Apa itu Rendering? Pengertian, Jenis & 9 Softwarenya Gratis

Pengertian Rendering – Rendering berasal dari asal kata render di dalam bahasa inggris. Istilah ini sering kita dengar ketika selesai mengedit video, membuat desain produk atau CAD dan akhirnya di export ke satu file khusus.

Lalu apa itu rendering? Pengertian rendering adalah suatu tindakan mengedit file video atau gambar dengan cara menggabungkan dan mem-build gambar dari sebuah objek secara bersamaan hingga menjadi satu file utuh.

Baca juga:

Jika Anda seorang yang baru belajar mengedit video atau belajar membuat desain 3D, maka istilah ini akan sering Anda dengar setiap hari.

Dalam proses rendering video ataupun gambar saat ini hanya bisa dilakukan di komputer menggunakan software tertentu, contoh: Adobe After Effects, Premiere, hingga Siemens Solid Edge.

Kenapa hanya bisa dikomputer? Karena saat ini hanya komputer dengan spesifikasi tertentu yang mampu melakukan pekerjaan render. Untuk hasilnya pun tergantung dari keahlian Anda, sedangkan untuk berapa lama waktu yang ditempuh untuk merender kembali kepada spesifikasi komputer Anda dan seberapa kompleks / besar file render yang Anda kerjakan.

Apa itu Pengertian Rendering?

Serupa dengan penjelasan di atas, pengertian rendering ialah suatu proses kerja otomatis (sistem aplikasi pada komputer) untuk menghasilkan citra gambar model 2D atau 3D baik realistik maupun non-realistik.

Dilansir dari techopedia, rendering menjadi 2 jenis yakni:

  1. Real-Time Rendering: Teknik rendering yang menonjol yang digunakan dalam grafis dan game interaktif di mana gambar harus dibuat dengan kecepatan tinggi. Karena interaksi pengguna tinggi, pembuatan gambar waktu real-time sangat diperlukan. Perangkat keras grafis khusus dan pra-kompilasi dari informasi yang tersedia dapat meningkatkan kinerja real-time rendering.

    Contohnya: Game Online.
  2. Pra-Rendering: Teknik rendering ini digunakan di lingkungan di mana kecepatan tidak menjadi perhatian dan penghitungan gambar dilakukan menggunakan unit pemrosesan pusat multi-core daripada perangkat keras grafis khusus. Teknik rendering ini banyak digunakan dalam animasi dan efek visual, di mana fotorealisme harus berada pada standar setinggi mungkin.

    Contohnya: Adobe After Effects.

Terdapat tiga teknik komputasi utama yang digunakan untuk jenis rendering di atas, yaitu:

  • Scanline
  • Raytracing
  • Radiosity

Cara agar Rendering dilakukan dengan Cepat

Rendering merupakan proses yang berat jika tidak mau dikatakan lambat, dan mengganggu dari pekerjaan seorang motion graphic, video editing, hingga desainer produk.

Namun ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar proses merender lebih cepat dan ringan.

1. Gunakan Kartu Grafis yang Tepat

Perangkat lunak seperti Premiere, After Effects, Solid Edge merupakan program aplikasi yang sangat sering membebankan kartu grafis (VGA) Anda. Adobe sendiri, khusus After Effects menyarankan untuk menggunakan kartu VGA: GeForce, Quadro, dan kartu VGA Tesla tertentu.

2. Upgrade RAM Pc

Apabila Anda cukup sering menggunakan After Effects, maka wajib bagi Anda untuk meng-upgrade RAM komputer dengan size dan jenis yang tepat. Saran kami setidaknya gunakan RAM minimal 4 GB, dan akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan 32 GB RAM atau lebih tinggi dari itu.

3. Gunakan Solid-State Drive SSD

Solid state drive adalah cara cepat untuk meningkatkan peforma. Tidak hanya kecepatan pada proses rendering, tetapi juga kecepatan keseluruhan komputer Anda secara umum.

Jika Anda membeli hard drive internal atau eksternal dengan harga kurang dari 1,5 juta sekarang saatnya untuk upgrade ke SSD yang lebih berkualitas.

Dengan solid state drive, Perangkat lunak rendering akan dapat memuat aset, mereferensikan cache, dan memuat efek jauh lebih cepat. Pada intinya semua akan berlabuh pada pengurangan waktu render.

4. Gunakan Dua Hard Drive

Saat Anda merender file video / gambar Anda ke hard-drive yang sama dengan tempat proyek Anda disimpan, Anda memaksa hard-drive tersebut untuk melakukan dua pekerjaan secara bersamaan: write dan read.

Meskipun hal tersebut bukanlah sebab menjadikan waktu render melambat, hal ini menyebabkan berkurangnya waktu render. Sebaliknya, coba gunakan satu hard drive untuk menjalankan program dengan aset dan hard drive lain untuk membuat video yang sudah selesai.

5. Hidupkan Multiprocessing

Beberapa software editing, khususnya After Effects memiliki kemampuan untuk merender beberapa frame pada saat yang sama menggunakan beberapa inti pemrosesan.

Secara default, multiprosesing tidak diaktifkan di After Effects, Anda harus melakukannya secara manual. Untuk melakukannya, navigasikan ke After Effects> Preferences> Memory & Multiprocessing.

Layar yang terlihat seperti ini:

multi proses after effects

Cukup klik kotak centang di samping ‘Render Beberapa Bingkai Secara Bersamaan’ dan sesuaikan pengaturan sesuai keinginan Anda.

6. Tutup (Close) Program lain yang Berjalan

Hal ini mungkin sepele, tapi banyak orang yang mengabaikannya. Baiknya sebelum Anda membuat komposisi di aplikasi seperti: AutoCAD, Premiere, & After Effects, Anda harus menutup semua program yang tidak digunakan yang berjalan di komputer.

Hal Ini akan mengosongkan ruang bagi CPU Anda dan memberikan ruang lebih ketika menjalankan aplikasi-aplikasi tersebut.

7. Pilih Codec yang Tepat

Apa itu codec? Kodek atau Codec adalah sebuah program atau perangkat yang mampu mengubah aliran data ataupun sinyal. Codec merupakan lakuran dari coder-decoder.

Kodek dapat mengubah sinyal atau aliran data kedalam bentuk yang terenkode kemudian diterima, atau dapat mendekode bentuk tersebut agar dapat dilihat atau dimanipulasi kedalam bentuk yang lain.

Mengapa harus memilih codec yang tepat?

Contoh: Karena codec yang kurang dikompresi seperti MOV membutuhkan waktu lebih lama untuk dirender di After Effects daripada codec yang lebih kecil seperti H.264 atau ProRes.

Penting untuk memastikan tujuan Anda, untuk apa video Anda akan digunakan setelah selesai di export?

Apakah akan tayang di TV atau hanya disematkan di web? Jika untuk di sematkan pada situs, kemungkinan besar akan terkompresi.

Cara Rendering Video di Adobe Premiere Pro

Sampai di sini kita telah membahas secara singkat seputar pengertian rendering. Sekarang, bagaimana caranya melakukan rendering yang tepat agar hasil video yang kita edit berkualitas dan keren?

Seperti sub-judul di atas, kali ini kita akan bahas proses render di perangkat lunak miliki Adobe, yaitu Adobe Premiere Pro.

Pastikan Anda sudah memiliki aplikasi ini, jika belum silahkan kunjungi halaman ini untuk mengunduh Adobe Premiere Pro gratis uji coba selama 7 hari.

Kami asumsikan Anda sudah memilikinya, lanjut ke proses rendering di bawah.

Render Premiere Pro dengan Adobe Media Encoder

Adobe Media Encoder adalah sebuah software yang biasa digunakan untuk encoding video yang telah di edit melalui Adobe Premiere atau Adobe After Effect.

Ia memiliki fungsi yang sangat berguna untuk menghasilkan output ke dalam berbagai format sesuai kebutuhan Anda.

Untuk langkah-langkahnya sendiri bisa Anda lakukan sebagai berikut:

Adapun langkah-langkah untuk melakukan render video dengan menggunakan Adobe Media Encoder, adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, klik File > Export > Media – Bisa juga dilakukan dengan menekan tombol shortcut (Ctrl + M) di keyboard.
  2. Selanjutnya, akan muncul window Export Settings.
  3. Perhatikan pada bilah bawah window, di sana terdapat tombol bertuliskan Queue di sebelah tombol Export.
  4. Silahkan Anda klik tombol Queue tersebut, lalu pilihlah window Adobe Media Encoder.
  5. Perlu Anda ingat, bahwa Adobe Media Encoder bukanlah mesin perender, jadi nantinya file video Anda akan tetap di render dengan menggunakan fitur Mercury Playback Engine yang secara default tersedia di dalam Adobe Premiere Pro. Juga harus dicatat, penggunaan Adobe Media Encoder ini hanya diperuntukkan agar Anda dapat dengan bebas memilih preset yang beraneka ragam sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, cara ke dua (paling banyak dilakukan):

Render Adobe Premiere Pro dengan Export Media

Aplikasi Adobe Premiere secara default sudah di persenjatai oleh fitur keren seperti Mercury Playback Engine.

Seperti penjelasan sebelumnya, ia berfungsi untuk kebutuhan accelerated render dan juga real-time video editing. Ia juga dapat mengadopsi teknologi optimasi GPU (Graphic Processor Unit).

Untuk caranya, silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Klik ‘New Project’ dengan cara pilih menu File > New -> Project atau bisa dengan tombol shortcut (Ctrl + Alt + N) di keyboard.
  2. Pastikan memberi nama project yang akan Anda dibuat pada bilah Name.
  3. Jangan lupa untuk memilih lokasi penyimpanan project, secara default file hasil render Anda akan disimpan di Local disk C (> Users > Windows User > Documents > Adobe  > Premiere Pro).
  4. Catatan: Jika Anda ingin mengganti tempat menyimpan, maka silahkan klik button Browse , untuk selanjutnya arahkan pada direktori file yang Anda inginkan.
  5. Kemudian, di bagian tab General, kita dapat mengatur ‘Renderer’ untuk proses rendering, yaitu dengan cara penggunaan fitur ‘Mercury Playback Engine GPU Acceleration (OpenCL)’ atau dengan cara penggunaan fitur ‘Mercury Playback Engine Software Only’. Pada bagian ini, kita dapat mengatur beberapa hal penting, semisal display video format, audio format, capture format, dst.
  6. Terakhir, silahkan klik tombol ‘Ok’ apabila proses render sudah selesai dilakukan.

Metode rendering dengan penggunaan fitur Mercury Playback Engine Software Only sebenarnya digunakan dengan tanpa akselerasi optimasi GPU.

Hal ini sama seperti tidak menjadikan GPU sepenuhnya dipakai untuk pekerjaan rendering. Hal ini dilakukan karena dapat membuat pekerjaan render Anda menjadi lebih lambat.

“Saya tidak ingin menggunakan fitur Premiere Pro, bisakah?”

Bisa, silahkan ikuti langkah-langkah di bawa ini:

  1. Click menu File > Export > Media – bisa dengan tombol shortcut (Ctrl + M).
  2. Berikutnya, tampil Window Export Settings.
  3. Di bilah Format, kita bisa langsung pilih format video yang diinginkan.
  4. Pada bilah Preset, Anda bisa langsung memilih setting-an yang tersedia untuk berbagai kebutuhan.
  5. Ingin menambahkan komentar? Tentu bisa. Di bilah Comment, kita dapat langsung memberikan komentar yang akan disematkan pada video.
  6. Selanjutnya, di bilah Export Video dan Audio, pilihan yang tampil di sini dapat kita pakai untuk merender juga mengexport bagian video atau audio saja a.k.a video bisu tanpa audio. Dua opsi yang tersedia juga dapat kita gunakan untuk proses render bagian video dan audio sekaligus.
  7. Perlu Anda ingat bahwa setelah memilih Format beserta Preset, itu berarti Anda sudah mengabaikan settingan lainya pada bilah Video, Audio, Effects, Captions, Multiplexer, dan tab Publish.
  8. Selanjutnya, kita dapat menggunakan fitur Use Maximum Rendering Quality untuk mengecek kualitas video yang akan dihasilkan.
  9. Di bagian opsi Use Previews, apabila di checklist, maka file preview dari video yang telah di generate oleh Adobe Premiere akan digunakan untuk mempercepat proses rendering.
  10. Di bilah Use Frame Blending, apabila di checklist, maka akan menghasilkan video dengan gerakan yang lebih baik, halus, atau mulus. Opsi ini biasanya dipililh apabila video memiliki status frame rate input yang tidak cocok dengan frame rate output-nya.
  11. Pada bagian Import into project, apabila Anda checklist, maka hasil rendering akan di import ke project lain.
  12. Pada bagian pilihan Set Start Timecode, apabila di check, maka kita dapat mengatur timecode selama proses render dilakukan oleh Adobe Premiere Pro.

Mungkin hal-hal di atas tidak dapat membantu jika Anda adalah seorang profesional dan berpengalaman.

Akan tetapi kami membagikan artikel pengertian rendering ini, sekaligus tentang cara proses rendering di salah satu perangkat lunak editing terpopuler dengan maksud agar para pemula bisa memahami dasar-dasarnya.

Setiap permulaan pasti sulit, yang perlu kita lakukan adalah belajar, mencoba, dan terus berlatih. Fokus dan kesabaran akan memberikan hasil optimal, mungkin setelah ini Anda akan menjadi seorang video editor profesional dengan bayaran dollar.

Sekian artikel tentang apa itu rendering? ini, semoga bermanfaat. Silahkan berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah. Good luck!

Bonus

9 Software Rendering Gratis

Sekarang, desain grafis 3Dmemainkan peran yang cukup penting dalam desain artistik. Dengan teknologi yang modern dan canggih, desainer menjadi lebih mungkin dalam membuat dan mempublikasikan desain secara kreatif dan mudah.

Berikut daftar 9 software rendering 3D gratis untuk Anda:

  1. Owlet
  2. Blender
  3. Aqsis
  4. LuxCoreRender
  5. Mandelbulb 3D
  6. Kerykythea
  7. Wings 3D
  8. Appleseed
  9. Arnold

Selengkapnya lihat tabel perbandingan berikut:

software rendering
Sumber: goodfirms.co

Tinggalkan komentar