Mengenal Apa itu Flat Design, 10 Contoh dan Ciri-cirinya

Flat design, apa itu? Kita sering mendengarnya mungkin juga menerapkannya pada desain kita.

Jika flat design ini kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka artinya adalah desain datar.

Mengapa harus flat design? Karena ia tampil dengan clean dan eye catching, serta kadang kala sedap dipandang mata. Kenapa kadang? Kamu akan tahu jawabannya di artikel ini.

Jadi, apa kamu ingin tahu lebih lanjut tentang pengertian flat design, ciri, dan hingga contohnya? Yuk baca tulisan ini sampai tuntas ya.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Desain Grafis yang Ada

Sejarah Singkat Flat Design

sejarah flat design
Source: Pinterest

Mungkin ada sebagian dari kamu yang menganggap bahwa flat design adalah tren desain yang baru.

Namun nyatanya tidak lho!

Flat design telah hadir dan dipopulerkan pada tahun 1950-an hingga 1960-an, ia tercipta berdasarkan tiga bentuk style of art (gaya seni) yaitu: Swiss style, Bauhaus, dan Modernisme.

Dari ketiga sumber tadi, Swiss style lah yang sepertinya memberikan dampak paling besar dari terciptanya flat desain.

Baca juga: Koleksi Jenis Font untuk Hasil Desain yang Keren

Apa itu Flat Design?

pengertian flat design
Source: Pinterest

Pengertian flat design adalah seperti namanya, bisa didefinisikan oleh flatness of style (kerataan gaya) yaitu:

Menyederhanakan antarmuka dengan menghapus elemen tambahan seperti shadows (bayangan), bevels (kemiringan), emboss, tekstur, dan gradasi warna yang menciptakan tampilan 3D (tiga dimensi).

Atau elemen apapun yang membuat tampilan desain terasa kompleks dan rumit.

Jadi sederhananya, flat design adalah salah satu style desain dengan tampilan yang minimalis dalam bidang desain grafis dan interface (antarmuka).

Meskipun terdapat beberapa desain flat yang tampil dengan beberapa elemen yang akan terlihat kompleks alias rumit.

Gaya desain yang satu ini condong mengedepankan sisi fungsionalitas.

Jika mau lebih mudah dan sederhana lagi, sebut saja flat desain ini dengan nama desain minimalis, bagaimana? Kamu setuju?

Baca juga: Apa itu Desain Produk?

Ciri dan Karakteristik Flat Design

Tidak hanya terlihat modern,  flat desain juga memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri.

Apa saja ciri flat design? Silahkan lihat daftar isi di bawah ini:

  1. Kesederhanaan bentuk dan elemen yang minimalis
  2. Mengedepankan sisi fungsi
  3. Tipografi tebal dan sangat mudah dibaca
  4. Hierarki visual yang jelas
  5. Sangat memperhatikan detail
  6. Mengkompromikan warna-warna cerah dan kontras yang mendukung persepsi visual yang cepat
  7. Meninggalkan elemen tekstur, gradien, dan bentuk yang kompleks
  8. Menerapkan prinsip-prinsip grid, pendekatan geometris dan keseimbangan visual

Baca juga: Ketahui Jenis-jenis Infografis dan Contohnya di sini!

Warna-warna pada Flat Design

warna-warna flat design
Colors pallete. Source: Dribbble

Pemilihan komposisi warna pada flat desain juga harus diperhatikan, dan itu artinya kamu tidak boleh memasukkan warna-warna yang terlalu cerah atau terang.

Berikut adalah flat colors (warna datar) rekomendasi flatuicolors untuk flat design:

  1. Turquoise (#1abc9c)
  2. Emerald (#2ecc71)
  3. Green Sea (#16a085)
  4. Nephritis (#27ae60)
  5. Peter River (#3498db)
  6. Belize Hole (#2980b9)
  7. Amethyst (#9b59b6)
  8. Wisteria (#8e44ad)
  9. Sun Flower (#f1c40f)
  10. Orange (#f39c12)
  11. Carrot (#e67e22)
  12. Pumpkin (#d35400)
  13. Alizarin (#e74c3c)
  14. Pomegranate (#c0392b)
  15. Clouds (#ecf0f1)
  16. Silver (#bdc3c7)
  17. Asbestos (#7f8c8d)
  18. Concrete (#95a5a6)
  19. Midnight Blue (#2c3e50)
  20. Wet Asphalt (#34495e)

Baca juga: Pengertian Resolusi PPI, DPI, dan LPI

Contoh Flat Design

Tidak lengkap apabila membahas sesuatu namun tak disertai contohnya bukan? Di bawah ini adalah kumpulan dari contoh-contoh flat design yang bisa kamu jadikan bahan referensi.

Baca juga: Perbedaan Warna RGB dan CMYK

flat design logo 1
Myhome. Source: Dribbble
flat design logo 2
Lazy Media. Source: Dribbble

Contoh pada Desain Grafis

flat design resume
CV design. Source: Dribbble
flat design banner
Flat banner. Source: Dribbble

Contoh pada Ilustrasi

flat illustration 1
Flat ilustrasi. Source: Dribbble
flat illustration 2
Flat illustration. Source: Dribbble

Contoh pada Icon (Ikon)

flat ikon
Flat ikon. Source: Dribbble
flat icon
Flat icon. Source: Dribbble

Contoh pada UI (User Interface)

flat UI 1
Flat UI. Source: Dribbble
flat UI 2
Flat UI. Source: Dribbble

Contoh pada Animasi

 Flat Animation 1
Flat Animation. Source: Dribbble
 Flat Animation 2
Flat Animation. Source: Dribbble

Baca juga: Perbedaan Simbol Copyright ©, Trademark ™, dan Registered ®

Kelebihan Flat Design

Flat desain memiliki sejumlah manfaat yang menentukan popularitas dan keragamannya dalam desain digital yang juga mempengaruhi tren desain di dunia percetakan modern.

Kelebihan flat design di antaranya adalah:

  • Mudah dibaca (readability and legibility)
  • Hierarki visual yang jelas karena bentuk, warna, dan font minimalis
  • Mendukung efektifitas untuk navigasi yang cepat dan intuitif di antarmuka situs web dan seluler
  • Mudah disesuaikan dalam hal desain adaptif dan responsif
  • Tingkat keterbacaan yang efektif di berbagai jenis dan ukuran screen (layar)
  • Lebih memudahkan pengembang dan biasanya menyajikan kecepatan loading yang lebih cepat untuk sistem digital (situs web dan aplikasi seluler)

Baca juga: Perbedaan Vektor dan Bitmap

Kekurangan Flat Design

Ada kelebihan, ada kekurangan, gaya flat desain juga memiliki kekurangan sendiri.

Meskipun terlihat jelas, rapih, dan bersih, sebagian dari para desainer hingga pengguna aplikasi website ataupun seluler merasa desain datar ini sangat membosankan.

Terkesan tidak memiliki kekhasan yang mencerminkan cita rasa desain tertentu.

Begitulah yang tersebar dan kami ketahui.

Jadi, apa kamu setuju dengan kekurangan yang disampaikan di atas?

Baca juga: Pengertian DKV dan Posisi Kerja Lulusan DKV

Penutup

Semua pembahasan dan manfaat flat design di atas tentu saja tidak berarti bahwa gaya desain yang satu ini lebih baik di antara gaya desain yang lainnya.

Yang perlu kamu ingat dan catat ialah, setiap gaya desain mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Akan tetapi flat desain ini sanggup membuka perspektif baru, terutama pada solusi desain yang berfokus pada user (pengguna).

Sehingga pengguna merasakan keseimbangan antara fungsionalitas dan keindahan tampilan desain.

Demikianlah artikel tentang pengertian flat design, semoga bermanfaat.

Jadi, apakah kamu akan mencoba gaya flat desain? Beritahu kami di kolom komentar ya.

Sumber:

Interaction-Design

Awwwards

Tinggalkan komentar