11 Gaya Desain Grafis yang Perlu Diketahui Desainer Grafis

Ingin tahu macam jenis gaya desain grafis yang ada dan umum digunakan?

Nah, di artikel kali ini kami akan melampirkan daftar jenis gaya desain grafis tersebut lengkap beserta dengan contohnya.

Pastikan jangan sampai ada yang terlewat, silakan cek daftarnya sampai akhir ya!

Mengapa Perlu Menentukan Gaya Desain?

Mengenal dan menerapkan graphic design style (gaya desain grafis) merupakan langkah penting dalam membentuk identitas visual yang kuat dan efektif, baik untuk bisnis maupun personal branding.

Teman-teman juga perlu tahu bahwa setiap gaya desain memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda sesuai dengan pesan atau citra yang ingin disampaikan.

Misalnya saja desain minimalis, desain ini tampak clean (bersih) dan sederhana, dan sangat cocok untuk menyampaikan kesan profesionalisme dan elegansi.

Sementara itu desain yang berwarna dan dinamis dapat mencerminkan kreativitas dan energi.

Dengan kata lain, mengenal dan menerapkan gaya desain grafis bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang strategi komunikasi visual yang berdampak langsung pada bagaimana pesan Anda diterima dan dipahami oleh audiens.

Dan apabila Anda menerakan gaya desain grafis yang variatif, maka itu juga akan menjadi portofolio desain grafis yang lebih kuat.

Baca juga: Pengertian Desain Grafis, Prinsip, Jenis, dan Contohnya

Daftar Gaya Desain Grafis yang Perlu Anda Ketahui

Berikut adalah beberapa gaya desain grafis yang teman-teman harus ketahui dan pelajari agar terlihat seperti desainer grafis profesional:

Minimalist (Minimalis)

gaya desain minimalist

Gaya desain grafis yang pertama adalah minimalis, minimalis adalah pendekatan yang berfokus pada kesederhanaan dan efisiensi dalam menyampaikan pesan visual.

Desain ini mengutamakan elemen-elemen yang esensial, sehingga teman-teman sebagai desainer grafis perlu mempertimbangkan untuk menghilangkan semua hal yang dianggap berlebihan atau tidak perlu.

Tujuannya adalah menciptakan tampilan yang bersih, jelas, dan mudah dipahami, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan efektif tanpa distraksi.

Dalam gaya desain minimalis, pemilihan warna, tipografi, dan komposisi benar-benar sangat diperhatikan.

Biasanya, warna-warna yang digunakan adalah palet sederhana dan terbatas, seringkali terdiri dari warna-warna netral atau monokrom, seperti putih, hitam, dan abu-abu, yang terkadang diselingi warna-warna aksen untuk menonjolkan bagian yang penting.

Tipografi yang dipilih juga cenderung sederhana, contohnya sans-serif, untuk menjaga readability (tingkat keterbacaan) dan menjaga kesan modern.

Secara prinsip, moto dari gaya desain minimalis adalah “less is more” atau “sedikit adalah lebih baik”.

Desain minimalis berupaya menciptakan ruang kosong atau white space yang cukup, agar setiap elemen desain mendapat ruang bernapas dan fokus mata tidak terbagi.

Dengan demikian, gaya ini memberikan kesan yang rapi, modern, dan profesional, serta memudahkan audiens untuk fokus pada pesan utama yang disampaikan tanpa terganggu oleh hiasan tambahan.

Melalui gaya minimalis ini, Anda akan mampu menciptakan desain yang timeless (tak lekang oleh waktu) dan mudah diingat, serta memberikan pengalaman visual yang sederhana namun penuh makna.

Baca juga: Peluang Karir Desain Grafis, Bisa Remote!

Flat

gaya desain flat

Selanjutnya ada gaya desain grafis flat (flat design), style atau gaya ini terinspirasi oleh tiga gaya lainnya, yaitu:

  • Gaya Swiss
  • Bauhaus
  • Modernisme.

Gaya ini seringkali dianggap sebagai jenis dari desain minimalis, karena mereka menggunakan banyak prinsip yang sama.

Gaya flat hanya menggunakan sedikit warna, dan jika terdapat variasi warna, biasanya warnanya sedikit lebih gelap untuk menciptakan efek bayangan dua dimensi.

Contemporary (Kontemporer)

gaya desain contemporary

Kontemporer bukanlah gaya desain grafis semata, namun mencakup tren desain keseluruhan yang ada saat ini.

Style contemporary ini mencakup beragam gaya line (garis), shape (bentuk), hingga texture (tekstur), mulai dari desain kartun yang tampak tebal dan kuat atau gaya yang flatter (lebih datar) dan lebih minimalis yang dipadukan dengan warna-warna yang datar (flat color).

Baca juga: Kosakata Desain Grafis yang Perlu Anda Ketahui

Retro

gaya desain retro

Gaya desain retro adalah sebuah gaya desain grafis yang terinspirasi oleh estetika visual dari era 50-an hingga 80-an.

Desain ini mengusung elemen-elemen klasik seperti palet warna cerah dan mencolok, menggunakan tipografi bergaya vintage, dan penggunaan pola atau tekstur yang memberi kesan nostalgia.

Gaya retro sering kali menghadirkan ilustrasi yang memiliki detail khas dari zamannya, seperti garis tebal, bentuk geometris, atau efek grain yang menciptakan nuansa kuno namun terasa sangat berkarakter.

Perlu teman-teman ketahui, salah satu keunikan gaya retro terletak pada kemampuannya membangkitkan memori dan emosi tertentu bagi audiens yang melihatnya.

Bagi banyak orang, desain ini memberikan rasa familiar (akrab) dan menyenangkan yang berakar pada kenangan masa lalu.

Selain itu, gaya retro mampu memberikan identitas visual yang strong (kuat) dan berbeda, sehingga sering digunakan untuk menarik perhatian dan menciptakan kesan yang unik juga spesial.

Scandinavian

gaya desain scandinavian

Desain Skandinavia cukup dikenal dengan tampilannya yang sederhana namun berkualitas, sehingga setiap elemennya tampak penting.

Nama Scandinavian merefleksikan negara-negara Nordik seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia, ini adalah bagian dari gerakan desain populis yang menganjurkan estetika indah yang dapat diterima oleh banyak orang.

Sangat bertolak belakang jika kita bandingkan dengan gaya Victorian yang tampil cukup mencolok, terasa mewah dan mahal di istana kerajaan Inggris.

Victorian

gaya desain victorian

Gaya desain grafis Victoria adalah style of graphic design yang dipenuhi hiasan, terlihat kompleks, dan biasanya penuh dengan banyak konten, shape, border, karakter, hingga letter (huruf).

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab gaya ini mencerminkan gaya orang Inggris zaman Victoria (terutama dari kelas para bangsawan), yang lebih menyukai segala sesuatu yang mewah dan dilapisi emas, dan kita masih dapat melihatnya di istana kerajaan Inggris saat ini.

Baca juga: Macam Jenis Motion Graphic yang Perlu Diketahui Anak Desain

Art Deco

gaya desain art deco

Jika Anda melihat desain dengan bentuk geometris yang kuat, penuh warna-warna yang berani, dan terlihat banyak elemen simetris, kemungkinan besar itu dalam gaya desain Art Deco.

Gaya ini dipengaruhi oleh Kubisme, sebuah style yang menggunakan hard shape (bentuk yang tegas) untuk menciptakan efek seperti kubus dan style Futurisme, yang terkenal dengan gaya monokromatiknya karena menggunakan bahan-bahan seperti logam, plastik, dan kaca yang dapat teman-teman lihat dengan jelas di dalamnya.

Art Nouveau

gaya desain art nouveau

Art Nouveau adalah gaya desain grafis pertama yang benar-benar modern. Dibuat antara tahun 1890 hingga 1910-an.

Art Nouveau adalah hasil dari upaya seniman untuk menciptakan gaya yang mereka sebut sebagai gaya mereka sendiri, yang dengan pesatnya peningkatan perdagangan global, dapat dipromosikan dengan lebih mudah.

Style ini dikenali dari organic line (garis organik) yang panjang, sering digunakan pada hewan, tumbuhan, dan objek lainnya, menciptakan efek dan dekoratif yang menawan.

Tipografi yang digunakan dalam gaya ini mengikuti prinsip serupa, dengan banyak penggunaan font serif yang tampak alami, dan bentuk looping (perulangan) yang melengkapi elemen grafis.

Grunge

gaya desain grunge

Jika teman-teman ingin menarik perhatian audiens yang “anarki”, Grunge mungkin gaya desain yang tepat.

Definisi grunge sendiri adalah “kotor atau kotoran”, dan teman-teman dapat dengan jelas melihat definisi tersebut tercermin ke dalam gaya desain grunge.

Tipografi yang dipakai biasanya dicetak tebal dan kasar (bertekstur).

Psychedelic

gaya desain psychedelic

Desain psikedelik adalah salah satu gaya desain yang langsung mudah kita kenali, ditandai dengan warna-warna cerah dan banyaknya garis bergelombang.

Teman-teman dapat menggunakan colour wheel chart dari Adobe ini untuk membantu memilih palet dalam mendesain tema psychedelic.

New York

gaya desain new york

Gaya desain New York muncul dari para seniman yang tinggal di kota New York pada tahun 50an dan 60an.

Mereka membentuk kelompok informal bernama The New York School, yang karya seninya dipenuhi dengan konsep tarian, puisi, dan musik, menghasilkan gaya desain avant-garde yang terlihat natural, cerah, dan sangat eksperimental.

Baca juga: Sudah Tahu Tren Desain Grafis Terbaru Ini?

Demikianlah artikel seputar daftar gaya desain grafis yang perlu para desainer grafis ketahui ini.

Bagaimana? Apakah informasi di atas sudah menjawab pertanyaan teman-teman?

Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tulis pesan Anda di kolom komentar, atau jika Anda ingin bekerja sama maupun menjadi sponsor, silakan hubungi kami di sini. Dan klik halaman jasa pembuatan website perusahaan ini jika Anda membutuhkan website yang profesional dan aman.

Tinggalkan komentar