Mengenal Perbedaan antara Model Warna RGB dan CMYK

Kamu seorang desainer grafis? Jika ya,maka kamu sangat disarankan untuk membaca artikel perbedaan warna RGB dan CMYK ini.

Kenapa? Karena desain grafis bukanya hanya membuat bentuk, namun juga harus mengatur komposisi warna yang pas dan selaras.

Jadi, pada artikel ini kamu akan mempelajari pengertian dari warna RGB, CMYK, hingga perbedaan dari keduanya secara lengkap namun padat.

Ingat, membaca itu tidak akan membuat rugi lho! Yuk baca artikelnya sampai selesai.

Baca juga: Yuk Cari Kenali Bedanya Resolusi PPI, DPI, dan LPI dalam Desain Grafis

Model Warna

perbedaan warna cmyk dan rgb
Model Warna

Sebelum membahas perbedaan warna RGB dan CMYK, maka kita mulai dengan pengenalan model warna.

Sebagai desainer grafis, kamu pasti sudah familiar dengan dua model warna bukan? Yaitu model warna CMYK dan model warna RGB.

Tapi untuk me-refresh pengetahuan kita, kami akan mengulas ulang pengertian dari dua warna ini.

Baca juga: Jenis-jenis Desain Grafis yang Perlu Kamu Tahu

Apa itu Warna RGB?

RGB adalah singkatan dari red, green, blue, merupakan warna yang paling banyak digunakan untuk warna monitor komputer dan situs web.

RGB memiliki tiga channels (red, green, blue) untuk menghasilkan berbagai macam warna pada layar monitor.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka kamu harus menggunakan model warna RGB ketika harus membuat konten digital macam desain feed instagram, story, ataupun carousel.

Baca juga: Tidak Sama! Inilah Perbedaan Logotype dan Logogram (Logomark)

Apa itu Warna CMYK?

CMYK merupakan singkatan dari cyan, magenta, yellow, black, merupakan model warna yang digunakan untuk proses percetakan.

Itu karena mesin cetak menggunakan dots (titik-titik) tinta untuk membuat gambar dari keempat warna ini.

Jadi, jika kamu ingin membuat spanduk maupun poster dinding, maka kamu harus menggunakan model warna CMYK ini.

Ok, sekarang kita lanjut ke pembahasan perbedaan warna CMYK dan RGB.

Baca juga: Vektor vs Bitmap, Ketahui Lebih Lanjut Pengertian dan Perbedaannya

Perbedaan Warna RGB dan CMYK

RGB

Perbedaan Warna RGB dan CMYK
Perbedaan Warna RGB dan CMYK

RGB merupakan model warna aditif, sedangkan CMYK adalah model warna subtraktif.

RGB menggunakan putih sebagai kombinasi dari semua warna primer dan hitam sebagai ketiadaan cahaya.

Di sisi lain, CMYK menggunakan putih sebagai warna alami latar belakang cetak dan hitam sebagai kombinasi tinta berwarna.

Desainer grafis dan percetakan akan menggunakan model warna RGB untuk semua jenis media yang mentransmisikan cahaya, seperti layar komputer.

Model warna RGB sangat ideal untuk desain media digital karena media ini memancarkan warna seperti cahaya merah, hijau, atau biru.

Jika melihat layar monitor dengan model warna RGB memakai kaca pembesar, maka akan terlihat satu dari tiga warna yaitu: red (merah), green (hijau), blue (biru).

Cahaya putih yang terpancar melalui layar memadukan tiga warna pada retina mata untuk menciptakan berbagai macam warna yang lainnya.

Dengan model warna RGB, semakin banyak sinar warna yang dipancarkan perangkat, semakin dekat warnanya menjadi putih.

Namun, apabila tidak memancarkan sinar apa pun, makan akan mengarah ke warna hitam, dan ini merupakan kebalikannya dari cara kerja CMYK.

Baca juga: Pengertian Tipografi dan Menilik Sejarahnya

CMYK

CYMK paling bagus digunakan untuk proses cetak, karena media cetak menggunakan tinta berwarna untuk pengiriman pesan.

CMYK mengurangi warna dari cahaya putih alami dan mengubahnya menjadi pigmen atau pewarna.

Printer kemudian meletakkan pigmen ini di atas kertas dalam titik-titik cyan, magenta, yellow, dan black berukuran kecil, kemudian menyebar atau berdekatan untuk menghasilkan warna yang diinginkan.

Dengan model warna CYMK, semakin banyak tinta berwarna yang ditempatkan pada halaman, semakin dekat warnanya menjadi hitam.

Mengurangi tinta cyan, magenta, yellow, dan black akan menghasilkan warna putih atau warna asli kertas atau latar belakang.

Nilai model warna RGB berkisar dari 0 hingga 255, sedangkan CMYK berkisar antara 0-100%.

Baca juga: Pengertian DKV beserta Contoh DKV

Penutup

Desainer grafis membutuhkan jenis warna RGB dan CMYK dalam pembuatan logo dan gambar untuk web dan cetak.

Tidak ada yang akan bekerja dengan sempurna pada kedua media.

Selain itu, tidak ada model warna yang “sempurna”, karena keduanya tidak dapat mereproduksi semua warna yang tersedia dalam spektrum.

Namun, kedua model bekerja cukup baik untuk mengelabui mata manusia agar melihat warna tampak realistis.

Demikianlah tulisan tentang perbedaan warna RGB dan CMYK ini, semoga kamu dapat mengerti dan mengingatnya dengan mudah.

Kirimkan tanggapan dan saran kamu pada kolom komentar di bawah, kami senang jika kamu membagikan artikel ini agar yang lain bisa mengetahuinya juga.

Sumber:

Shutterstock

Instantprint

Tinggalkan komentar