negatif), dengan kata lain berarti area yang terdapat di sekitar elemen desain.

Dengan kreatifitas yang baik, kamu dapat menciptakan negative space ini menjadi objek yang menonjol pada desain yang dibuat.

negative space
Contoh negative space. Sumber: mymodernmet.com

#9 Typography (Tipografi)

Tipografi adalah salah satu elemen utama desain, dan dapat membuat identitas merek atau karya seni apabila dieksekusi dengan gaya yang disesuaikan.

Contoh terbaik dari tipografi yang mudah dikenali adalah Nike.

nike tipografi
Tipografis Nike. Sumber: slamxhype.com

#10 Rules (Aturan)

logo juventus
Break Rule. Sumber: juvefc.com

Setelah kamu menjadi seorang perancang grafis yang mahir, yang mampu memahami dasar-dasar desain.

Maka, inilah saatnya untuk melanggar beberapa aturan tersebut.

Tentu saja kami tidak bermaksud menyuruh kamu menggunakan gambar pixelated atau jenis font yang tidak terbaca.

Ingat, apa pun yang kamu pilih dalam desain komunikasi, jangan setengah-tengah. Lakukan!

Jenis-jenis Desain Grafis

Sebagai seorang desain grafis, kita wajib (setidaknya) untuk mengetahui jenis-jenis dari desain grafis.

Apa saja? Berikut daftar 8 jenis macam desain grafis secara lengkap:

#1 Identitas Visual (Visual Identity)

Visual Identity
Sumber: Dribbble

Sistem identitas visual adalah suatu sistem komunikasi visual yang membentuk dan dapat mengkomunikasikan identitas sebuah merek, perusahaan, lembaga, hingga produk.

Visual identity umumnya digunakan untuk memberikan perbedaan antara sebuah produk barang atau jasa dengan produk barang dan jasa lainnya.

Sebagai contohnya adalah adidas vs nike.

Saran kami, ketika ingin membuat identitas visual, baiknya kamu menggunakan orang yang telah ahli pada bidang ini.

Baca juga: Ini dia Font Keren untuk Desain, Wajib Punya!

#2 Periklanan dan Pemasaran

Desain Iklan Pemasaran
Sumber: Designhill

Agar dapat dikenal oleh masyarakat luas, maka sebuah perusahaan wajib berupaya lebih dalam pemasaran juga periklanan.

Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui produk kamu, hingga memutuskan untuk membelinya.

Ide yang unik, desain yang menarik sanggup menarik minat masyarakat.

Materi desain promosi (iklan & pemasaran) pun dapat kamu kelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, hingga demografi.

Contoh desain grafis pemasaran:

  • Flyer atau Brosur
  • Poster, Banner, Billboards
  • Iklan Majalah & Koran
  • Spanduk Cetak
  • Banner Sosial Media (instagram, facebook, dll)
  • Katalog
  • Company Profile

#3 User Interface (UI)

Desain UI dan UX
Sumber: Dribbble

Desain Antar Muka atau User Interface adalah tentang bagaimana pengguna berinteraksi pada perangkat seluler/desktop atau aplikasi.

UI sendiri mencakup semua hal yang berkaitan dengan interaksi pengguna layar, keyboard, dan mouse.

Khusus pada desain grafis, desain UI terfokus kepada pengalaman visual pengguna dan elemen desain grafis pada layar seperti:

  • Tombol
  • Menu Navigasi
  • Tata Letak (Layout)
  • Formulir (Form) Kontak, Pemesanan, Beli, Register
  • Desain Aplikasi
  • Tema Website (Wordpres, dll)
  • Dan lain-lain

#4 Publikasi Desain

Desain Publikasi
99designs

Desain publikasi sebenarnya mengacu kepada industri desain grafis pada media cetak seperti:

Koran, majalah, hingga katalog, dst.

Bisa juga dalam bentuk digital alias tidak dicetak sama sekali. Contohnya: Pdf

Desainer grafis yang berkecimpung di desain publikasi akan bekerja sama dengan editor dan penerbit dalam menciptakan tatak letak desain, ilustrasi, pemilihan font, hingga warna.

Baca juga: Contoh Desain Produk

Contoh desain grafis publikasi:

  • Buku
  • Koran
  • Majalah
  • Katalog
  • Laporan Tahunan
  • Dll

#5 Desain Kemasan

Desain Kemasan
Sumber: Draftss

Packaging design atau desain kemasan merupakan salah satu cara untuk merepresentasikan sebuah merek/produk.

Tidak hanya berfungsi dasar sebagai tempat menyimpan, penjualan, hingga distribusi.

Sebagai desainer kamu akan menciptakan konsep, digitalisasi desain konsep, hingga membuat file desain menjadi siap cetak.

Untuk menciptakan desain kemasan yang keren, kamu harus memahami proses-prosesnya dan harus bekerja sama dengan manufaktur industri.

#6 Motion Graphic (Motion Grafis)

Motion Desain
Sumber: Pinterest

Sederhananya, motion grafis ialah cabang dari desain grafis yang menggabungkan antara tipografi, ilustrasi , videografi, dan fotografi.

Aplikasi yang banyak digunakan untuk motion grafis ialah adobe after effects atau sejenisnya.

Motion grafis mencakupi animasi, video, audio, tipografi, hingga efek-efek lainnya yang digunakan dalam media televisi, film, youtube, facebook / instagram video.

Popularitas motion grafis tumbuh cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini sepertinya sejalan dengan populernya youtube, kemajuan teknologi dan meleknya masyarakat terhadap internet.

Contoh motion grafis:

  • Logo Animasi
  • Periklanan
  • Presentasi
  • Cuplikan
  • Video Tutorial & Promosi
  • Video Games
  • GIFs
  • Dll

#7 Desain Grafis Lingkungan

Desain Lingkungan
iroiro78

Environmental graphic design, secara visual menghubungkan orang-orang ke suatu tempat untuk meningkatkan bagaimana pengalaman mereka secara menyeluruh.

Baca juga: Infografis itu Apa sih?

Jenis desain ini dapat dilakukan dengan membuat sebuah tempat (ruang/lokasi) yang indah, menarik, unik, dan lebih mudah untuk mereka ingat.

Beberapa contohnya adalah:

  • Mural
  • Desain Interior
  • Petunjuk Jalan
  • Branding Stadion
  • Branding Kantor
  • Dll

#8 Seni dan Ilustrasi

Desain Mural
Sumber: Aliexpress

Art and illustration for graphic design (Seni & Ilustrasi) terdengar serupa dengan desain grafis tetapi sebenarnya berbeda.

Yakni, desainer membuat komposisi yang dapat berkomunikasi dengan baik, tepat, dan dapat memecahkan sumber masalah.

Seorang artis dan illustrator dapat membuat karya seni yang original mulai dari proses draft sketsa hingga digitalisasi.

Contohnya adalah:

  • Desain Kaos
  • Desain Pola atau Tekstil
  • Motion Grafis
  • Stok Gambar
  • Cover Buku
  • Grafis Novel
  • Infografis
  • Konseptual Arts
  • Dll

Ketika telah memahami jenis-jenis desain grafis, diharapkan dapat membantu kamu menemukan spesialisasi di bidang desain grafis.

Hal ini dapat meringankan fokus kamu dalam belajar, memilih kursus, mencari pekerjaan, hingga memulai sebuah usaha / bisnis.

Contoh Inspirasi Desain Grafis

Contoh Desain Grafis 1
Desain Poster. Sumber: weandthecolor.com
Contoh Desain Grafis 2
Desain Pemanasan Global. Sumber: redbubble.net
Contoh Desain Grafis 3
Contoh Desain Grafis. Sumber: gomedia.us
contoh jasa desain poster
Desain Poster Interstellar. Sumber: interstellar
negative space logo
Negative Space Logo. Sumber: boredpanda.com
Motion Desain
Motion Graphic. Sumber: Pinterest

Di atas adalah 6 contoh untuk karya desain grafis yang bisa dijadikan referensi.

Kami harap contoh desain di atas dapat memberikan kamu sedikit rekomendasi untuk karya-karya kamu selanjutnya.

Peluang Karir Desain Grafis

Karir Desain Grafis
Peluang Karir Desain Grafis

Jika, kamu benar-benar tertarik dengan desain grafis, kreatif, aktif, dan dinamis, maka banyak sekali peluang pekerjaan yang bisa kamu pilih.

Apalagi sekarang minat desain grafis meningkat cukup pesat, tidak ada satu hal pun yang tidak menggunakan desain.

Banner cetak, banner media sosial, video bumper, presentasi, katalog, poster, dan seterusnya, tidak lepas dari desain.

Youtube atau youtubers ? Tentu saja, video animasi bisa jadi alat yang keren untuk promosi.

Lalu, posisi apa saja yang bisa kamu ambil setelah lulus dari kuliah desain grafis? Berikut rangkumannya:

#1 Freelancer (Pekerja Lepas)

Jadi Freelancer? Yap pastinya, apalagi sudah tersedia banyak platform freelancing seperti UpWork, 99designs, hingga Fiverr.

Jika kamu tidak berminat bekerja di perusahaan atau dalam kata lain ingin berdikari, maka untuk memulainya kamu bisa menjadi seorang pekerja lepas.

Pekerja lepas desain grafis cukup memiliki prospek yang baik loh!

Banyak klien yang membutuhkan jasa desain grafis mulai dari perorangan hingga perusahaan besar.

Sebagai desainer grafis lepas, kamu harus dapat menunjukkan keahlian, bagaimana identitas kamu, serta mampu berkomunikasi dengan baik.

Semuanya serba sendiri, mulai dari pemasaran, meeting, pembuatan desain, revisi, hingga follow up klien yang bertanya.

Untuk permulaan tak adda salahnya semuanya serba sendiri, namun ketika sudah overload pesanan, baiknya kamu mulai bekerja sama dengan orang lain.

Atau bisa juga merekrut karyawan dan memulai bisnis lebih besar lagi.

Baca juga: Koleksi Font Tipografi, Bikin Desain Jadi Keren

#2 Divisi Kreatif di Advertising Agency

Tentu sebagai desainer grafis kamu adalah orang yang kreatif, dinamis, juga aktif. Maka, memulai karir di perusahaan advertising adalah pilihan yang baik.

Di sini kamu bertanggung jawab dalam pembuatan konten desain yang menarik dan dapat mengirimkan pesan dengan tepat.

Tentunya sesuai dengan hasil briefing dengan klien dan tim kamu.

Beberapa perusahaan agensi periklanan yang bisa kamu coba antara lain:

  • Okular
  • Brightstar
  • Dreambox Branding Consultant
  • Fortune PR
  • Coda
  • Grup Y & R Indonesia

#3 Desainer Grafis di Branding Agency

Di dalam branding sebagai desainer grafis, kita harus benar-benar dapat menciptakan identitas visual yang kuat, unik, berbeda, sesuai dengan kebutuhan klien.

Di sini kamu ditugaskan mulai dari mendesain logo, brand identity, hingga konten visual yang selaras untuk menunjang merek klien perusahaan.

Tidak hanya keahlian praktek, kamu juga harus memahami teori dan prinsip-prinsip desain yang telah disebutkan di atas.

Berbeda (jenis) klien perusahaan tentunya akan berbeda strategi branding-nya.

#4 Desainer Grafis di Perusahaan Media Massa

Seperti yang kami tulis sebelumnya, aspek desain ini cukup penting dan semakin berkembang pesat.

Selain perusahaan-perusahaan di atas, kamu juga bisa berkarir sebagai desain grafis di perusahaan media.

Mulai dari media elektronik, cetak, hingga media online yang semakin menjamur.

Tidak hanya desainer grafis, perusahaan media juga membutuhkan seorang illustrator juga penata letak (layouter).

Di perusahaan ini mungkin kamu akan mendapati kerja dengan deadline yang cukup ketat.

Maka selain skill, kamu juga dituntut kerja dengan cekatan baik individual maupun secara tim.

# 5 Komikus

Beberapa tahun terakhir juga minat komikus semakin tinggi. Apa mungkin ini karena pengaruh dari anime? Atau video game?

Yang pasti jika kamu ahli dalam menggambar, menjadi komikus adalah pilihan yang tepat.

Selain karena hobi, menjadi komikus juga bisa membuat kamu terkenal dan mendapatkan cukup banyak uang.

Tapi kamu tidak hanya dituntut untuk jago menggambar, tetapi juga harus menciptakan alur komik yang menarik untuk diikuti.

Bagaimana?

Cukup menarik bukan berkarir sebagai seorang desainer grafis?

Apapun karir yang kamu pilih, pastikan itu sesuai dengan keahlian dan minat ya.

Mengapa? Agar kamu dapat bekerja dengan profesional namun tetap tenang meskipun dikejar revisi yang tak kunjung henti.

Penutup

“Don’t try to be original; just try to be good.” – Paul Rand

“Jangan mencoba untuk menjadi orisinil; Cobalah menjadi bagus.” – Paul Rand

Mungkin ketika kecil kamu mulai menyukai menggambar seperti: anime, gunung dan sawah, juga jenis-jenis kendaraan, dll.

Kini beranjak dewasa kamu semakin menyadari minat dan bakat kamu.

Bakat dan minat yang dapat membuat kamu bekerja keras tanpa mengeluh.

Desainer grafis bisa saja didasari karena hobi.

Hobi yang menghasilkan karya juga mendatangkan materi.

Itu merupakan suatu anugerah yang indah, yang mungkin tidak dapat dirasakan oleh orang lain.

Desain grafis sangat dinamis, akan selalu ada tren baru di setiap waktu.

Ingat, ciri khas itu baik, tapi menjadi bagus dan kreatif itu lebih baik.

Tetaplah update agar karya desain kamu tetap relevan dengan tren yang sedang booming.

Terim kasih telah membaca tulisan ini, feedback kamu akan sangat berarti.

Sumber:

Medium
99designs

4 komentar untuk “Penjelasan Apa itu Desain Grafis, Jenis, dan Contohnya”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *