12 Praktik Terbaik untuk Memilih Nama Domain untuk Website Bisnis

Seperti menentukan nama brand, memilih nama domain yang relevan itu tidak boleh sembarangan, maka dari itu artikel tips memilih nama domain ini tersaji untuk Anda.

Banyak orang menyepelekan nama bisnis dan berimbas kepada pemilihan nama domain yang buruk serta tidak user dan seo friendly.

Padahal dengan nama domain bisnis yang unik dan tepat mampu memberikan efek yang luar biasa untuk perusahaan.

Pastinya Anda ingin bisnis Anda mudah diingat oleh pelanggan bukan? Jadi pastikan baca tips memilih nama domain ini sampai selesai ya.

Baca juga: Manfaat Website bagi Perusahaan, UKM dan UMKM, Tingkatkan Omset!

Kenapa Harus Domain?

tips memilih nama domain
Tips memilih nama domain. Hubspot.

Kita tahu di era digital yang serba online, website merupakan salah satu alat untuk memasarkan produk baik barang maupun jasa.

Tapi yang perlu Anda tahu, membuat website haruslah dengan kehati-hatian dan menerapkan beberapa strategi.

Ingat! Strategi, bukan hanya sekedar dibuat lalu online.

Salah satu strategi yang akan ditempuh adalah pemilihan nama domain, baik untuk bisnis perusahaan ataupun untuk website personal.

Dengan membaca dan mengikuti tips memilih nama domain ini, besar harapan Anda mampu menerapkannya untuk website Anda sendiri.

Baca juga: Panduan Belajar SEO Lengkap untuk Pemula

11 Tips Memilih Nama Domain yang Baik untuk Website

Domain yang baik untuk website apa? Jawabannya, bisa untuk perusahaan bisnis, usaha, bahkan hingga personal branding website ataupun blog pribadi.

Tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita mulai dari daftar yang pertama. Oh iya, jangan lupa mencatat apabila Anda khawatir lupa ya.

1. Mengecek Ketersediaan Domain

cek ketersediaan domain
Name.com

Tips memilih nama domain yang pertama adalah mengecek apakah domain tersebut tersedia atau tidak.

Belum apa-apa sudah harus cek domain? Ya, dan jangan salah sangka dulu.

Sebagus apapun nama domain yang Anda pilih tidak akan berguna jika sudah digunakan orang lain.

Lalu bagaimana cara cek ketersedian domain? Cukup mudah lho ternyata!

Caranya silahkan kunjungi situs Name.com di sini. Kemudian ketikkan nama domain yang Anda inginkan, kemudian klik search (cari).

Setelah itu tunggu beberapa saat, maka hasilnya akan bisa Anda lihat.

Mungkin Anda bertanya, “Apa harus beli domain di Name.com”? Jawabannya tidak.

Anda bisa cari layanan penyedia domain yang berada di Indonesia.

Pastinya pilihlah layanan penyedia domain yang sudah memiliki reputasi sangat baik.

Kami menyarankan Anda untuk membeli domain di Idhostinger, Dewaweb, Niagahoster, ataupun Domainesia.

Baca juga: Pengertian Backlink, Cara Buat dan Fungsinya bagi Situs Web

2. Pikirkan Nama Domain yang Singkat

pilih nama domain singkat

Kita tahu beberapa orang sulit dan malas menghafal. Oleh karena itu tips memilih nama domain yang kedua ialah pemilihan nama yang singkat.

Coba lihat nama domain di bawah ini:

  • sinarlampu(dot)com.
  • ptsinarlampuabadisuksesindo(dot).com.

Bagaimana? Manakah yang lebih mudah Anda lihat? Pasti yang pertama (sinarlampu) bukan?

Itulah mengapa kami menyarankan Anda untuk menentukan domain yang singkat namun tetap deskriptif bagi website Anda.

Baca juga: Apa itu Anchor Text? 6 Jenis dan Cara Membuatnya

3. Menentukan Nama Domain yang Mudah Diingat

Yang ketiga masih berkaitan dengan poin kedua, yaitu menentukan nama domain yang gampang diingat oleh orang.

Kami yakin domain “sinarlampu.com” akan dengan mudah diingat oleh orang-orang. Tapi bagaimana jika namanya kita ganti menjadi “ptsinarlampuabadisuksesindo.com.”

Besar kemungkinan para pengunjung situs web Anda akan lupa selepas mereka mengakhiri kunjungannya.

Jadi pastikan carilah nama domain yang mudah diingat, dan hal ini juga berkaitan erat dengan yang namanya branding awareness (kesadaran merek).

Baca juga: Adakah Perbedaan SEO, SEM, SEA, SMO, SMM, & SMA?

4. Memastikan Nama Domain Gampang Diketik

Tips memilih nama domain yang keempat adalah cari domain yang mudah diketik.

Harap dicatat, nama domain yang singkat dan mudah diingat itu belum tentu mudah diketik.

Kita coba ambil contoh lagi ya, perhatikan nama domain di bawah ini:

  • szczesny.xyz
  • detik.com

Pengetikan mana yang mudah bagi Anda? Kami yakin lebih mudah detik kan?

Padahal keduanya sama-sama memiliki nama domain yang singkat.

Rekomendasi kami:

Biasakanlah untuk memikirkan audiens first, jika sudah ketemu formulanya barulah Anda eksekusi. Hal ini berlaku juga untuk pemilihan nama domain.

Baca juga: Perbedaan Instagram Bisnis dan Instagram Biasa

5. Penggunaan Nama Brand (Merek) Bisnis

Terlepas dari poin nomor dua hingga empat terkait kerumitan domain, juga sangat direkomendasikan untuk penggunaan nama brand pada domain.

Umumnya setiap bisnis pasti memiliki nama merek (brand).

Hal ini tentunya berkaitan erat dengan brand awareness (kesadaran merek), loyalitas pelanggan, dan ketenaran merek.

Contohnya adalah Polytron, dengan melihat atau mendengar namanya saja besar kemungkinan orang-orang akan tahu itu merek apa.

Polytron ini memiliki nama domain yang sesuai dengan brandnya yaitu (polytron.co.id), silahkan Anda cek.

Selanjutnya, apa yang terjadi?

Begitu orang mengunjungi website polytron.co.id, kemungkinan besar mereka akan menyadari bahwa itu situs web milik Polytron.

Maka dari itu pertimbangkanlah nama brand perusahaan Anda sebagai nama domain.

Baca juga: Fungsi Logo bagi Perusahaan dan Jenisnya

6. Pertimbangkan Keyword Apabila Terlihat Bagus

Keyword alias kata kunci merupakan bagian penting dari proses SEO (Search Engine Optimization).

Cukup banyak ahli SEO yang menyarankan agar kata kunci bisa berada di nama domain, diharapkan agar mendorong sinyal SEO yang lebih baik.

Penggunaan kata kunci ini bisa Anda terapkan dengan beberapa syarat, antara lain:

  • Kata kunci tidak terlalu panjang (maksimal 2 kata).
  • Penggunaan kata kunci tidak rumit untuk diketik.
  • Mudah diingat atau familiar.

Mengutip SEJ (Search Engine Journal), ada empat hal yang perlu Anda ketahui tentang keyword di nama domain:

  1. Keyword pada domain tidak menjamin mendapat peringkat Google dengan cepat.
  2. Keyword pada domain belum pasti berperingkat lebih baik di Google.
  3. Domain dengan keyword memiliki peluang yang sama dengan branded domain.
  4. Domain yang disisipkan keyword sudah kehilangan sinyal peringkat yang kuat bertahun-tahun lalu.

Baca juga: Apa Perbedaan antara Branding dan Marketing?

7. Pertimbangkan Nama Domain Terkait dengan Produk

Tips memilih domain selanjutnya adalah mempertimbangkan relevansi produk.

Apa Anda tahu blibli.com?

Nah situs blibli ini jika kita perhatikan mengartikan satu hal, yaitu beli dan beli, kemudian diubah menjadi lebih unik dan brandable.

Blibli.com sendiri merupakan situs e-commerce yang menyediakan wadah untuk transaksi jual beli secara daring.

Maka dari itu pertimbangkanlah relevansi produk pada nama domain Anda.

Sebagai contoh, jika produk Anda tentang layanan dekorasi interior, Anda bisa coba dengan nama domain “interdeko.com” atau “dekorior.com”.

Bagaimana? Make sense bukan?

Baca juga: Kenapa Situs dengan Praktik SEO Buruk Dapat Peringkat Tinggi

8. Menyelipkan Nama Daerah untuk Target Lokal

Untuk menyasar target lokal, selain membuat Google My Business, Anda juga bisa selipkan nama kota atau daerah pada domain.

Ini khusus apabila layanan atau toko Anda beroperasi di kota tertentu saja.

Anggap saja Anda tinggal di Bogor, menjual produk lego, dan menargetkan pelanggan di Bogor saja.

Selanjutnya Anda bisa pilih domain yang sesuai seperti “legobogor”, “bogorlego”, dan seterusnya.

Baca juga: Pengertian Era Digital dan Manfaatnya

9. Menganalisa Nama Domain untuk Jangka Panjang

Apakah domain yang Anda pilih masih sesuai untuk waktu 3 tahun yang akan datang? 5 tahun? 10 tahun?

Mengikuti hal sedang ngetrend bisa saja membuat Anda mendapatkan keuntungan yang berlipat, tapi apakah trend tersebut akan ada selamanya? Tentu tidak.

Lebih baik ambil secara umum misalnya:

Daripada harus menggunakan nama domain “es kepal milo” lebih baik gunakan nama domain “es milo”.

Karena sifatnya lebih umum dan mungkin bukan hanya es kepal milo saja yang ngetrend di masa mendatang, tetapi juga es serut milo, es stick milo, dll.

Domain es milo tentu masih relevan untuk nama es-es lainnya yang dibuat berbahan milo.

Harap diingat, merubah nama domain, sama saja Anda memulai reputasi website Anda dari 0 (Nol) lagi.

Baca juga: Pengertian Iklan dan Jenis-jenisnya

10. Abaikan Hyphen (Tanda Sambung) dan Angka

Masih ingat tips memilih nama domain di poin keempat? Jika lupa silahkan scroll lagi ke atas.

Hindari, jika perlu buang jauh-jauh keinginan penggunaan kata sambung dan angka, contohnya: “Goo-gle” atau “9oo9le”.

Bagaimana? Sulit diketik bukan?

Orang-orang akan sulit mengetikkan nama domain tersebut, selain itu juga terlihat kurang efektif dalam hal branding.

Baca juga: Pengertian Branded beserta Contoh Brand Lokal

11. Memilih Ekstensi Domain yang Cocok

Setiap domain pasti mempunyai ekstensi yang posisinya berada di akhir, contohnya: namadomain.com, namadomain.net, namadomain.org, dan seterusnya.

*ekstensi domain adalah yang bercetak tebal.

Saat ini, setidaknya terdapat 3,335 ekstensi domain yang tersedia dan diperjual belikan (disewa).

Apabila bingung, pilih saja ekstensi domain yang paling umum yaitu “.com”.

Ingin tahu lebih lanjut tentang daftar ekstensi domain? Silahkan lihat laman ini.

Baca juga: Contoh Desain Nota Penjualan untuk Bisnis UMKM

12. Memborong Semua Ekstensi Domain jika Perlu

Pada tips memilih nama domain sebelumnya, Anda harus memilih jenis ekstensi yang sesuai. Tapi bagaimana jika bingung?

Menggunakan ekstensi yang umum seperti “.com” merupakan salah satu alternatifnya.

Lalu apabila masih tetap bingung, para penyedia domain menyarankan untuk memborong semua jenis ekstensi yang umum.

Tentu saja dengan pertimbangan budget atau anggaran yang Anda punya.

Apa saja ekstensi domain umum yang paling sering dijumpai? Silahkan cek daftar di bawah:

  • .id
  • .com
  • .net
  • .org
  • .co.id
  • .or.id
  • .net

Setiap ekstensi domain mempunyai maksud dan tujuan masing-masing, namun tetap bisa dipakai untuk keperluan apapun selama itu tidak melanggar ketentuan hukum di Indonesia.

Baca juga: Apa itu Katalog? Pengertian, Contoh dan Fungsinya untuk Bisnis

Penutup

Demikianlah tulisan tips memilih nama domain yang tepat untuk website. Anda bisa coba terapkan untuk bisnis perusahaan ataupun personal blog dan branding.

Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat serta dapat dijadikan referensi untuk para pembaca.

Apabila ada tanggapan dan tambahan seputar tips memilih nama domain, silahkan beritahu kami pada kolom komentar di bawah situs web.

Jangan lupa juga untuk share artikel ini agar yang lain bisa mendapatkan informasinya. Akhir kata, terima kasih!

Tinggalkan komentar