Definisi Brand Guideline, 3 Contoh, dan Cara Membuatnya

Salah satu elemen penting dalam kesuksesan bisnis adalah brand guideline.

Brand guideline adalah panduan standar untuk mem-build (membangun) dan mengidentifikasi sebuah brand.

Dengan branding guidelines, brand (merek) Anda akan menjadi lebih tertata sesuai dengan goals (tujuan) Anda.

Ingin tahu pengertian brand guidelines lebih lanjut beserta contoh dan cara membuatnya? Yuk baca tulisan ini hingga selesai.

Apa itu Brand Guidelines?

brand guidelines logo pada Tesla
Sumber: medium.com/teamtimelapse

Brand guidelines (panduan merek) adalah suatu proses memastikan materi komunikasi dan marketing (pemasaran) yang dibuat oleh perusahaan dapat mewakili citra brand secara akurat dan konsisten.

Brand guideline terkadang juga disebut sebagai style guide (panduan gaya) atau brand guide (panduan merek).

Apa yang dilakukan oleh brand guideline?

Yaitu menata komposisi desain dan tampilan keseluruhan brand sehingga brand awareness (kesadaran merek) dapat meningkat di masyarakat.

Baca juga: Mengenal Grafika, Fungsi, dan Contoh Produknya

Pentingkah Brand Guideline untuk Bisnis?

brand guideline template
Sumber: Adobe

Jawaban singkatnya adalah penting.

Dengan membuat dan mengikuti brand guidelines, bisnis Anda akan menjadi lebih mudah dalam menentukan konsep desain, warna, dan font saat membuat materi desain maupun konten (artikel, video, dan gambar).

Selain itu, brand Anda akan tampil lebih konsisten sehingga brand identity (identitas merek) Anda semakin jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat sekaligus mencegah terjadinya inkonsistensi dan misinterpretasi brand.

Di tengah jalan, brand guidelines bisa saja mengalami perubahan atau perbaikan.

Jika dalam perjalannya muncul anomali tertentu, maka Anda bisa melakukan perubahan dan perbaikan untuk meningkatkan awareness (kesadaran) masyarakat terhadap brand Anda.

Baca juga: Jenis-jenis Logo yang Perlu Diketahui Para Desainer Logo

Fungsi dan Manfaat Brand Guideline

manfaat brand guidelines
Sumber: Behance

Berikut adalah sejumlah fungsi dan/atau manfaat dari brand guideline yang sayang untuk Anda lewatkan:

1. Menjadi Panduan Standar dari Suatu Brand

Di dunia profesional, sepertinya kita harus mempunyai standar atau panduan dasar agar segala sesuatunya berjalan dengan baik, terkontrol, dan dapat dipantau.

Begitu juga dengan brand, ia harus memiliki panduan dasar ataupun standar agar perencanaannya, prosesnya, dan goals-nya tercapai.

Hasilnya, setiap orang yang bekerja di perusahaan tersebut (contoh: desainer grafis) akan mematuhi dan mengikuti standar brand guidelines tersebut.

Apapun yang desainer grafis buat, mulai dari banner, pembuatan desain logo, hingga flyer, baik untuk postingan website, blog, Instagram, Facebook, hingga media cetak itu akan terlihat selaras.

Apa saja yang selaras?

Yaitu font, warna, kalimat, hingga style desainnya.

2. Menguatkan Brand Recognition

Memiliki warna yang khas dapat meningkatkan brand recognition (pengenalan merek) dengan efektif.

Warna merupakan salah satu dari beberapa objek pertama yang diidentifikasi oleh otak kita dari sebuah brand, dan biasanya merupakan hal yang membuat kita tertarik.

Memiliki warna atau kombinasi warna serasi yang membuat pesan lebih mudah dibaca bukan hanya menarik secara visual bagi konsumen, namun juga dapat meningkatkan jumlah pembaca sebesar 40%.

3. Meningkatkan Customer Trust

Customer trust (kepercayaan pelanggan) Anda adalah bagian terpenting dalam meningkatkan transaksi penjualan.

Tanpa rasa percaya, pelanggan Anda kemungkinan akan meninggalkan produk-produk Anda.

Anda bisa memanfaatkan media sosial dan layanan jasa SEO untuk meningkatkan customer trust tersebut, dibarengi dengan penerapan brand guidelines yang sudah dibuat.

4. Dapat Meningkatkan Loyalitas

Gunakanlah brand guidelines Anda, sehingga bukan hanya kepercayaan pelanggan yang tercipta, tapi juga loyalitas pelanggan.

Ketika mereka membuka website Anda, mereka melihat warna A dan font B, lalu di media sosial mereka juga melihat yang sama.

Nah, hal tersebut akan membekas di benak mereka dan membuat brand Anda selalu diingat dan mungkin menjadi pikiran pertama ketika mereka ingin membeli produk yang terkait dengan bisnis Anda.

5. Meningkatkan Revenue

Dalam studi Forbes menunjukkan bahwa suatu bisnis rata-rata mengalami peningkatan pendapatan sebesar 23% ketika mereka memiliki brand consistency (konsistensi merek) di semua platform yang mereka pakai.

Inilah salah satu poin penting dari pembuatan dan penerapan brand guidelines secara konsisten, show me the money!

Baca juga: Apa itu Typeface dan Font? Serupa atau Beda?

Komponen-komponen di dalam Brand Guideline

tata letak elemen brand guideline
Sumber: nikkimgroup.com.au

Brand guidelines tidak lepas dari komponen-komponen pendukung di dalam pembuatannya. Apa saja komponennya? Mari kita cek bersama-sama:

Logo adalah wajah dari sebuah brand. Apa yang Anda pikirkan ketika melihat logo ini?

logo ibox reseller apple
Sumber: Centralparkjakarta.com

Yap, itulah pentingnya logo untuk dimasukkan sebagai elemen dari brand guideline. Seperti apa panduan ukurannya, kode warnanya, penempatannya, font-nya, dsb.

2. Typografi (Tipografi)

Panduan standar tata huruf yang perlu Anda dokumentasikan secara menyeluruh. Contohnya dimulai dari:

  • Jenis font
  • Ukuran font
  • Tingkat ketebalan penggunaannya
  • Hingga warna dari font tersebut

3. Color Palette (Palet Warna)

Buatlah panduan palet warna yang umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu primary color (warna utama) dan secondary color (warna kedua). 

Anda juga harus memasukan kode warna untuk masing-masing mode warna, apakah itu RGB atau CMYK.

RGB digunakan untuk keperluan digital, sedangkan CMYK digunakan untuk keperluan cetak.

Baca juga: Arti Warna dan Filosofinya Pada Desain

4. Brand Voice atau Brand Tone

Elemen yang berisi panduan pemilihan kata dan kalimat yang dipakai untuk menyampaikan informasi, pesan, maupun value (nilai) dari sebuah brand.

Tentukan apakah kata-kata dan kalimatnya kasual atau formal, sesuaikan dengan target audiens bisnis Anda.

5. Imagery (Pencitraan)

Komponen brand guidelines selanjutnya adalah imagery, yang merupakan panduan pencitraan terkait semua hal yang digunakan untuk menyampaikan kesan dan pesan dari sebuah brand.

Contoh imagery adalah foto, icon (ikon), watermark (tanda air), clipart dan seterusnya.

6. Brand Stationery

Brand stationery merupakan komponen yang berkaitan dengan kartu nama, kop surat, hingga stempel.

Ingin mendapatkan impression yang positif dari audiens Anda?

Cobalah untuk membuat desain stationery yang menarik, rapi, dan terkonsep secara profesional.

7. Style Media Sosial

Bagaimana postingan Anda disajikan dan disampaikan ke audiens juga harus memiliki pedoman.

Mulai dari ukuran postingan, layout design, warna, hingga font.

Misalnya di Instagram, pikirkan apakah Anda akan mengunggah postingan jenis carousell, postingan tunggal, reels, atau bahkan gabungan dari ketiganya.

Kenapa?

Agar brand recognition dan brand awareness Anda terus meningkat dan tetap terjaga.

Baca juga: Fungsi Logo bagi Perusahaan

Cara Membuat Brand Guideline

contoh cara membuat brand guideline
Sumber: Shutterstock

Disclaimer, cara membuat brand guideline ini bisa jadi berbeda tergantung pada pendekatan dan tujuannya.

Namun dalam panduan ini, Anda akan mempelajari cara membuatnya secara umum. Kita mulai dari langkah yang pertama:

1. Brainstorming untuk Menggali Ide dan Mencari Inspirasi

Kumpulkan semua gagasan atau ide yang Anda dan rekan-rekan Anda miliki, baiknya tentukan waktu yang luang dan bertahap agar proses ini terlaksana dengan baik juga tepat.

Dan jangan lupa untuk melakukan riset dan mencari inspirasi secara online maupun offline.

Secara online Anda bisa mengunjungi website Behance untuk mendapatkan ide-ide desain tersebut, sedangkan secara offline Anda bisa mengunjungi store kompetitor atau bisnis yang serupa dengan Anda.

Tuangkan semua gagasan Anda di dalam satu catatan agar semuanya terangkum dan pada akhirnya bisa Anda pilih mana yang paling sesuai dan pas untuk brand guidelines bisnis Anda.

2. Memilih dan Menentukan Elemen Penting untuk Brand Guideline

Setelah ide sudah didapat, sekarang saatnya untuk memilih elemen yang perlu dimasukkan ke dalam brand guideline.

Satu yang tidak boleh Anda lewatkan adalah logo, karena seperti yang sudah dijelaskan di atas logo adalah wajah dari sebuah brand.

Kemudian pilih elemen-elemen lainnya seperti jenis font, warna, hingga imagery lainnya.

3. Membuat Pedoman untuk Masing-masing Produk dan Elemen

Katakanlah perusahaan Anda memiliki beberapa produk.

Oleh karena itu, masing-masing produk tersebut perlu Anda buatkan panduan mereknya secara menyeluruh.

Jika produk A diperuntukkan untuk remaja, maka buatlah panduan merek yang merepresentasikan target pelanggan Anda.

Contoh: Pemilihan warna yang playfull, pemilihan kata-kata yang terkesan akrab, dsb.

Jika produk B ditargetkan kepada lansia, maka buatlah panduan merek yang mendukung mereka.

Contoh: Pemilihan warna yang calm (tenang), mature (dewasa), pemilihan kalimat yang formal, dan seterusnya.

4. Membuat Outline Brand Guideline

Terakhir apabila tahap-tahap sebelumnya sudah dilakukan adalah memulai membuat outline-nya.

Anda bisa menggunakan tools design seperti:

  • Adobe Creative Cloud
  • Inkscape
  • Gimp
  • Figma
  • Hingga Canva

Jika Anda bukan bagian desain, maka perintahkan staff desain Anda untuk mengerjakannya.

Bagaimana Jika Anda tidak punya tim desain?

Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan layanan jasa branding di ApriDesain.

Baca juga: Mengenal Vektor dan Bitmap Serta Perbedaannya

Contoh Brand Guideline

contoh brand guideline Volition
Sumber: bluetifuldesign.com

Setelah mempelajari pengertian brand guidelines, fungsi, dan komponen-komponennya, tidak lengkap rasanya jika tidak disertai dengan contohnya.

Berikut adalah contoh brand guidelines dari brand-brand ternama yang bisa Anda jadikan inspirasi:

Vans

Berikut adalah contoh brand guidelines dari sisi logo untuk perusahaan fashion ternama yaitu Vans.

contoh brand guideline Vans
Sumber: manypixels.co

Apple

Tidak lengkap rasanya tanpa memasukkan perusahaan teknologi ternama di dunia ini.

contoh brand guideline Apple
Sumber: manypixels.co

Firefox

Last but not least, ada pedoman merek dari Firefox yang cukup apik dan bagus untuk ditampilkan.

contoh brand guideline Firefox
Sumber: manypixels.co

Demikian artikel mengenai pengertian brand guideline, contoh, dan cara membuatnya ini. Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tuliskan pesan Anda di kolom komentar atau hubungi kami di halaman kontak ini.

Punya brand restoran dan ingin memiliki logo? Kunjungi halaman jasa desain logo restoran (rumah makan) ini, dan dapatkan mini audit serta konsultasi gratis.

Referensi:

https://niice.co/glossary/brand-guidelines

https://www.adobe.com/express/learn/blog/why-you-need-brand-guidelines

https://www.manypixels.co/blog/brand-design/brand-guides

Tinggalkan komentar