Pengertian Desain Grafis, Jenis, dan Contohnya

pengertian desain grafis
Pengertian Desain Grafis

Pengertian desain grafis

Pengertian desain grafis adalah suatu proses komunikasi dengan penggunaan elemen-elemen visual. Seperti: gambar, bentuk (shape), ilustrasi, hingga teks dengan tujuan untuk menyapaikan pesan tertentu.

Anda seorang desainer grafis? Profesional? Atau baru belajar? Saya rasa tidak ada salahnya untuk membaca artikel ini sampai habis dan mengambil ilmu yang terkandung. Semoga.

Silahkan lompat kebagian yang Anda sukai:

  1. Apa itu Desain Grafis?
  2. Prinsip Desain Grafis
  3. Jenis-jenis Desain Grafis
  4. Contoh Inspirasi Desain Grafis
  5. Peluang Karir Desain Grafis
  6. Penutup

Apa itu Desain Grafis?

Apa itu Desain Grafis
Apa itu Desain Grafis

Desain grafis juga dikenal sebagai desain komunikasi (visual), adalah sebuah seni sekaligus praktik perencanaan, gagasan, dan pengalaman yang dituangkan ke dalam konten visual dan tekstual.

Bentuk yang diambil dapat berupa desain fisik atau virtual dan mencakup kata-kata, gambar, dan grafik. Desain grafis dapat dikerjakan secara fleksibel baik individual maupun tim dengan skala besar.

Tahukah Anda?

Dalam ilmu desain grafis, teks tulisan juga disebut sebagai gambar. Itu dikarenakan tulisan adalah bentuk abstraksi dari simbol-simbol yang dibunyikan. Desain Komunikasi Visual (DKV) merupakan nama yang sering disebut terkait ilmu desain grafis.

Sejarah Desain Grafis

sejarah desain grafis singkat
Sejarah Desain Grafis. Sumber: 99designs

Tidak lengkap rasanya membahas desain grafis tanpa mengetahui sejarahnya. Agar tidak semakin “jelimet”, khusus pada artikel ini akan dirangkum secara ringkas dan jelas mengenai sejarah desain grafis.

Pada tahun yang tidak dijelaskan, Henry Cole berperan penting dalam memperkenalkan pendidikan desain di Inggris. Dalam sebuah journal berjudul Journal of Design and Manufactures, ia memberitahu pemerintah akan pentingnya desain grafis dalam sebuah jurnal.

Henry Cole
Henry Cole. Sumber: Wikipedia

Ditambah lagi dengan percetakan William Morris Kelmscott yang mempublikasikan buku karya-karya desain grafis pada tahun 1891-1896. Buku tersebut dibuat oleh gerakan Arts and Crafts.

Selain mempelopori pemisahan antara desain grafis dengan seni rupa, Morris juga berhasil membuktikan potensi pasar dan produk desain grafis.

Seorang desainer buku Amerika, William Addison Dwiggins membuat kata desain grafis dapat muncul untuk pertama kalinya pada sebuah esai berjudul New King of Printing Calls for New Design pada tahun 1922.

Di lain waktu, buku berjudul Raffe’s Graphic Design dianggap sebagai buku pertama yang menyematkan kata desain grafis pada judul pada tahun 1927.

Histori desain grafis bisa ditelusuri pada jejak peninggalan manusia zaman dahulu dalam bentuk lambang grafis (sign dan simbol) dengan bentuk gambar (pictograf) dan tulisan (ideograf).

Didasari oleh acuan alam seperti: flora, fauna, landscape, dan lain-lain, maka gambar dianggap lebih ekspresif dan bersifat langsung. Dengan urutan gambar mendeahului tulisan.

Hingga akhirnya sekarang pada tulisan ini dibuat, desain grafis telah menjadi kebutuhan primer bagi perekonomian dunia.

Mulai dari warung kelontong pinggir jalan dengan desain spanduknya. Hingga desain banner digital pada iklan seperti Google Adsense.

Prinsip Desain Grafis

prinsip desain grafis
Prinsip-prinsip Desain Grafis

Desain grafis memiliki peran yang penting dalam mengembangkan sebuah merek. Pada sisi lain, Anda dapat menunjungkan keahlian Anda pada bidang ini.

Jadi apa saja prinsip-prinsip desain grafis yang perlu Anda ketahui? Berikut 10 poin prinsip desain grafis dan penjelasannya:

#1. Balance (Keseimbangan)

simetris versus asimetris

sumber: https://www.interaction-design.org/

Balance (keseimbangan) memberikan struktur dan stabilitas pada desain secara menyeluruh. Agar dapat memahaminya dengan baik, cobalah anggap bahwa, di setiap elemen-elemen desain memiliki bobot.

Baik itu shape, teks, dan image merupakan elemen utama yang membentuk desain Anda, jadi sangat disarankan untuk terbiasa dalam memperhatikan bobot visual yang dimiliki masing-masing elemen.

Keseimbangan elemen tidak harus selalu dengan ukuran yang sama rata, namun lebih tepatnya ke arah keseimbangan simeteris dan asimetris.

Keseimbangan simetris adalah ketika bobot elemen dibagi secara merata pada kedua sisi desain, sedangkan keseimbangan asimetris adalah penggunaan skala, kontras, dan warna untuk mendapatkan flow dalam desain.

#2 Proximity

proximity desain grafis
Proximity. Sumber: visme.co

Proximity (terjemah: kedekatan) membantu dalam menciptakan hubungan antara elemen-elemen yang serupa atau saling terkait.

Elemen-elemen ini tidak perlu dikelompokkan bersama, melainkan harus dihubungkan secara visual dengan font, warna, ukuran, dll.

#3 Alignment

prinsip alignment
sumber: dribbble

Alignment berperan penting dalam menciptakan koneksi visual yang mulus antara elemen-elemen desain.

Prinsip ini memberikan tampilan yang teratur untuk shape, gambar, dan baris teks, dengan menghilangkan elemen-elemen yang ditempatkan secara acak-acakan.

#4 Visual Hierarchy (Hirarki Visual)

hirarki visual
Visual Hierarchy. Sumber: visme.co

Sederhananya, hierarki terbentuk ketika ekstra bobot visual diberikan kepada elemen atau pesan paling penting dalam desain Anda.

Hal ini dapat diraih dengan beberapa cara yang antara lain:

  1. Menggunakan font yang lebih besar atau tebal untuk Judul.
  2. Isi pesan utama ditempatkan lebih tinggi dari isi teks lainnya.
  3. Memberikan fokus tersendiri terhadap gambar yang lebih besar, detil, lebih berwarna ketimbang gambar yang kurang relevan.

#5 Repetition (Repitisi)

Pengulangan atau repitition adalah elemen desain dasar, terutama ketika Anda membuat desain branding.

Repitisi menciptakan ritme dan memperkuat desain keseluruhan dengan menyatukan elemen-elemen yang konsisten seperti logo, jenis warna, hingga jenis font.

Sehingga membuat sebuah merek atau desain langsung dapat dikenali dengan seketika.

prinsip desain repitition
Repitition. Sumber: underconsideration.com

#6 Contrast (Kontras)

Kontras terjadi apabila terdapat perbedaan antara dua atau lebih elemen desain yang berlawanan.

Yang paling umum adalah hitam vs putih, gelap vs terang, besar vs kecil, tradisional vs modern, dan seterusnya.

Prinsip ini dapat memandu orang-orang yang melihatnya, sehingga setiap sisi desain dapat dibaca atau dilihat.

prinsip desain kontras
Contrast. Sumber: designcontest.com

#7 Colour (Warna)

prinsip desain warna
Colours. Sumber: graf1x.com

Colour / Warna adalah komponen penting dalam desain, ia dapat menentukan suasana desain secara menyeluruh. Warna yang Anda pilih dapat mewakili merek dan maksud pesan Anda.

Jadi, harap diperhatikan prinsip desain yang satu ini. Jangan sampai orang yang melihatnya salah pengertian.

Sebagai seorang desain grafis, Anda harus tahu dasar-dasar teori warna. Misalnya: Warna cerah mengekspresikan kebahagiaan. Warna biru mengekspresikan ketenangan, dan seterusnya.

#8 Negative Space (Ruang Negatif)

Di atas Saya telah membahas pentingnya warna, gambar, shape. Tapi, bagaimana dengan space yang dibiarkan kosong?

Hal ini disebut negative space (ruang negatif), dengan kata lain berarti area yang terdapat di sekitar elemen desain.

Dengan kreatifitas yang baik, Anda dapat menciptkan negative space ini menjadi objek yang menonjol pada desain Anda.

prinsip desain grafis negative space
Contoh negative space. Sumber: ginva.com

#9 Typography (Tipografi)

Tipografi adalah salah satu elemen utama desain, dan dapat membuat identitas merek atau karya seni apabila dieksekusi dengan gaya yang disesuaikan.

Prinsip tipografi desain grafis
Tipografis Nike. Sumber: slamxhype.com

#10 Rules (Aturan)

logo juventus terbaru
Break Rule. Sumber: theweek.co.uk

Setelah Anda menjadi seorang perancang grafis yang mahir, yang mampu memahami dasar-dasar desain. Maka, inilah saatnya untuk melanggar beberapa aturan tersebut.

Tentu saja Saya tidak bermaksud menyuruh Anda menggunakan gambar pixelated atau jenis font yang tidak terbaca.

Ingat, apa pun yang Anda pilih dalam desain komunikasi, jangan dikompromikan. Lakukan!

Jenis-jenis Desain Grafis

Sebagai seorang desain grafis, kita wajib (setidaknya) untuk mengetahui jenis-jenis dari desain grafis.

Apa saja? Berikut daftar lengkapnya:

#1 Identitas Visual (Visual Identity)

Sistem identitas visual (visual identity) adalah suatu sistem komunikasi visual yang membentuk dan dapat mengkomunikasikan identitas sebuah merek, perusahaan, lembaga, produk barang dan jasa.

Visual identity umumnya digunakan untuk memberikan perbedaan antara sebuah produk barang/jasa dengan produk barang/jasa lainnya. Sebagai contohnya adalah adidas vs nike.

Saran Saya, ketika Anda ingin membuat identitas visual, baiknya Anda menggunakan orang yang telah ahli pada bidang ini.

#2 Periklanan dan Pemasaran

Agar dapat dikenal oleh masyarakat luas, maka sebuah perusahaan wajib berupaya lebih dalam pemasaran juga periklanan.

Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui produk Anda, hingga memutuskan untuk membelinya.

Ide yang unik, desain yang menarik sanggup menarik minat masyarakat. Materi desain promosi (iklan & pemasaran) pun dapat Anda kelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, hingga demografi.

Contoh desain grafis pemasaran:

  • Flyer atau Brosur
  • Poster, Banner, Billboards
  • Iklan Majalah & Koran
  • Spanduk Cetak
  • Banner Sosial Media (instagram, facebook, dll)
  • Katalog
  • Company Profile

#3 User Interface (UI)

Desain Antar Muka atau User Interface adalah tentang bagaimana pengguna berinteraksi pada perangkat seluler/desktop atau aplikasi. UI sendiri mencakup semua hal yang berkaitan dengan interaksi pengguna layar, keyboard, dan mouse.

Khusus pada desain grafis, desain UI terfokus kepada pengalaman visual pengguna dan elemen desain grafis pada layar seperti:

  • Tombol
  • Menu Navigasi
  • Tata Letak (Layout)
  • Formulir (Form) Kontak, Pemesanan, Beli, Register
  • Desain Aplikasi
  • Tema Website (Wordpres, dll)
  • Dan lain-lain

#4 Publikasi Desain

Desain publikasi sebenarnya mengacu kepada industri desain grafis pada media cetak seperti: koran, majalah, hingga katalog, dst.

Bisa juga dalam bentuk digital alias tidak dicetak sama sekali. Contohnya: Pdf

Desainer grafis yang berkecimpung di desain publikasi akan bekerjasama dengan editor dan penerbit dalam menciptakan tatak letak desain, ilustrasi, pemilihan font, hingga warna sekalipun.

Contoh desain grafis publikasi:

  • Buku
  • Koran
  • Majalah
  • Katalog
  • Laporan Tahunan
  • Dll

#5 Desain Kemasan

Packaging design atau desain kemasan merupakan salah satu cara untuk merepresentasikan sebuah merek/produk.

Tidak hanya berfungsi dasar sebagai tempat menyimpan, penjualan, hingga distribusi.

Sebagai desainer Anda akan menciptakan konsep, digitalisasi desain konsep, hingga membuat file desain menjadi siap cetak. Untuk menciptakan desain kemasan yang keren, Anda harus memahami proses-prosesnya dan harus bekerjasama dengan manufaktur industri.

#6 Motion Graphic (Motion Grafis)

Sederhananya, motion grafis ialah cabang dari desain grafis yang menggabungkan antara tipografi, ilustrasi , videografi, dan fotografi dengan penggunaan perangkat lunak seperti adobe after effects atau sejenisnya.

Motion grafis mencakupi animasi, video, audio, tipografi, hingga efek-efek lainnya yang digunakan dalam media televisi, film, maupun online seperti youtube, fb / ig video, dll.

Popularitas motion grafis tumbuh cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan populernya youtube, kemajuan teknologi. dan meleknya masyarakat terhadap internet.

Contoh motion grafis:

  • Logo Animasi
  • Periklanan
  • Presentasi
  • Cuplikan
  • Video Tutorial & Promosi
  • Video Games
  • GIFs
  • Dll

#7 Desain Grafis Lingkungan

Environmental graphic design, secara visual menghubungkan orang-orang ke suatu tempat untuk meningkatkan bagaimana pengalaman mereka secara menyeluruh.

Jenis desain ini dapat dilakukan dengan membuat sebuah tempat (ruang/lokasi) yang indah, menarik, unik, dan lebih mudah untuk mereka ingat.

Beberapa contohnya adalah:

  • Mural
  • Desain Interior
  • Petunjuk Jalan
  • Branding Stadion
  • Branding Kantor
  • Dll

#8 Seni dan Ilustrasi

Art and illustration for graphic design (Seni & Ilustrasi) terdengar serupa dengan desain grafis. Tetapi sebenarnya berbeda.

Yakni, desainer membuat komposisi yang dapat berkomunikasi dengan baik, tepat, dan dapat memecahkan sumber masalah.

Seorang artis dan illustrator dapat membuat karya seni yang original mulai dari proses draft sketsa hingga digitalisasi.

Contohnya adalah:

  • Desain Kaos
  • Desain Pola atau Tekstil
  • Motion Grafis
  • Stok Gambar
  • Cover Buku
  • Grafis Novel
  • Infografis
  • Konseptual Arts
  • Dll

Ketika Anda telah memahami jenis-jenis desain grafis, diharapkan dapat membantu Anda menemukan spesialisasi pada keahlian Anda dalam dunia desain grafis.

Hal ini dapat meringankan fokus Anda dalam belajar, memilih kursus, hingga mencari pekerjaan, hingga memulai sebuah usaha/bisnis.

Contoh Inspirasi Desain Grafis

Contoh Desain Grafis 1
Desain Poster. Sumber: weandthecolor.com
Contoh Desain Grafis 2
Desain Pemanasan Global. Sumber: redbubble.net
Contoh Desain Grafis 3
Contoh Desain Grafis. Sumber: gomedia.us
Contoh Desain Grafis 4
Desain Kaos. Sumber: 99designs
Contoh Desain Grafis 5
Negative Space Logo. Sumber: digitalsynopsis.com
Contoh Motion Grafis 6
Motion Graphic. Sumber: behance.net

Di atas adalah 6 contoh untuk karya desain grafis. Saya harap contoh desain di atas dapat memberikan Anda sedikit referensi untuk karya-karya Anda selanjutnya.

Peluang Karir Desain Grafis

Peluang Karir Desain Grafis

Jika, Anda benar-benar tertarik dengan desain grafis, kreatif, aktif, dan dinamis, maka banyak sekali peluang pekerjaan yang bisa Anda pilih.

Apalagi sekarang minat desain grafis meningkat cukup pesat, tidak ada satu hal pun yang tidak menggunakan desain.

Banner cetak, banner media sosial, video bumper, presentasi, katalog, poster, dan seterusnya, tidak lepas dari desain.

Youtube atau youtubers ? Tentu saja, video animasi bisa jadi alat yang keren untuk promosi.

Lalu, posisi apa saja yang bisa Anda ambil setelah lulus dari kuliah desain grafis? Berikut rangkumannya:

#1 Freelancer (Pekerja Lepas)

Freelancer? Ya tentu saja! Jika Anda tidak berminat bekerja di perusahaan atau dalam kata lain ingin berdikari, maka untuk memulainya Anda bisa menjadi seorang pekerja lepas.

Pekerja lepas desain grafis cukup memiliki prospek yang baik. Banyak klien yang membutuhkan jasa desain grafis mulai dari perorangan hingga perusahaan besar.

Sebagai desainer grafis lepas, Anda harus dapat menunjukkan keahlian Anda, bagaimana identitas Anda, serta dapat berkomunikasi dengan baik.

Semuanya serba sendiri, mulai dari pemasaran, meeting, pembuatan desain, revisi, hingga follow up klien yang bertanya.

Untuk permulaan tak ada salahnya semuanya serba sendiri, namun ketika sudah overload pesanan, baiknya Anda mulai bekerjasama dengan rekan Anda. Atau bisa juga merekrut karyawan dan memulai bisnis lebih besar lagi.

#2 Divisi Kreatif di Advertising Agency

Tentu sebagai desainer grafis Anda adalah orang yang kreatif, dinamis, juga aktif. Maka, memulai karir di perusahaan advertising adalah pilihan yang baik.

Di sini Anda bertanggungjawab dalam pembuatan konten desain yang menarik dan dapat mengirimkan pesan dengan tepat. Tentunya sesuai dengan hasil briefing dengan klien dan tim Anda.

Beberapa perusahaan agensi periklanan yang bisa Anda “jajal” antara lain:

  • Okular
  • Brightstar
  • Dreambox Branding Consultant
  • Fortune PR
  • Coda
  • Grup Y & R Indonesia

#3 Desainer Grafis di Branding Agency

Di dalam branding sebagai desainer grafis, Anda harus benar-benar dapat menciptakan identitas visual yang kuat, unik, berbeda, sesuai dengan kebutuhan klien.

Di sini Anda ditugaskan mulai dari mendesain logo, brand identity, hingga konten visual yang selaras untuk menunjang merek klien Anda.

Tidak hanya keahlian praktek, Anda juga harus memahami teori dan prinsip-prinsip desain yang telah disebutkan di atas. Berbeda (jenis) klien perusahaan tentunya akan berbeda strategi branding-nya.

#4 Desainer Grafis di Perusahaan Media Massa

Seperti yang Saya tulis sebelumnya, aspek desain ini cukup penting dan semakin berkembang pesat.

Selain perusahaan-perusahaan di atas, Anda juga bisa berkarir sebagai desain grafis di perusahaan media. Mulai dari media elektronik, cetak, hingga media online yang semakin menjamur.

Tidak hanya desainer grafis, perusahaan media juga membutuhkan seorang illustrator juga penata letak (layouter).

Di perusahaan ini mungkin Anda akan mendapati kerja dengan deadline yang cukup ketat. Maka selain skill, Anda juga dituntut kerja dengan cekatan baik individual maupun secara tim.

# 5 Komikus

Beberapa tahun terakhir juga minat komikus semakin tinggi. Apa mungkin ini karena pengaruh dari anime? Atau video game?

Yang pasti jika Anda ahli dalam menggambar, menjadi komikus adalah pilihan yang tepat. Selain karena hobi, menjadi komikus juga bisa membuat Anda terkenal dan mendapatkan cukup banyak uang.

Tapi Anda tidak hanya dituntut untuk jago menggambar, tetapi juga harus menciptakan alur komik yang menarik untuk diikuti.

Bagaiamana?

Cukup menarik bukan berkarir sebagai seorang desainer grafis?

Apapun karir yang Anda pilih, pastikan itu sesuai dengan keahlian dan minat Anda. Mengapa? Agar Anda dapat bekerja dengan profesional namun tetap tenang meskipun dikerja revisi yang tak kunjung henti.

Penutup

“Don’t try to be original; just try to be good.” – Paul Rand

“Jangan mencoba untuk menjadi orisinil; Cobalah menjadi bagus.” – Paul Rand

Mungkin Anda ketika kecil mulai menyukai menggambar seperti: anime, gunung dan sawah, juga jenis-jenis kendaraan, dll.

Kini, beranjak dewasa Anda semakin menyadari minat dan bakat Anda yang dapat membuat Anda bekerja keras tanpa mengeluh.

Desainer grafis bisa saja didasari karena hobi. Hobi yang menghasilkan karya juga mendatangkan materi. Itu adalah suatu anugerah yang indah, yang mungkin tidak dapat dirasakan oleh orang lain.

Desain grafis sangat dinamis, akan selalu ada tren baru di setiap waktu. Ciri khas itu baik, tapi menjadi bagus dan kreatif itu lebih baik.

Tetaplah update agar desain Anda tetap relevan dengan tren yang sedang booming.

Terim kasih telah membaca tulisan ini, feedback Anda akan sangat berarti.

sumber:

Medium
99designs
glints

Berbagi itu Indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 12 =