Pengertian Animasi, Sejarah, Fungsi, Jenis dan 5 Contohnya, Sudah Tahu?

Sering mendengar istilah animasi atau mungkin pernah lihat? Lalu apa itu animasi? Yuk cari tahu jawabannya di sini.

Kenapa? Karena di sini akan diulas secara lengkap mulai dari definisi animasi, jenis, fungsi, hingga contoh-contohnya yang pastinya keren.

Tentunya akan sangat bermanfaat bagi kamu yang sedang belajar atau berminat untuk terjun langsung menjadi animator (pembuat animasi).

Daripada berlama-lama, yuk lanjutkan membaca sampai tuntas agar wawasan kita bertambah.

Baca juga: Pengertian Desain Grafis dan Contohnya

Apa itu Animasi?

Sering kita mendengar istilah ini, atau bahkan melihatnya langsung, tapi kita belum atau tidak tahu apa definisinya.

Pengertian animasi adalah teknik memotret gambar atau posisi gambar atau model atau objek secara berurutan untuk menciptakan ilusi gerakan ketika film ditampilkan secara berurutan.

Definisi lainnya dari animasi adalah metode di mana gambar dimanipulasi untuk tampil sebagai gambar yang bergerak.

Dan lebih spesifiknya lagi animasi juga berarti kegiatan memanipulasi gambar elektronik dengan menggunakan komputer untuk membuat gambar bergerak.

Kata Animasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Mengutip dari situs KBBI, animasi ialah:

“Acara televisi yang berbentuk rangkaian lukisan atau gambar yang digerakkan secara mekanik elektronis sehingga tampak di layar menjadi bergerak”

Asal Kata Animasi

Kamu sudah tahu asal kata dari kata animasi ini?

Jika belum kami akan coba tuliskan secara singkat.

Kata animasi sebetulnya bermuara pada sebuah kata dari bahasa latin yaitu: animationem (nomina animatio). Arti animationem adalah menghidupkan atau memberi jiwa.

Kesimpulan

Dari berbagai penjelasan di atas akhirnya kita tahu apa itu pengertian animasi.

Jadi kalau kamu pernah menonton kartun macam Upin-ipin, Adit Sopo Jarwo, dll, maka itulah yang disebut dengan animasi.

Animasi sendiri banyak jenisnya lho! Untuk tahu jawabannya, silahkan lanjut membaca.

Baik sekarang kita masuk ke bagian sejarah animation.

Baca juga: Mengenal Apa itu Flat Design

Sejarah Animasi

Sejarah animasi dimulai pada 20 Juli 1887 di Perancis.

Insinyur otodidak Charles-Émile Reynaud menciptakan dan mempresentasikan Praxinoscope pertama pada 28 Oktober 1892.

Ia memproyeksikan film gmabar bergerak pertama di depan umum, Pauvre Pierrot, di Musée Grévin di Paris.

Film ini juga terkenal sebagai contoh pertama dari perforasi film yang digunakan.

Karya Praksinoskop Emile Reynaud, 1877, France:

Karya Emile Reynaud, the cartoon “The patient Pierrot”, 1892:

Sangat menarik ya? Baik kita lanjut.

Kamu tahu kartun kan? Tahukah kamu bahwa:

Kartun pertama (di dunia) hadir dengan durasi hingga lima belas menit, digambar dan dilukis dengan pantomim tangan.

Itupun, seharusnya bisa diterapkan dengan suara, dan sinkron dengan gambar. Lebih lanjut lagi, Raynaud juga membuat kartun di mana dalam produksinya digunakan foto dan gambar.

Kemudian ada orang lain yang memberikan kontribusi pada pengembangan animator serta menciptakan lukisan dalam berbagai genre dan teknik.

Perkembangan animasi yang aktif dimulai pada awal abad ke-20. Dalam satu saat beberapa orang independen secara terpisah satu sama lain mulai membuat animation.

Georges Méliès secara tidak sengaja menemukan teknik pemotretan “stop-motion“.

Maksud dari teknik stop-motion ini adalah Méliès memotret adegan kemudian mengubah adegan berikutnya dan memotret lagi dan seterusnya.

Kemudian, setelah mengubah bingkai secara cepat munculah animation effect.

Karya George Mellis, “Rubber Head”, 1902:

Lalu ada James Stuart Blackton yang menciptakan animated smoke (asap) pada tahun 1906.

Dilanjutkan dengan  Winsor McCay yang membuat kartun pertama pada tahun 1906. Salah satu karya pertama Winsor McKay adalah “Dinosaur”, di tahun 1914.

Kemudian ada Walt Disney, Walt Disney adalah orang pertama yang menggunakan suara dalam animasi.

Walt Disney merupakan seorang yang mempelopori penggunaan warna dalam animasi. Pionir nih!

Salah satu penemuan Disney yang paling menakjubkan adalah animation stand yang membantu untuk mendapatkan efek paralaks, bentuk figur yang memanjang, depth (kedalaman) dan fuzziness (ketidakjelasan).

Di studio ini banyak tercipta karakter animasi terkenal seperti:

  • Mickey Mouse
  • Mini Mouse
  • Donal Bebek
  • Desi Bebek
  • Pluto
  • Goofy
  • Boris, dll

Hingga akhirnya keberhasilan komersial animator tersebar ke seluruh dunia dan menginspirasi orang-orang untuk juga membuka studio animasi.

Sampai di tahun 1930 sudah ada banyak studio animasi yang terbentuk seperti Universal Pictures, Paramount, Warner Brothers, dll yang masih beroperasi sampai sekarang.

Terus berlanjut pada animation studio di tahun  60-70an yang mulai menggunakan teknologi komputer yang dibuka oleh para ilmuwan dari universitas dan seniman.

Penelitian atau penemuan grafik komputer pertama kali dilakukan pada tahun 1963 di Massachusetts Institute of Technology (MIT) ketika Ivan Edward Sutherland menemukan Sketchpad.

Sketchpad sendiri adalah sebuah program inovatif yang memengaruhi bentuk-bentuk alternatif interaksi dengan komputer.

Hingga kini hadirlah beberapa terobosan dan teknologi dalam perkembangan animasi yang bisa kita lihat dan nikmati.

Bagaimana? Luar biasa sekali ya sejarah animasi ini?

Baik kita lanjut, sekarang kita akan masuk ke pembahasan fungsi-fungsinya.

Baca juga: Jenis-jenis Logo yang Wajib Diketahui

Fungsi Animasi

Harap diperhatikan, fungsi animasi yang hadir ini tergantung dari tujuan pembuatannya.

Jadi kita akan menemukan beberapa hal yang mungkin berbeda dari sebagian pendapat orang.

Apa sajakah fungsi dari animasi? Mari cek listicle di bawah ini:

1. Sebagai Sarana Edukasi

Bukan hanya sekedar gambar yang bergerak tanpa maksud, fungsi animasi sebagai media edukasi sangatlah bisa diterapkan.

Penggunaan animasi mampu mengedukasi audiens lebih jelas dan mudah dimengerti apabila ia dibuat dengan memperhatikan pesan yang ingin disampaikan.

Khususnya bagi anak-anak yang kita tahu menyukai tonton kartun, namun alangkah baiknya jika dibalut dengan pesan pendidikan di dalamnya.

2. Sebagai Saran Presentasi

Jika fungsi sebelumnya adalah edukasi, maka fungsi animasi selanjutnya adalah sebagai media presentasi.

Presentasi dengan tambahan animated object sangat bisa memberikan pemahaman yang lebih lanjut ketimbang hanya menggunakan teks yang tampak kaku dan membosankan.

Selain juga mampu memberikan nilai ketertarikan pada mata para audiens agar bisa fokus pada materi yang dijelaskan.

3. Sebagai Sarana Hiburan

Fungsi animasi yang ketiga namun yang paling terkenal ialah sebagai media hiburan. Kamu pasti setuju ya?

Yaitu menjadi sebab audiens merasakan relaksasi atau kesenangan tersendiri ketika menyaksikan video animasi tersebut.

Kami yakin beberapa dari pembaca tulisan ini cukup familiar dengan produksi animasi semacam:

Nussa, Adit Sopo Jarwo, Toys Story, Finding Nemo, Cars, Upin-ipin, Frozen, Beauty and the Beast, Hotel Transylvania, hingga serial televisi lainnya seperti Larva.

Baca juga: Perbedaan antara Model Warna RGB dan CMYK

Manfaat Animasi

Selanjutnya kita masuk ke pembahasan manfaat animasi, tentunya manfaat secara umum ya.

Untuk tahu lebih lanjut, silahkan baca daftarnya di bawah ini:

1. Dapat disesuaikan untuk Berbagai Audiens

Ketika sedang membuat konten untuk audiens tertentu, sangat penting untuk mengontrol materi iklan yang lengkap untuk memastikan pesan sampai dengan jelas.

Dengan menggunakan animasi dalam video sebuah merek atau iklan, maka kita dapat menentukan siapa audiensnya dan mengembangkan konten yang dirancang hanya untuk mereka.

Selain itu,

Saat membuat penyesuaian atau video animasi yang disesuaikan untuk audiens yang berbeda bisa dilakukan lebih sederhana, dan tidak perlu syuting ulang.

2. Fleksibel

Dengan  animasi, sebuah merek bisa memproduksi konten yang sederhana atau kompleks sesuai kebutuhan mereka.

Berdasarkan rentang harga atau biaya, ia sangat bisa disesuaikan tanpa perlu pusing “biaya wajib” yang terlampau mahal.

Agar lebih hemat, biasanya perusahaan akan menekan pembuatan animasi yang sederhana seperti teks bergerak tanpa ilustrasi.

Atau bisa juga dengan tambahan ilustrasi sederhana.

Begitupun sebaliknya, jika memiliki anggaran besar, maka perusahaan bisa membuat animasi yang lebih kompleks dan lebih panjang durasinya.

3. Memperluas Materi Pemasaran yang Ada

Salah satu keuntungan menggunakan animasi ialah kemampuannya untuk memakai materi pemasaran yang sudah dimiliki perusahaan seperti skema warna, logo, dan elemen lainnya di dalam video.

Misalnya, video dapat menggunakan elemen situs web perusahaan, desain kartu nama atau desain company profile.

Maka dari itu tidak heran jika animation production ini akan terasa mirip dari perpanjangan website, aplikasi seluler, hingga brosur.

4. Penggunaan Voiceover (Pengisi suara)

Tidak seperti syuting film, pembuatan animasi ini tidak memerlukan kegiatan seperti mencari lokasi, mengajukan izin, atau mengadakan casting model seharian.

Dengan mengedepankan pembuatan animasi daripada syuting video, kita juga telah mengatasi padatnya jadwal kerja, rapat, atau kegiatan lainnya.

Untuk menyatukan seluruh cerita, sejumlah variabel dihilangkan dan seorang animator dapat fokus pada pengaturan waktu visual dengan voiceover (pengisi suara) dan background music (musik latar).

Dan apabila ada skrip atau perubahan konten utama selama pascaproduksi, sangat mudah untuk merekam ulang voiceover ketimbang syuting lagi.

5. Menyampaikan Informasi Kompleks dengan Cara Sederhana

Cerita yang paling efektif adalah cerita yang terkoneksi dengan audiens.

Tanpa membangun koneksi, audiens sering kesulitan untuk memahami bagaimana fungsi produk atau layanan.

Itu artinya, salah satu manfaat terbesar dari animasi adalah kemampuannya untuk menggambarkan hal-hal kompleks menjadi sederhana dan jelas.

Semua hal kompleks yang tidak bisa dijelaskan melalui teks atau bahkan video sekalipun.

Baca juga: Bedanya Resolusi PPI, DPI, dan LPI

Macam Jenis Animasi

Sebenarnya ada banyak jenis animasi, tetapi kebanyakan semuanya termasuk dalam lima kategori utama.

Yaitu: Traditional Animation, 2D Animation, 3D Animation, Motion Graphics, dan Stop Motion.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada bagaimana para seniman membuatnya.

Dengan mengetahui berbagai jenis animasi dapat membantu kita untuk memilih karir yang tepat di dalamnya.

Kita akan mulai bahas dari yang pertama.

1. Traditional Animation

Traditional Animation (tradisional) juga dapat disebut sebagai cell animation.

Jenis animasi ini mengharuskan animator untuk menggambar setiap frame dengan tangan untuk membuat adegan dan gerakan.

Proses ini biasanya dilakukan di atas meja yang memungkinkan seniman untuk melihat gambar sebelumnya pada bagian atas lembaran.

Perusahaan terkenal seperti Disney dikenal menggunakan jenis atau tipe animasi ini.

Traditional animation sendiri masih dilakukan hingga hari ini menggunakan bantuan komputer dan tablet khusus gambar digital.

2. 2D Animation

Jenis animasi selanjutnya adalah 2D Animation (2 Dimensi), jenis ini mengacu pada animasi berbasis vektor yang mirip dengan yang digunakan pada Flash.

Style of animation ini semakin populer karena teknologinya sangat mudah diakses.

Meskipun para seniman memiliki pilihan untuk mengedit frame by frame, animasi berbasis vektor ini memberikan pilihan untuk membuat rig pada karakter dan memindahkan satu bagian tubuh pada satu waktu daripada terus-menerus menggambar ulang karakter.

Hal ini memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi seorang pemula dalam animasi, karena mereka tidak perlu bergantung pada keterampilan menggambar.

3. 3D Animation

Kemudian ada 3D Animation (3 Dimensi) yang juga dikenal sebagai animasi komputer dan saat ini merupakan bentuk animasi yang paling umum digunakan.

Proses 3D animation sangat berbeda dari gaya tradisional, tetapi keduanya membutuhkan seniman untuk menggunakan prinsip gerakan dan komposisi yang sama di dalam pembuatannya.

3D Animation kurang berkaitan dengan menggambar dan lebih banyak berkaitan dengan memindahkan karakter dalam suatu program.

National Science Foundation menekankan betapa beratnya animator 3D harus bergantung pada fisika untuk membuat animasi yang realistis.

Animator membuat keyframe atau gerakan tertentu dan membiarkan komputer mengerjakan sisanya.

4. Motion Graphics

Berbeda dengan jenis animasi yang telah disebutkan sebelumnya, motion graphics (grafik gerak) tidak digerakkan oleh karakter atau alur cerita.

Jenis yang satu ini lebih fokus kepada kemampuan untuk memindahkan elemen grafis, bentuk, dan teks.

Proses ini biasanya digunakan untuk hal-hal seperti promosi televisi, explainer videos (video penjelasan), dan animation logo.

Keterampilan yang diperlukan untuk jenis lainnya tidak berlaku untuk motion graphics, karena ia tidak perlu meniru gerakan tubuh atau ekspresi wajah.

Banyak dari produksi iklan sangat bergantung pada motion graphics, hingga akhirnya menciptakan banyak peluang kerja di posisi ini.

5. Stop Motion

Terakhir ada jenis animasi stop motion yang sebenarnya sangat mirip dengan traditional animation.

Kenapa?

Karena stop motion ini menggabungkan serangkaian gambar diam yang sedikit berbeda untuk menampilkan gerakan.

Perbedaan terbesar antara animasi stop motion dan tradisional adalah stop motion menggunakan fotografi dan menangkap objek nyata bukan hasil menggambar.

Dengan stop motion, seniman mengambil foto suatu objek atau pemandangan dan sedikit menggerakkan objek sebelum mengambil foto lainnya.

Artis mengulangi proses ini berkali-kali sampai adegan selesai dan menggunakan setiap foto sebagai frame of animation.

Bisa dibilang proses ini mirip dengan flipbook foto.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Desain Grafis

Peluang Kerja di Dunia Animasi

Lalu bagaimana dengan peluang kerja dan berkarir di dalam dunia animasi?

Ternyata ada banyak kesempatan atau peluang yang bisa kamu dapat jika ingin fokus pada bidang ini.

Daripada penasaran, yuk simak daftar yang ada di bawah ini:

  • 2D animator
  • 3D animator
  • Background artist
  • Character animator
  • Clean-up artist
  • Digital ink and paint artist
  • Image editor
  • Key frame animator
  • Layout artist
  • Lighting artist
  • Modeler
  • Rendering artist
  • Rigging artist
  • Storyboard artist
  • Texture artist

Kemudian pertanyaanya, “apa saja yang akan kamu kerjakan sebagai animator?”.

Yang akan kamu lakukan dan temui sehari-hari antara lain:

  • Membuat bingkai (frames)
  • Mendesain karakter
  • Menggambar storyboards dan membuat model realistik
  • Menggunakan software komputer
  • Merancang sebuah animated environment (lingkungan animasi) dengan berbagai latar belakang dan objek
  • Bertemu klien
  • Bekerjasama dengan tim termasuk aktor, sutradara, hingga tim lainnya
  • Mengatur gerakan objek agar sesuai dengan skrip maupun soundtrack
  • Menggunakan foto gerakan aktor untuk dianimasikan ke dalam karakter 3D

Itulah lebih kurangnya tentang berbagai hal yang akan kamu lakukan saat menjadi seorang animator, baik bekerja di perusahaan maupun sebagai freelancer.

Baca juga: Perbedaan Logotype dan Logogram (Logomark)

Software untuk Membuat Animasi

Apa sudah yakin untuk terjun di dunia animasi dan menjadi animator?

Jika sudah yakin, selanjutnya kita harus tahu software apa saja yang digunakan di dalam pembuatannya, kemudian mempelajarinya.

Berikut adalah daftar software (perangkat lunak) untuk membuat animasi:

  1. Autodesk Maya
  2. Adobe Animate
  3. Adobe Character Animator
  4. Cinema 4D
  5. Toon Boom Harmony
  6. Houdini
  7. Pencil2D
  8. Blender
  9. After Effects 

Saran kami cobalah untuk fokus pada satu software terlebih dahulu sampai benar-benar menguasainya. Software Blender sepertinya sangat menarik ya?

Baca juga: Perbedaan Format Vektor dan Bitmap

Contoh-contoh Animasi

animasi tradisional
Sumber: Kate Takes Disney
animasi 2D
Sumber: Behance
3d animasi
Sumber: Anna-Mation
Motion Graphics
Sumber: Pinterest
stop motion
Sumber: Pam Smader

Baca juga: Pengertian DKV dan Posisi Kerja Lulusan DKV

Penutup

Bagaimana? Apakah tulisan ini membantu kamu menambah wawasan tentang pengertian animasi, jenis, fungsi, manfaat, contoh, hingga peluang karir pekerjaannya?

Sehingga semakin menguatkan niat kamu untuk menjadi seorang animator?

Harap diingat, setiap bidang mempunyai sisi kelebihan dan kekurangan, dan juga tingkat kerumitannya masing-masing.

Jika sudah memulainya, maka kamu harus berusaha fokus sampai selesai dan menjadi seorang animator profesional.

Ok sampai di sini dulu tulisan ini, sekali lagi semoga bermanfaat ya teman-teman.

Berikan tanggapan kamu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke akun media sosial kamu agar yang lain juga tahu.

Tinggalkan komentar