Ingin tahu apa itu pengertian desain grafis? Prinsip, jenis, hingga contoh-contoh desain grafis? Silakan baca artikel ini sampai selesai!
Apa itu Desain Grafis?

Pengertian desain grafis adalah suatu proses komunikasi dengan penggunaan elemen-elemen gambar visual, mulai dari perencanaan, gagasan, hingga pengalaman yang dituangkan ke dalam konten visual dan tekstual.
Contohnya adalah foto atau gambar, shape (bentuk), ilustrasi, hingga teks dengan tujuan untuk menyampaikan pesan tertentu.
Desain grafis sendiri juga dikenal sebagai desain komunikasi visual (DKV).
Shape yang diambil dapat berupa desain fisik atau virtual dan mencakup kata-kata, gambar, dan grafik.
Desain grafis dapat dikerjakan secara fleksibel baik individu maupun tim dengan skala besar.
Apakah teman-teman tahu?
Di dalam ilmu desain grafis, teks tulisan juga disebut sebagai gambar.
Kenapa?
Hal ini disebabkan karena tulisan adalah bentuk abstraksi dari simbol-simbol yang dibunyikan.
Desain Komunikasi Visual (DKV) merupakan nama yang sering disebut terkait ilmu desain grafis.
Baca juga: Jenis Kertas dan Contoh Gambarnya
Seperti Apa Sejarah Desain Grafis?

Tidak lengkap rasanya membahas desain grafis tanpa mengetahui sejarahnya.
Agar tidak semakin jelimet, khusus pada artikel ini akan dirangkum secara singkat, ringkas dan jelas mengenai sejarah desain grafis.
Pada tahun yang tidak dijelaskan, Henry Cole berperan penting dalam memperkenalkan pendidikan desain di Inggris.
Dalam sebuah journal berjudul Journal of Design and Manufactures, ia memberitahu pemerintah akan pentingnya desain grafis.

Ditambah lagi dengan percetakan William Morris Kelmscott yang mempublikasikan buku karya-karya desain grafis pada tahun 1891-1896.
Buku tersebut dibuat oleh gerakan Arts and Crafts.
Selain mempelopori pemisahan antara desain grafis dengan seni rupa, Morris juga berhasil membuktikan potensi pasar dan produk desain grafis.
Seorang desainer buku Amerika, William Addison Dwiggins membuat kata desain grafis muncul untuk pertama kalinya pada sebuah esai berjudul New King of Printing Calls for New Design pada tahun 1922.
Di lain waktu, buku berjudul Raffe’s Graphic Design dianggap sebagai buku pertama yang menyematkan kata desain grafis pada judul pada tahun 1927.
Histori desain grafis bisa ditelusuri pada jejak peninggalan manusia zaman dahulu dalam bentuk lambang grafis (sign dan simbol) dengan bentuk gambar (piktograf) dan tulisan (ideograf).
Didasari oleh acuan alam seperti: flora, fauna, landscape, dan lain-lain, maka gambar dianggap lebih ekspresif dan bersifat langsung dengan urutan gambar mendahului tulisan.
Hingga akhirnya sekarang pada tulisan ini dibuat, desain grafis telah menjadi kebutuhan primer bagi perekonomian dunia.
Mulai dari warung kelontong pinggir jalan dengan desain spanduknya.
Hingga desain banner digital pada iklan seperti Google Adsense.
Baca juga: Website untuk Membuat Desain Logo Online Gratis!
Prinsip-prinsip Desain Grafis

Desain grafis memiliki peran yang penting dalam mengembangkan sebuah merek. Pada sisi lain, Anda harus mampu menunjukan keahlian Anda pada bidang ini.
Jadi apa saja prinsip-prinsip desain grafis yang perlu teman-teman ketahui? Berikut adalah prinsip-prinsip desain grafis dan penjelasannya:
Baca juga: Pengertian Brand Guideline, Contoh, dan Cara Membuatnya
Balance (Keseimbangan)

Balance (keseimbangan) memberikan struktur dan stabilitas pada desain secara menyeluruh.
Agar dapat memahaminya dengan baik, cobalah anggap bahwa, di setiap elemen-elemen desain memiliki bobot.
Baik itu shape, teks, dan image merupakan elemen utama yang membentuk desain Anda.
Jadi sangat disarankan untuk terbiasa dalam memperhatikan bobot visual yang dimiliki masing-masing elemen.
Keseimbangan elemen tidak harus selalu dengan ukuran yang sama rata, namun lebih tepatnya ke arah keseimbangan simetris dan asimetris.
Keseimbangan simetris adalah ketika bobot elemen dibagi secara merata pada kedua sisi desain.
Sedangkan keseimbangan asimetris adalah penggunaan skala, kontras, dan warna untuk mendapatkan flow dalam desain.
Baca juga: Tren Desain Kaos Terbaru
Proximity

Proximity (kedekatan) membantu dalam menciptakan hubungan antara elemen-elemen yang serupa atau saling terkait.
Elemen-elemen ini tidak perlu dikelompokkan bersama, melainkan harus dihubungkan secara visual dengan font, warna, ukuran, dll.
Baca juga: Tren Desain Grafis Terkini
Alignment

Alignment berperan penting dalam menciptakan koneksi visual yang halus dan mulus antara elemen-elemen desain
Prinsip ini memberikan tampilan yang teratur untuk shape, gambar, dan baris teks, dengan menghilangkan elemen-elemen yang ditempatkan secara acak-acakan.
Baca juga: Jenis-jenis Logo yang Wajib Diketahui
Visual Hierarchy (Hirarki Visual)

Sederhananya, hierarki terbentuk ketika ekstra bobot visual diberikan kepada elemen atau pesan paling penting dalam desain Anda.
Hal ini bisa didapat dengan beberapa cara yang antara lain:
- Menggunakan font yang lebih besar atau tebal untuk Judul.
- Isi pesan utama ditempatkan lebih tinggi dari isi teks lainnya.
- Memberikan fokus tersendiri terhadap gambar yang lebih besar, detil, lebih berwarna ketimbang gambar yang kurang relevan.
Baca juga: Arti Warna dan Filosofinya Menurut Psikologi Pada Desain
Repetition (Repetisi)

Pengulangan atau repetition adalah elemen desain dasar, terutama ketika teman-teman membuat desain branding.
Repetisi menciptakan ritme dan memperkuat desain keseluruhan dengan menyatukan elemen-elemen yang konsisten seperti logo, jenis warna, hingga jenis font.
Sehingga membuat sebuah merek atau desain langsung dapat dikenali dengan seketika.
Baca juga: Jenis Font Keren untuk Desain Grafis & Logo
Contrast (Kontras)

Kontras terjadi apabila terdapat perbedaan antara dua atau lebih elemen desain yang berlawanan.
Yang paling umum adalah hitam vs putih, gelap vs terang, besar vs kecil, tradisional vs modern, dan seterusnya.
Prinsip ini dapat memandu orang-orang yang melihatnya, sehingga setiap sisi desain dapat dibaca atau dilihat.
Baca juga: Pengertian Tipografi, Jenis, dan Sejarahnya
Color (Warna)

Colour atau warna adalah komponen penting dalam desain, ia dapat menentukan suasana desain secara menyeluruh.
Warna yang teman-teman pilih dapat mewakili merek dan maksud pesannya.
Jadi, harap diperhatikan prinsip desain yang satu ini. Jangan sampai orang yang melihatnya salah pengertian.
Sebagai seorang desain grafis, kita harus tahu dasar-dasar teori warna.
Misalnya: Warna cerah mengekspresikan kebahagiaan. Warna biru mengekspresikan ketenangan, dan seterusnya.
Baca juga: Mengenal DKV dan Posisi Kerja Lulusan DKV
Negative Space (Ruang Negatif)

Di atas ApriDesain telah membahas pentingnya warna, gambar, shape. Tapi, bagaimana dengan space yang dibiarkan kosong?
Hal ini disebut negative space (ruang negatif), dengan kata lain berarti area yang terdapat di sekitar elemen desain.
Dengan kreatifitas yang baik, Anda dapat menciptakan negative space ini menjadi objek yang menonjol pada desain yang dibuat.
Baca juga: Pengertian Infografis, Manfaat, dan Contohnya
Typography (Tipografi)

Tipografi adalah salah satu elemen utama desain, dan dapat membuat identitas merek atau karya seni apabila dieksekusi dengan gaya yang disesuaikan.
Contoh terbaik dari tipografi yang mudah dikenali adalah Nike.
Baca juga: Mengenal Apa itu Desain Produk, Jenis, dan Contohnya
Rules (Aturan)

Setelah teman-teman menjadi seorang perancang grafis yang mahir, yang mampu memahami dasar-dasar desain.
Maka, inilah saatnya untuk “melanggar” atau “mendobrak” beberapa aturan tersebut.
Tentu saja ApriDesain tidak bermaksud menyuruh Anda menggunakan gambar pixelated atau jenis font yang tidak terbaca.
Ingat, apa pun yang teman-teman pilih dalam desain komunikasi, jangan setengah-tengah. Lakukan!
Mengenal Jenis-jenis Desain Grafis

Sebagai seorang desain grafis yang menjadi “ladang” kita mencari rezeki, kita setidaknya perlu mengetahui jenis-jenis dari desain grafis itu sendiri.
Apa saja? Berikut daftar macam jenis desain grafis selengkapnya:
Baca juga: Pengertian dan Contoh Desain Kemasan Produk yang Unik
Identitas Visual (Visual Identity)

Sistem identitas visual adalah suatu sistem komunikasi visual yang membentuk dan dapat mengkomunikasikan identitas sebuah merek, perusahaan, lembaga, hingga produk.
Visual identity umumnya digunakan untuk memberikan perbedaan antara sebuah produk barang atau jasa dengan produk barang dan jasa lainnya.
Sebagai contohnya adalah adidas vs nike.
Saran dari ApriDesain, ketika ingin membuat identitas visual, sebaiknya Anda menggunakan orang yang telah ahli di bidang ini.
Baca juga: Definisi Flyer dan Contohnya
Periklanan dan Pemasaran

Agar dapat dikenal oleh masyarakat luas, maka sebuah perusahaan wajib berupaya lebih dalam pemasaran juga periklanan.
Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui produk Anda, hingga memutuskan untuk membelinya.
Ide yang unik, desain yang menarik sanggup menarik minat masyarakat.
Materi desain promosi (iklan & pemasaran) pun dapat teman-teman kelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, hingga demografi.
Contoh desain grafis pemasaran:
- Flyer atau Brosur
- Desain kalender
- Poster, Banner, Billboards
- Iklan Majalah & Koran
- Spanduk Cetak
- Banner Sosial Media (instagram, facebook, dll)
- Katalog
- Company Profile
Desain Website

Seorang yang menggeluti bidang ini disebut dengan web designer (desainer web). Tugasnya adalah menciptakan keseluruhan layout (tata letak) dari sebuah website (situs web).
Seorang desainer web paling tidak harus memiliki pengetahuan tentang UI (User Interface) dan UX (User Experience).
Pembahasan khusus untuk desain UI silahkan baca di poin selanjutnya.
Baca juga: Mengenal Apa itu Katalog
User Interface (UI)

Desain Antar Muka atau User Interface adalah tentang bagaimana pengguna berinteraksi pada perangkat seluler/desktop atau aplikasi.
UI sendiri mencakup semua hal yang berkaitan dengan interaksi pengguna layar, keyboard, dan mouse.
Khusus pada desain grafis, desain UI terfokus kepada pengalaman visual pengguna dan elemen desain grafis pada layar seperti:
- Tombol
- Menu Navigasi
- Tata Letak (Layout)
- Formulir (Form) Kontak, Pemesanan, Beli, Register
- Desain Aplikasi
- Tema Website (WordPress, dll)
- Dan lain-lain
Desain Apparel (Pakaian)

Jenis desain grafis yang selanjutnya ada grafis apparel atau pakaian, namun tidak hanya untuk baju atau kaos saja, tetapi juga bisa untuk desain printing lainnya semisal:
- Kemeja.
- Celana.
- Sepatu.
- Tas.
- Topi.
- Dan yang lainnya.
Tugas seorang desainer di sini tidak hanya membuat konsep dan mendesain, akan tetapi juga ikut andil dalam pemilihan bahan sampai hasil cetak apparel selesai.
Desain Publikasi

Desain publikasi sebenarnya mengacu kepada industri desain grafis pada media cetak seperti:
Koran, majalah, hingga katalog, dst.
Bisa juga dalam bentuk digital alias tidak dicetak sama sekali. Contohnya: Pdf
Desainer grafis yang berkecimpung di desain publikasi akan bekerja sama dengan editor dan penerbit dalam menciptakan tata letak desain, ilustrasi, pemilihan font, hingga warna.
Contoh desain grafis publikasi:
- Buku
- Koran
- Majalah
- Katalog
- Laporan Tahunan
- Dll
Baca juga: Perbedaan Foto Landscape dan Portrait
Desain Kemasan

Packaging design atau desain kemasan merupakan salah satu cara untuk merepresentasikan sebuah merek/produk.
Tidak hanya berfungsi dasar sebagai tempat menyimpan, penjualan, hingga distribusi.
Sebagai desainer, Anda akan menciptakan konsep, digitalisasi desain konsep, hingga membuat file desain menjadi siap cetak.
Untuk menciptakan desain kemasan yang keren, teman-teman harus memahami proses-prosesnya dan harus bekerja sama dengan manufaktur industri.
Motion Graphic (Motion Grafis)

Sederhananya, motion grafis adalah cabang dari desain grafis yang menggabungkan antara tipografi, ilustrasi , videografi, dan fotografi.
Aplikasi yang banyak digunakan untuk motion grafis adalah adobe after effects atau sejenisnya.
Motion grafis mencakupi animasi, video, audio, tipografi, hingga efek-efek lainnya yang digunakan dalam media televisi, film, youtube, facebook / instagram video.
Popularitas motion grafis tumbuh cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini sepertinya sejalan dengan populernya youtube, kemajuan teknologi dan pemahaman masyarakat terhadap internet.
Contoh motion grafis:
- Logo Animasi
- Periklanan
- Presentasi
- Cuplikan
- Video Tutorial & Promosi
- Video Games
- GIFs
- Dll
Baca juga: Jenis-jenis Infografis yang Perlu Diketahui
Desain Grafis Lingkungan

Environmental graphic design, secara visual menghubungkan orang-orang ke suatu tempat untuk meningkatkan bagaimana pengalaman mereka secara menyeluruh.
Jenis desain ini dapat dilakukan dengan membuat sebuah tempat (ruang/lokasi) yang indah, menarik, unik, dan lebih mudah untuk mereka ingat.
Beberapa contohnya adalah:
- Mural
- Desain Interior
- Petunjuk Jalan
- Branding Stadion
- Branding Kantor
- Dll
Seni dan Ilustrasi

Art and illustration (seni & ilustrasi) terdengar serupa dengan desain grafis tetapi sebenarnya berbeda.
Yakni, desainer membuat komposisi yang dapat berkomunikasi dengan baik, tepat, dan dapat memecahkan sumber masalah.
Seorang artis dan illustrator dapat membuat karya seni yang original mulai dari proses draft sketsa hingga digitalisasi.
Contohnya adalah:
- Desain Kaos
- Desain Pola atau Tekstil
- Motion Grafis
- Stok Gambar
- Cover Buku
- Grafis Novel
- Infografis
- Konseptual Arts
- Dll
- Ketika telah memahami jenis-jenis desain grafis, diharapkan dapat membantu Anda menemukan spesialisasi di bidang desain grafis.
Hal ini dapat meringankan fokus Anda dalam belajar, memilih kursus, mencari pekerjaan, hingga memulai sebuah bisnis.
Contoh Inspirasi Desain Grafis





Di atas adalah sejumlah contoh untuk karya desain grafis yang bisa dijadikan referensi.
ApriDesain harap contoh desain di atas dapat memberikan teman-teman sedikit rekomendasi untuk karya desain Anda selanjutnya.
Baca juga: Peluang Karir di Desain Grafis
Adakah Mitos di Desain Grafis?

Terdapat beberapa anggapan di masyarakat terhadap orang-orang yang berprofesi sebagai desainer grafis, dan mungkin sudah tidak asing di telinga kita.
Jika dilihat dari sampulnya, masyarakat sepertinya hanya mengetahui sedikit (sangat sedikit) hal-hal yang berkaitan dengan desainer grafis.
Apalagi profesi ini terlihat menyenangkan ketimbang tampilan lelah fisik ataupun berkeringat.
Jadi, apa saja mitos-mitos dari seorang desainer grafis? Berikut daftar mitosnya.
Desain Grafis itu Mudah, & Cepat
Masyarakat percaya bahwa pekerjaan desain grafis merupakan pekerjaan yang tidak sulit, mudah, & tidak membutuhkan waktu yang lama.
Berkali-kali revisi, berpuluh-puluh revisi, atau mungkin ratusan revisi diminta oleh klien dengan alasan yang mereka kira tersebut.
Padahal di balik itu, seorang desainer grafis terus berpikir keras bagaimana menciptakan desain yang apik, kreatif dan sesuai dengan kebutuhan klien.
Tapi apa mau di kata, sang klien terus-terusan minta revisi sampai kuotanya habis, dan akhirnya kembali lagi ke konsep awal.
Desainer Grafis Selalu Salah, Klien Selalu Benar
Disadari atau tidak, mitos ini mungkin sudah tertanam di benak sebagian klien. Padahal belum tentu pihak desainer yang salah, kenapa?
Karena kemungkinan besar dan dapat terjadi adalah karena minimnya komunikasi dan informasi yang diberikan oleh sang klien.
“Why always me?”
Desainer Grafis Bisa Semuanya
Apa benar seorang desainer grafis bisa semuanya?
Pastinya klien akan menentukan untuk membuat desain begini dan begitu kepada desainer grafis. Dan ya, memang ada desainer grafis yang multi talent.
Tapi tidak semuanya, contoh:
Tidak semua desainer grafis ahli dalam fotografi, jadi tolong jangan memberikan persepsi sendiri, sebaiknya tanyakan dulu kepada desainernya langsung.
Baca juga: Sudah Tahu Istilah-istilah Desain Grafis Berikut?
Mengapa Desain Grafis Dianggap Murah?
Sudah menjadi rahasia umum para desainer grafis, bahwa masyarakat masih kurang memperhatikan karya seni, apalagi dalam bentuk digital (non fisik).
Jadi, berikut ini adalah beberapa alasan desain grafis dianggap murah bahkan dianggap gratis.
Dianggap Mudah Alias Gampang
Jika memang mudah ataupun gampang, kenapa seorang klien tidak membuatnya sendiri? Katanya gampang? Tinggal cari di google, klik, unduh, selesai!
Coba lihat gambar ini:

Pasti Anda yang seorang pekerja seni akan kesal, kami pun begitu! Selain keahlian mendesain, desainer juga dituntut untuk memiliki kreatifitas dan ide yang tinggi.
Dan ide itu mahal, berpikir itu rumit.
Tidak Mengetahui Prosesnya
Tidak setiap orang mengetahui proses dalam mendesain. Proses tersebut dilalui dengan banyak mengorbankan waktu, kreatifitas, pikiran, hingga uang.
Contohnya adalah uang yang dikeluarkan dalam mempelajari desain grafis di institusi pendidikan, membeli software desain yang mahal, hingga alat perang (laptop, macbook, dsb).
Dianggap Pekerjaan Sampingan
Mungkin masyarakat berpikir bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan sampingan yang semua orang bisa melakukannya sekaligus dengan pekerjaan utama.
Namun kenyataannya, seorang desainer harus berpikir keras bagaimana caranya menemukan ide, bagaimana cara menciptakan karya desain yang unik, berkualitas, dan timeless untuk kliennya.
Sekali lagi, ide itu mahal dan tidak bisa dilakukan secara bersamaan dengan pekerjaan lainnya.
Saran kami, hargailah waktu dan pikiran (ide) dari seorang desainer. Ingat, “Hargailah orang lain jika Anda ingin dihargai.”
Baca juga: Berkenalan dengan Flat Design yang Tidak Membosankan
Kesimpulan
“Don’t try to be original; just try to be good.”
“Jangan mencoba untuk menjadi orisinil; Cobalah menjadi bagus.”
Paul Rand
Mungkin ketika kecil Anda mulai menyukai menggambar seperti anime, gunung dan sawah, juga jenis-jenis kendaraan.
Kini beranjak dewasa Anda semakin menyadari minat dan bakat Anda.
Bakat dan minat yang dapat membuat Anda bekerja keras tanpa mengeluh.
Desainer grafis bisa saja didasari karena hobi.
Hobi yang menghasilkan karya juga mendatangkan materi.
Itu merupakan suatu anugerah yang indah, yang mungkin tidak dapat dirasakan oleh orang lain.
Desain grafis sangat dinamis, akan selalu ada tren baru di setiap waktu.
Ingat, ciri khas itu baik, tapi menjadi bagus dan kreatif itu lebih baik.
Tetaplah update agar karya desain Anda tetap relevan dengan tren yang sedang booming.
Demikian artikel mengenai pengertian desain grafis, prinsip, jenis, contoh, hingga peluang karirnya ini. Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tuliskan pesan Anda di kolom komentar atau hubungi kami di halaman kontak ini.
Dan jangan lupa follow Instagram, TikTok, dan Youtube ApriDesain untuk belajar desain grafis bersama-sama ya!
Sumber:
https://medium.com/@anahatrawal/10-basic-principles-of-graphic-design-b74be0dbdb58