Apa itu DKV?
Universitas mana saja yang memiliki jurusan DKV nya?
Apakah sulit atau mudah jika teman-teman menjalani perkuliahan di jurusan DKV ini?
Mungkin semua pertanyaan di atas ada di kepala Anda yang sekarang sedang mempertimbangkan ingin masuk jurusan ini.
Jika pertanyaan itu muncul di benak Anda, silakan baca tulisan ini sampai selesai supaya Anda tidak menyesal ketika nanti sudah terjun belajar di jurusan DKV.
Baca juga: Apa itu Poster? Baca penjelasan lengkapnya di sini
Apa itu DKV?

Pengertian DKV adalah singkatan dari Desain Komunikasi Visual. Secara sederhana DKV adalah serangkaian proses mengolah media agar dapat berkomunikasi perihal ungkapan ide dan/atau gagasan/penyampaian informasi yang dapat dibaca ataupun dilihat.
Penamaan Desain Komunikasi Visual tersusun dari 3 buah kata yakni: Desain, Komunikasi, dan Visual.
Penjelasan lebih detail dari masing-masing kata antara lain:
- Desain bermakna suatu proses merancang sesuatu.
- Komunikasi berarti penyampaian pesan informasi / gagasan / ide yang dapat dimengerti oleh satu sama lain.
- Dan Visual yang bermakna suatu objek yang dapat terlihat atau terbaca jelas oleh mata.
Desain Komunikasi Visual merupakan bagian dari cabang ilmu seni terapan, itu artinya DKV harus mengedepankan fungsional dalam kehidupan sehari-hari disertai dengan estetika visual.
Desain grafis merupakan sejarah awal dari DKV, yang seiring berjalannya waktu dianggap tidak relevan lagi dan hasilnya munculah penamaan DKV.
Dilihat secara garis besar, jurusan Desain Komunikasi Visual ini mengharuskan mahasiswa/i untuk mempelajari suatu konsep tentang penyusunan elemen-elemen visual serta berpatokkan pada prinsip-prinsip DKV yang ada.
Sehingga hasil akhirnya nanti mampu berkomunikasi dengan target audiens secara efisien dan efektif dan bisa mendapatkan respon audiens yang dikehendaki.
Contoh Desain Komunikasi Visual
Sebenarnya kita sering menjumpai contoh-contoh hasil karya Desain Komunikasi Visual, namun jarang dari kita yang menyadari bahwa itu adalah hasil karya DKV.
Contoh karya dari DKV yaitu:
- Iklan visual yang tampil di sela-sela acara TV.
- Iklan gambar atau video di Youtube atau Facebook.
- Desain cetak seperti poster, flyer, kaos, brosur, banner, katalog, desain company profile, desain kemasan, hingga desain stationery.
Itu semua adalah sekian dari banyaknya contoh-contoh Desain Komunikasi Visual, cukup menarik ya? Apakah semakin berminta masuk jurusan DKV?
Baca juga: Pengertian Desain Grafis, Jenis, dan Contohnya
Fungsi Desain Komunikasi Visual
Bukan hanya sekedar menjadi prodi (program studi), Desain Komunikasi Visual juga memiliki fungsi yang harus Anda ketahui, yaitu:
Sarana Identifikasi
DKV bisa Anda fungsikan sebagai sarana untuk membuat identitas (misalnya produk atau brand) menjadi lebih mudah dikenal.
Jika brand dan produk sudah mempunyai identitas yang unik, kuat, dan menarik, maka konsumen akan mengenalnya dengan lebih mudah.
Sarana Instruksi dan Informasi
Fungsi DKV selanjutnya adalah sebagai media instruksi dan informasi yang bisa kita lihat di kehidupan nyata seperti simbol-simbol:
- Toilet
- Masjid (Tempat ibadah)
- Penunjuk Arah
- Penunjuk Tempat atau Area
- Marka Jalan, dst
Simbol-simbol yang dibuat tadi memiliki maksud untuk menyampaikan informasi serta instruksi yang dapat membantu dan memudahkan masyarakat.
Sarana Presentasi dan Promosi
Desain Komunikasi Visual juga memiliki fungsi sebagai “alat” penyampai pesan (presentasi dan promosi) yang efektif dan efisien dengan elemen-elemen grafis di dalam suatu desain.
Ditambah lagi dengan penggunaan kata-kata atau kalimat persuasif untuk menarik atensi orang-orang yang melihatnya.
Daftar Universitas Negeri yang Memiliki Prodi DKV
Mau tahu PTN apa saja yang mempunyai program studi Desain Komunikasi Visual di dalamnya? Yuk cek daftarnya di bawah ini:
- ITB (Institut Teknologi Bandung) – Bandung, Jawa Barat.
- ISI (Institut Seni Indonesia) – Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
- ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) – Surabaya, Jawa Timur.
- UM (Universitas Negeri Malang) – Malang, Jawa Timur.
- UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta) – Surakarta, Jawa Tengah.
- ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) – Bandung, Jawa Barat.
- UNM (Universitas Negeri Makassar) – Makassar, Sulawesi Selatan.
Peluang Kerja Lulusan DKV
Setelah menimbang-nimbang untuk memasuki jurusan kuliah DKV ini pasti pertanyaan selanjutnya akan muncul.
“Setelah lulus DKV kerja apa ya nanti?”, atau “Lulusan DKV bisa kerja apa?”
Kurang lebih seperti di atas pertanyaan yang sering diajukan oleh teman-teman sekitar. Lalu posisi apa saja yang bisa diambil oleh Mahasiswa/i jurusan Desain Komunikasi Visual?
Yuk cek daftar posisi kerja lulusan Desain Komunikasi Visual di bawah ini:
1. Menjadi Seorang Ilustrator
Menjadi seorang ilustrator merupakan impian banyak orang, termasuk Anda kah?
Seorang ilustrator adalah seniman yang menggunakan keterampilan kreatif untuk membuat gambar ke berbagai produk cetak dan digital.
Anda kemungkinan akan bekerja sama dengan klien dan tim marketing untuk mengubah ide menjadi konsep ilustrasi yang bagus, keren, dan menginspirasi.
2. Menjadi Desainer Grafis
Desainer grafis? Sudah asingkan? Bekerja sebagai desainer grafis juga menjadi salah satu posisi yang bisa didapat jika Anda lulusan jurusan DKV.
Menjadi seorang desainer grafis mengharuskan Anda untuk mendesain grafis untuk digunakan ke dalam produk media seperti majalah, label, iklan, banner, hingga desain berukuran kecil seperti kartu nama.
Selain harus ahli dalam desain, Anda juga harus peka terhadap briefing yang klien berikan, Anda juga harus bisa berkomunikasi dengan baik.
Selain menyusun elemen grafis, Anda juga dituntut untuk menyusun huruf, tipografi (font family), mencetak desain, hingga memproduksinya.
Jika berhubungan dengan cetak mencetak biasanya Anda akan sedikit pusing untuk mengatur settingannya, lebih baik Anda lempar saja ke percetakan yang Anda percaya.
Tapi pastikan file cetaknya dalam bentuk yang pas seperti jenis / format filenya, besaran DPI atau PPi-nya, sampai resolusi dan size-nya.
Baca juga: Definisi Banner disertai Contohnya
3. Menjadi Desainer Web
Posisi Ini juga menjadi incaran banyak kawan sejawat. Seorang desainer web ditugaskan untuk merencanakan, membuat, dan membuat kode situs web.
Banyak di antaranya menggabungkan teks dengan suara, gambar, grafik, dan klip video.
Seorang desainer web bertanggung jawab untuk membuat desain dan tata letak situs web atau halaman web. Baik untuk situs web baru atau redesain (mengubah situs web yang sudah ada).
4. Menjadi Art Director
Art director bertanggung jawab atas gaya visual dan gambar di majalah, surat kabar, kemasan produk, produk digital hingga produksi film dan televisi.
Di posisi ini Anda diharuskan membuat desain secara menyeluruh dan mengarahkan orang lain untuk mengembangkan karya seni atau tata letaknya.
5. Menjadi Video Editor
Anda hobi nonton film? Mungkin Anda juga ada minat dan bakat menjadi seorang video editor. Posisi editor video bertugas mengambil rekaman mentah yang diambil oleh kru dan sutradara film dan mengubahnya menjadi produk akhir siap tayang.
Itu berarti Anda harus mengikuti aturan alur kerja, naskah, atau daftar pengambilan gambar dan menggabungkan rekaman menjadi satu film atau video yang kohesif (utuh).
Seringkali dalam dunia video dan perfilman, ada banyak sudut kamera atau pengambilan gambar yang direkam.
Pertanyaan Seputar Program Studi DKV
Anda ingin masuk Prodi jurusan DKV? Sebelum benar-benar terjun menjadi Mahasiswa/i Desain Komunikasi Visual, ada baiknya Anda membaca pertanyaan-pertanyaan berikut:
Baca juga: Mau Melamar Pekerjaan? Cek Contoh Desain CV Menarik Simple Ini
DKV itu Fakultas Apa?
Desain Komunikasi Visual alias DKV ini masuk ke dalam Fakultas Seni Rupa dan Desain, disingkat (FSRD).
Jadi akan sangat cocok jika Anda memiliki minat pada bidang gambar, menggambar, atau visualisasi komunikasi lainnya.
Apakah Masuk DKV Harus Bisa Gambar?
Menurut pengalaman sahabat-sahabat tim ApriDesain.id, seseorang yang ingin masuk ke jurusan DKV diharuskan bisa menggambar, baik menggambar menggunakan pensil dan kertas ataupun alat digital drawing seperti pen tablet.
Persiapan Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Kuliah Jurusan DKV?
Karena Anda diharuskan menggambar, jadi bisa dipastikan Anda harus memiliki laptop dengan spesifikasi cukup tinggi untuk menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop atau CorelDRAW.
Anda juga disarankan untuk mempunyai pen tablet seperti Wacom atau merek lainnya.
Apa Saja Mata Kuliah yang Ada Di DKV?
Agar semakin dalam mengenal jurusan kuliah yang satu ini, silahkan cek apa saja mata kuliah untuk jurusan Desain Komunikasi Visual di bawah:
- Dasar-dasar teori DKV.
- Dasar Matra Visual.
- Seni Rupa Dasar 2D.
- Sejarah Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia.
- Pengantar Rekayasa dan Desain.
- Wawasan Budaya Nusantara.
- Bahasa Indonesia.
- Bahasa Inggris.
- Menggambar Etnis.
- Tipografi dan DKV Aplikatif.
- Narasi dan Komunikasi Visual.
- Komunikasi Visual Periklanan.
- Motion Graphic (Grafik Gerak.
- Portofolio Grafis.
- Media Interaktif.
- Fotografi.
- Metode Produksi.
- Dan lain-lain.
Berapa SKS Jika Kuliah Jurusan DKV?
Pertanyaan berapa jumlah SKS kuliah Desain Komunikasi Visual juga sering ditanyakan. Jawabannya:
Silabus program studi Desain Komunikasi Visual memiliki total jumlah 146 SKS, yang bisa Anda tempuh selama 8 semester.
Catatan: Kepanjangan SKS adalah Satuan Kredit Semester.
Baca juga: Apa itu Katalog, Jenis, dan Contohnya?
Apakah Lulusan DKV Bisa Jadi Guru?
Dikutip dari tumpi.id, untuk Anda lulusan DKV dapat menjadi seorang guru di sekolah negeri, dan juga bisa menjadi dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Selain itu, jika Anda berkeinginan menjadi PNS juga bisa dan akan tergabung dalam tim promosi di beragam program yang diadakan oleh pemerintah.
Sebagai penutup, bisa dibilang kuliah jurusan DKV memiliki prospek pekerjaan yang cerah. Apalagi kita sama-sama tahu era digital semakin eksis.
Baca juga: Pengertian dan Contoh Brosur
Mau dengar audio, Anda bisa pakai Spotify, dan aplikasi Spotify ini didesain oleh orang jurusan Desain Komunikasi Visual lho (UI/UX Designer).
Youtube? Apalagi situs web yang satu ini. Banyak orang yang berminat jadi Youtuber karena penghasilan adsensenya.
Pada intinya lulusan Desain Komunikasi Visual tidak usah khawatir tidak memiliki pekerjaan, karena semua hal bisa dikatakan butuh yang namanya tampilan visual.
Bahkan di kehidupan kita sehari-hari pun butuh tampilan visual, contohnya melihat tanda jalan, marka jalan, dan seterusnya.
Sekian tulisan seputar apa itu DKV ini, semoga dapat menjadi inspirasi untuk Anda yang sedang menimbang-nimbang untuk masuk ke program studi Desain Komunikasi Visual.
Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tulis pesan Anda di kolom komentar, atau jika Anda ingin bekerja sama maupun menjadi sponsor, silakan hubungi kami di sini.
Apakah dari SMK jurusan teknik bisa masuk kuliah DKV?
Sepengetahuan saya bisa kak. Tapi, kakak bisa konfirmasi ke Universitas yang dituju ya.