Apa itu Anchor Text? Ini 6 Jenis & Cara Membuatnya

Anchor text (teks jangkar) adalah teks yang dapat diklik, biasanya berwarna biru atau memiliki garis bawah. Kenali apa itu anchor text selengkapnya di ulasan berikut ini.

Apa itu Anchor Text?

Anchor text adalah teks hyperlink yang digunakan dalam HTML. Ia merupakan teks yang dapat diklik dengan tujuan / referensi ke dokumen lain di web.

Pada dasarnya, anchor text dapat kita lihat dengan warna biru dan underline (garis bawah) untuk membedakannya dari teks biasa (non-hyperlink) di dalam sebuah web page (halaman situs).

Contoh cara membuat anchor text:

Link ApriDesain.id ini memiliki anchor text “ApriDesain.id”.

Dalam kode HTML, teks di atas akan terlihat seperti ini:

<a href="https://www.apridesain.id/">ApriDesain.id</a>

Baca juga: Perbedaan SEO, SEM, SEA, SMO, SMM, & SMA

Tujuan utama dari teks anchor adalah untuk memberitahu user tentang apa isi dari halaman yang ditautkan tersebut.

Misalnya, jika anchor teks yang tampil “Resep Nasi Goreng”, maka pembaca akan tahu jika isi halaman dari tautan tersebut adalah tentang resep membuat nasi goreng.

Tapi tidak semuanya harus seperti itu, karena terkadang kita temui teks seperti “Klik Di sini” atau “Click Here”

contoh anchor text

Baca juga: Belajar SEOuntuk Pemula

Hubungan Anchor Text dengan SEO

Anchor text bisa dikatakan bagian yang tidak bisa dihindari untuk internal link, eksternal link, hingga backlink, jadi ia adalah bagian penting di SEO (Search Engine Optimization).

Secara umum, teks ini membantu bot crawler (robot perayap) milik Google dalam memahami konteks dan isi dari sebuah web page yang ditautkan.

Apabila kita menemukan anchor text “Cara membuat website”, maka search engine (mesin pencari) akan memahami bahwa halaman yang ditautkan tersebut adalah halaman tentang cara pembuatan website.

Tapi dalam beberapa kasus, teman-teman tidak dapat mengontrol anchor text yang mengarah ke website (situs web) Anda.

Anda hanya dapat mengontrol teks anchor saat Anda membangun internal link (tautan internal) di website sendiri atau sedang bekerjasama dengan website lain untuk membuat link dengan anchor text tertentu.

Cara Terbaik untuk Optimasi Anchor Text

Harap dicatat, tidak ada yang sangat baik jika dilakukan secara berlebihan. Begitupula dengan over optimize (optimasi berlebihan) pada teks anchor ini.

Kenapa?

Karena search engine seperti Google tidak menyukainya dan website Anda bisa saja dikenakan hukuman oleh Google. Salah satu over optimize yang sering dilakukan adalah anchor text pada backlink.

Biarkanlah teks jangkar dibuat secara alami jika itu Anda dapatkan dari website lain (backlink). Juga jangan sampai lupa untuk membuat teks jangkar internal secara natural atau tidak terlalu berlebihan dalam satu halaman web.

Berikut adalah beberapa cara optimasi anchor text yang bisa teman-teman terapkan:

  1. Jangan berlebihan dalam optimasi seperti memasukkan terlalu banyak keyword (kata kunci).
  2. Hindari penggunaan teks jangkar yang generik seperti “Klik Di Sini”.
  3. Buatlah secara natural, jangan coba-coba untuk mengisi kata kunci / brand dengan sengaja.
  4. Buatlah teks jangkar yang relevan dengan konten yang Anda buat.
  5. Pastikan ia mudah dipahami tentang apa isi halaman yang ditautkan.
  6. Tautkan ke website yang memiliki konten lebih rinci ketimbang ke halaman beranda.
  7. Bedakan teks jangkar dengan teks lainnya pada website maupun konten Anda.

Jika ingin menambahkan teks anchor baru ke artikel yang sudah ada, ada baiknya untuk menambahkan sejumlah konten tambahan yang baru dan fresh (segar).

Baca juga: Penjelasan Google: Kenapa Website dengan Praktik SEO Buruk Dapat Peringkat Tinggi

Mengenal Jenis-jenis Anchor Text

Berikut adalah beberapa jenis dari teks jangkar yang perlu Anda ketahui sebelum membuatnya:

1. Branded Anchor

Ketika teman-teman menjadikan nama brand (merek) sebagai anchor text, seperti “ApriDesain” di tautkan ke halaman beranda website ApriDesain.id.

2. Naked URL

Jenis anchor text yang pada dasarnya adalah URL, contoh: “apridesain.id ” atau “https://www.apridesain.id/”.

Jenis ini bisa dibilang tidak terlalu ramah / familiar untuk pengguna dan juga tergantung pada konteksnya. Jadi sebaiknya jangan sering-sering menggunakan jenis ini.

3. Exact Match

Jenis yang menggunakan kata kunci percis (sangat cocok), contoh: “belajar seo” yang mengarah ke konten website tentang belajar seo.

4. Partial Match

Partical match adalah jenis anchor text yang mengandung sebagian dari kata kunci, contoh: “belajar seo pemula lengkap” atau “belajar seo mulai dari NOL”.

5. Generic (Generik)

Jenis teks anchor ini biasanya digunakan untuk halaman download file. Contohnya adalah seperti: Klik Di Sini, Download Di Sini, dst.

6. Image Anchor (Gambar)

Sudah tahu tentang apa itu alt image?

Alt image adalah teks alternatif dari sebuah gambar yang dilampirkan di dalam website.

Search engine sendiri menjadikan alt image tersebut sebagai teks jangkar setiap kali sebuah gambar ditautkan. Jadi penting untuk mengoptimasi alt image pada file gambar yang Anda unggah.

Penutup

Golden rule (aturan emas) dalam optimasi anchor text adalah “Keep it Natural!”, buatlah senatural mungkin.

Terdapat beberapa analisis dan penelitian terkait angka atau rentang persentase yang harus dimiliki dari setiap jenis anchor text.

Menurut sumber berikut, dalam beberapa kasus, sekitar 50% teks jangkar harus diberi nama merek, sedangkan 50% lainnya merupakan naked URL, exact match dan partial teks, hingga teks jangkar yang generik.

Atau bisa kita simpulkan praktik terbaiknya adalah sama persis dengan praktik terbaik untuk pengoptimalan teks tautan yang alami, seperti mendapatkan backlink dari website lain.

Demikian artikel mengenai teks jangkar, jenis, dan cara optimasinya ini. Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tuliskan pesan Anda di kolom komentar atau hubungi kami di halaman kontak ini.

Tinggalkan komentar