Tipografi merupakan sebuah topik yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan desainer grafis hingga pelajar atau para mahasiswa DKV (Desain Komunikasi Visual).
Dalam bidang desain grafis tipografi adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari penataan dan pemilihan font (huruf) agar dapat sesuai dengan aturan pada suatu ruang dan bertujuan untuk menghasilkan kesan yang telah ditentukan.
Oleh karena itu, tipografi sangat berperan penting dalam membantu para pembaca agar tetap nyaman dan menikmati sebuah karya tulis maupun desain.
Agar tidak semakin penasaran, ApriDesain akan mengajak teman-teman untuk membaca artikel pengertian tipografi ini sampai selesai untuk menambah pengetahuan kita bersama.
Baca juga: Wajib Punya! Kumpulan Jenis Font untuk Hasil Desain yang Keren
Apa itu Tipografi?

Dikutip dari Britannica, pengertian typography (tipografi) adalah suatu seni yang melibatkan pengelolaan jenis huruf dalam berbagai kombinasi font, ukuran, dan spasi.
Hasil dari seni ini pada akhirnya akan menghasilkan tampilan huruf yang menarik dan nyaman dibaca oleh mata audiens.
Di dalam penerapan tipografi ini, desainer dituntut untuk melakukan pola setting antara font, struktur, hingga layout (tata letak) yang tepat agar dapat memancing rasa emosi tertentu dan mampu menyalurkan pesan ke si pembaca.
Apabila kita simpulkan secara sederhana, tipografi adalah sebuah teknik yang mampu membuat teks terasa tampak hidup.
Jika Anda seorang desainer grafis, maka Anda diwajibkan untuk mempelajari dan menguasai ilmu tipografi ini, apalagi di era digital yang semuanya serba cepat dan mudah diakses.
Kini banyak bermunculan font baru yang membuat pilihan jenis font semakin beragam bagi para desainer grafis.
Dan oleh sebab itu dapat memudahkan para graphic designer (desainer grafis) dalam menemukan font yang sesuai untuk sebuah karya desain.
Sejarah Tipografi

Sejarah tipografi dimulai ketika ditemukannya sebuah gambar piktogram. Piktogram yang ditemui merupakan gambar sederhana, polanya mirip fisik aslinya dan digunakan dalam penyampaian pesan tertentu.
Bangsa Viking Indian Sioux dan Norwegia merupakan sosok yang menggunakan Piktogram dalam menyampaikan pesan mereka.
Akan tetapi dikarenakan visual gambarnya menciptakan banyak arti, lalu dikembangkanlah ia sampai akhirnya hadir kesepakatan penggunaan simbol-simbol untuk merefleksikan suatu huruf pada Abad 1300 SM di Mesir.
Pada masa itu jenis huruf Hieratia berkembang dan lebih dikenal dengan sebutan Hieroglif.
Dari jenis huruf tersebut tipografi bertransformasi dan menjadi awal sejarah bentuk tipografi Demotia yang dapat ditulis dengan pena khusus.
Setelah itu tipografi Demotia ini semakin berkembang mulai dari Pulau Kreta sampai Yunani, dan semakin menyebar ke segala penjuru Benua Eropa.
Di masa orang-orang Romawi mendatangi Roma pada abad 8 SM, terjadilah sebuah momen perkembangan tipografi.
Kala itu Bangsa Romawi belum memiliki suatu sistem penulisan, hingga akhirnya mereka mempelajari sistem tulisan ketika berhasil menduduki Roma.
Etruria merupakan sistem penulisan yang dipakai oleh penduduk asli Italia, dan mereka (Romawi) berhasil mempelajarinya. Kemudian pada akhirnya mereka mampu menyempurnakan sistem tulisan tersebut.
Sistem penulisan ini sekarang kita kenal dengan sebutan huruf romawi.
Kini di zaman serba digital, tipografi semakin berkembang pesat sampai detik tulisan ini dibuat (30-06-2021).
Apalagi teknologi komputer semakin maju, mempelajari dan penggunaan typography semakin mudah, Anda bisa memilih jenis font apa saja yang disuka dalam sekali klik di komputer.
Baca juga: Unduh Gratis 10 Font Tipografi Keren Berikut
Fungsi Tipografi

Setelah begitu panjangnya sejarah tipografi di atas, sudah pasti tipografi ini memiliki fungsi tersendiri bukan?
Fungsi tipografi yang paling mudah kita temukan adalah sebagai aturan font agar barisan teks tulisan dapat dibaca dengan mudah dan dimengerti.
Ilmu tipografi ini berperan penting terhadap kemudahan pembacaan teks dan kemudahan dalam mengidentifikasi penggalan huruf.
Bayangkan jika teks kalimat ditulis dengan jenis font yang salah atau tidak sesuai? Sudah pasti Anda akan malas membacanya karena membuat mata terasa lebih sakit dan pusing.
Pernah dengar istilah Inggris readability dan legibility?
Readability adalah pengaturan font dan kata-kata untuk membuat konten tertulis mengalir dengan cara yang sederhana dan mudah dibaca..
Sedangkan Legibility adalah mengacu pada seberapa mudah membedakan huruf-huruf dalam pengaturan huruf atau font satu sama lain.
Jika kami rangkum, maka di bawah ini merupakan fungsi tipografi:
- Menarik pandangan konsumen atau pelanggan.
- Menciptakan dan menggugah value dan tone pada merek.
- Mempermudah audiens dalam membaca.
Hal-hal di atas juga bisa dikatakan sebagai manfaat yang didapat oleh audiens kita dari tipografi yang kita buat.
Jenis-jenis Tipografi

Sudah kenal dengan yang namanya Sans Serif? Serif? Atau Roman? Jika belum, pastikan baca jenis-jenis tipografi di bawah ini ya.
Baca juga: Pahami Definisi Iklan, Jenis dan Contohnya
1. Sans Serif
Untuk jenis tipografi yang pertama ada Sans Serif, ia termasuk “sahabat sejatinya” Serif karena sering dibanding-bandingkan.
Font dengan karakteristik serif ini tidak memiliki garis lekukan di bagian lengan atau kaki ujung hurufnya, mempunyai tingkat ketebalan yang solid namun tidak terlalu tebal atau tipis.
Font Sans Serif biasa digunakan untuk produk-produk digital maupun cetak. Ia memiliki nuansa yang kekinian, modern, efisien, efektif, dan kontemporer.
Beberapa contoh dari font Sans Serif antara lain: Verdana, Helvetica, Arial, Gotham, Bebas Neue, Lemon Milk, Poppins, hingga Comfortaa.
Baca juga: Apa Perbedaan Branding dan Marketing?
2. Serif
Jenis tipografi yang satu ini tergolong kedalam jenis huruf yang klasik a.k.a oldschool.
Mengapa dinamakan Serif? Itu dikarenakan ia memiliki lekukan garis tipis pada setiap kaki atau lengan pada ujung hurufnya.
Font family seperti Vogue, Mermaid, New York, hingga Times New Roman bisa dikatakan tergolong dalam tipografi jenis Serif.
Ketika kita membaca teks dengan font serif, kesan yang didapatkan antara lain terasa jadul (klasik), formal, dan kaku sepertinya.
Mungkin saat kecil kita terbiasa melihat font ini digunakan pada surat kabar alias koran.
3. Egyptian
Posisi ketiga ada jenis tipografi Egyptian, biasa juga disebut antique, square serif, mechanistic, dan slab serif.
Merupakan kumpulan jenis huruf yang dapat diidentifikasi oleh bentuknya yang tebal seperti blok atau papan. Ketebalan hurufnya konsisten dan salah satu contoh Egyptian Typography adalah Typo Slab-serif, Rockwell, dan Courier.
Dengan menggunakan font ini Anda bisa memberikan kesan yang kokoh dan tegas.
4. Script
Selanjutnya ada Script sebagai jenis tipografi yang juga sudah cukup terkenal. Script dapat dicirikan dengan tampilannya yang menyerupai tulisan sambung menggunakan tangan.
Semacam tulisan kaligrafi yang digoreskan menggunakan pensil, pena, ataupun kuas khusus. Selain ciri di atas, Script typography juga cenderung menampilkan tulisan agak miring ke kanan.
Beberapa contoh font Script antara lain: Hello, Hello Pirates, Aesthetic Violet, Struck Base, Sunshine, Cream Cake, dst.
Dengan typography Script Anda mampu memberikan kesan yang indah, cantik, dan personal.
5. Decorative
Yang kelima ada jenis tipografi Decorative (Arti: Dekoratif). Typography decorative dikembangkan dengan cara yang cukup bermacam-macam, jadi variasi huruf yang ada sangatlah berbeda-beda.
Font ornamental, font display merupakan sebutan lain dari jenis huruf dekoratif.
Jenis ini sangat cocok dipakai pada bagian judul (headline / title) dan tidak disarankan jika digunakan ke dalam paragraf, karena tingkat readability-nya kurang baik.
Beberapa contoh jenis huruf dekoratif antara lain: Secret Nature, Palm Beach, Moon Star, Sketchup, Cotton Cloud, Brightness, dan lain-lain.
6. Miscellaneous
Ingin kesan yang beda dari biasanya? Maka jenis typography Miscellaneous bisa Anda coba. Miscellaneous mempunyai ciri khas tambahan ornamen atau hiasan pada hurufnya.
Ornamen dan hiasan tambahan ini tidak aneh terjadi, karena ia merupakan pengembangan dari jenis tipografi yang telah ada.
Contoh font Miscellaneous adalah KG Happy, Comic Sans, Fluo Gums, dan seterusnya.
Baca juga: Fungsi Logo bagi Perusahaan
Prinsip-prinsip Tipografi

Typography tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya tanpa adanya prinsip-prinsip yang mengatur di dalamnya.
Jadi sebelum membuatnya, ada baiknya kita mempelajari prinsip tipografi ini. Setidaknya terdapat 4 buah prinsip utama dari tipografi, apa saja? Mari cek daftarnya di bawah ini.
1. Readability (Keterbacaan)
Readability adalah ukuran seberapa mudah sebuah teks dibaca oleh audiens. Ini dapat mencakup unsur-unsur kompleksitas, keakraban, dan keterbacaan.
Rumus readability biasanya melihat faktor-faktor seperti panjang kalimat, kepadatan suku kata, dan keakraban kata sebagai bagian dari perhitungannya.
Baca juga: Tren Desain Grafis Terbaru
2. Legibility (Keterbacaan Huruf)
Legibility adalah ukuran seberapa mudah untuk membedakan satu huruf dari yang lain dalam jenis tipografi tertentu.
Biasanya legibility menjadi perhatian seorang creator typography, yang harus dipastikan bahwa setiap individu karakter tidak ambigu dan dapat dibedakan dari yang lainnya.
Keterbacaan juga tentang memilih jenis huruf yang tepat dengan ukuran yang tepat.
3. Clarity (Jelas atau Mudah Dipahami)
Clarity adalah sebuah kapasitas huruf yang dipakai dalam sebuah gambar desain, apakah mampu dimengerti, dipahami, dan dibaca oleh audiens yang ditargetkan.
Unsur wajib agar clarity berjalan dengan lancar adalah pemilihan tepat pada warna, hirarki visual, dan tipe huruf, dan seterusnya.
4. Visibility (Visibilitas)
Visibility adalah kapasitas suatu kata, kalimat, dan huruf dalam sebuah gambar desain mampu terbaca pada rentang jarak tertentu.
Begini, penggunaan jenis dan ukuran font pada judul brosur pasti akan berbeda dengan penggunaan jenis dan ukuran font pada judul baliho atau spanduk iklan di pinggir jalan.
Setiap hasil desain haruslah memiliki target jarak membaca. Jadi, pastikan untuk memilih jenis font dan ukuran font yang tepat sesuai tujuannya dan penggunaanya agar desain Anda mampu berkomunikasi.
Contoh Tipografi






Tips Penerapan Tipografi pada Desain
Sekali lagi kita sama-sama belajar, sebagai sesama pelajar kami ingin membagikan tiga tips penggunaan tipografi ke dalam desain grafis. Apa saja? Simak daftarnya di bawah.
1. Evaluasi Materi Teks
Sebagai seorang desainer grafis profesional, Anda diharuskan fokus, teliti, dan sabar. Kumpulkan semua materi yang diberikan oleh atasan ataupun klien, baik itu materi gambar, teks, dan yang lainnya.
Baca dengan seksama materi teks tersebut, lalu sortir kalimat tersebut ke dalam bagian-bagian, kemudian pikirkanlah penempatan setiap bagian teks tadi.
Jangan terburu-buru, biasanya kesalahan yang sering terjadi saat menata tata letak teks adalah karena desainer tidak sabaran.
Harap diingat, sedikit memakan waktu akan lebih baik daripada cepat namun hasil desain buruk dan tidak mampu memberikan pesan yang seharusnya.
2. Tentukan Warna yang Tepat
Lalu yang kedua, tentukan pilihan warna yang tepat untuk desain. Jangan sampai warna yang Anda pilih tidak kontras, terlalu samar, atau mirip.
Jangan juga memilih warna yang terlalu mencolok, cara menyiasatinya adalah dengan mengkombinasikan warna dasar dengan warna cerah.
Contohnya, warna latar dasar putih, teks hitam, elemen lainnya memakai warna cerah (merah, oranye, kuning, biru, dst).
Pastikan Anda selalu ingat dengan readability (keterbacaan) atau silahkan scroll ke atas untuk membaca ulang sesi prinsip tipografi.
3. Pengaturan Spasi, White Space, dan Alignment
Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah pengaturan spasi, white space, dan alignment. Hal ini dilakukan agar desain yang dibuat tampak rapi, bersih, dan tidak berantakan.
Selalu lakukan testing terlebih dahulu sebelum file desain Anda kirim ke klien ataupun atasan. Jika dirasa kurang rapi, silahkan edit kembali desain Anda.
Tolong diingat poin sebelumnya yaitu: fokus, teliti, dan sabar.
Baca juga: Yakin Sudah Tahu Typeface dan Font? Serupa atau Beda?
Penutup
Sebagai penutup, sampai juga kita di akhir tulisan ini.
Tulisan di atas merupakan penjelasan sederhana dan singkat tentang tipografi mulai dari pengertian, sejarah, prinsip, hingga contohnya.
Bagaimana? Apakah informasi di atas sudah menjawab pertanyaan teman-teman?
Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tulis pesan Anda di kolom komentar, atau jika Anda ingin bekerja sama maupun menjadi sponsor, silakan hubungi kami di sini. Dan follow kami di Instagram dan TikTok untuk belajar dan menambah wawasan desain bersama-sama.
i love youuu
Hai kak, terima kasih! Dan semoga artikel tipografi ini bermanfaat ya.