Yakin Sudah Tahu Typeface dan Font? Serupa atau Beda?

Bagi kamu yang belajar desain pasti cukup sering mendengar istilah typeface dan font. Pertanyaanya, apa kamu tahu perbedaan antara typeface dan font?

Jika belum tahu silahkan baca tulisan ini sampai akhir, karena akan ada informasi menarik dan bermanfaat untuk kamu.

Ok, lanjut. Secara umum kita (para desainer) hanya tahu tentang font saja, khususnya bagi para desainer pemula dan orang awam.

Padahal jika ditela’ah lebih lanjut, ternyata lebih dari sekedar font lho! Ada juga typeface, lalu ada juga tipografi.

Lalu, sebenarnya apa sih perbedaan antara typeface dan font? Yuk simak jawabannya di tulisan ini.

Baca juga: Deretan Koleksi Font Tipografi, Unduh Gratis!

Pengertian Tipografi

Tipografi adalah adalah seni menyusun huruf dan teks sedemikian rupa sehingga salinannya dapat dibaca, jelas, dan menarik secara visual bagi pembaca.

Tipografi melibatkan gaya font, tampilan, dan struktur, yang bertujuan untuk membangkitkan emosi tertentu dan menyampaikan pesan tertentu.

Singkatnya, tipografi ialah yang membuat teks tampak hidup dan menarik.

Tipografi dapat diterka berasal dari abad ke-11. Sebelum era digital, tipografi merupakan kerajinan khusus yang terkait dengan buku dan majalah, dan akhirnya menjadi pekerjaan umum.

Pengertian Typeface

Typeface adalah suatau rancangan karakter dari huruf-huruf dengan entitas keunikan, karakteristik, wajah, hingga perbedaan bentuk dalam perancangan kelompok huruf agar dapat dibedakan dengan jenis huruf lainnya.

Typeface mulai digunakan di awal-awal percetakan untuk menjelaskan karakter yang mempunyai fitur desain yang serupa.

Contohnya, Helvetica adalah jenis typeface berkarakter yang memiliki karakteristik desain yang sama.

Sama halnya dengan Times New Roman merupakan jenis typeface berkarakter yang mempunyai karakter yang mirip atau serupa.

Baca juga: Font Keren untuk Logo

Pengertian Font

Font adalah kumpulan dari format lengkap jenis huruf, simbol, angka, bentuk dan karakter model dengan ukuran dan karakteristik khusus pada sebuah perangkat lunak atau program.

Font itu tentang berat (weight), gaya (style), ukuran (size), dan efek (effect) dari typeface tertentu.

Umumnya setiap typeface menyertakan sejumlah font di dalamnya.

Contohnya, typeface Helvetica memiliki 51 font dengan gaya, ukuran, dan berat yang beraneka macam.

Format Font

Secara umum format atau ekstensi font yang sering kita jumpai antara lain ialah OTF dan TTF.

TTF alias True Type Font.

Dibuat oleh Microsoft dan Apple pada tahun 1980-an dan sekarang telah menjadi file font paling terkenal.

TTF mencakup semua yang diperlukan untuk dilihat pada layar monitor dan dicetak, hebatnya langsung dengan menggunakan file yang sama.

OTF alias Open Type Font.

Hasil dari pengembangan TTF pada akhir 1990-an oleh perusahaan yang sama yaitu, Apple dan Microsoft.

Ia mampu menyimpan hingga 65.000 karakter termasuk karakter khusus, huruf, angka dan Glif (Glyph) dengan fitur tipografi yang diperluas.

OTF berguna saat bekerja dalam waktu yang sama dengan banyak bahasa. Karena alasan tersebut, terkadang harganya sedikit lebih mahal dibanding ekstensi TTF.

Baca juga: Beda Instagram Bisnis dan Biasa

Perbedaan Typeface dan Font

typeface dan font
Typeface: Poppins. Font: Poppins Medium

Cara mudah membedakannya adalah:

Times New Roman itu typeface, sedangkan Times New Roman regular italic itu font-nya.

Jadi pada intinya typeface itu adalah font family yang terdiri dari font, dengan setiap gaya (style) font menjadi anggota individu dari font family.

Contoh font style antara lain:

  • Regular
  • Italic
  • Bold
  • Black
  • Conceded

Faktanya, dalam dunia pengembangan web, istilah typeface sudah diganti dengan class name: font-family.

Jadi sekarang semakin jelas kan?

Baca juga: Inspirasi Desain Kemasan Dijamin Unik dan menarik

Mengapa Typeface menjadi Sinonim dengan Font

Jenis huruf dan font mulai digunakan secara bergantian saat munculnya desktop publishing.

Di mana konvensi penamaan dalam sistem operasi dan berbagai aplikasi menggunakan istilah “font” dalam menu mereka, bukan “typeface”.

Jadi ketika kamu mengunggah font ke library di Windows, maka tulisan yang tampil bukan typeface, melainkan font.

Lalu, baik Adobe maupun Google sendiri menawarkan perpustakaan font, bukan perpustakaan typeface.

Cara-cara di atas telah mengaburkan garis perbedaan antara jenis huruf (typeface) dengan font.

Dan dalam penggunaan sehari-hari, istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, sehingga membuatnya semakin samar.

Baca juga: Mau Tahu Tren Desain Grafis Terbaru? Cek di sini!

Contoh Typeface dan Font

Typeface: Arial.

Font: 16pt Arial Bold.

Typeface: Roboto.

Font: Roboto Thin, Roboto, Light, Roboto Regular, Roboto Medium, Roboto Bold, Roboto Black.

Typeface: Helvetica.

Font: Helvetica Regular, Helvetica Oblique, Helvetica Light, Helvetica Light Oblique, Helvetica Bold, Helvetica Bold Oblique.

Typeface: Arial.

Font: Arial Regular, Arial Italic, Arial Bold.

Typeface: Raleway.

Font: Raleway Dots, Raleway Thin, Raleway Regular, Raleway Heavy.

Typeface: Avenir.

Font: Avenir Book, Avenir Roman, Avenir Book Oblique, Avenir Oblique, Avenir Light, Avenir Light Oblique, Avenir Medium, Avenir Medium Oblique, Avenir Heavy, Avenir Heavy Oblique, Avenir Black, Avenir Black Oblique.

Sumber:

Career Foundry

Design Tutsplus

356 Labs

Tinggalkan komentar