Landing page (halaman arahan) tidak bisa dibuat secara asal, karena ia sebetulnya memiliki struktur yang dapat kita optimasi.
Ingin tahu struktur landing page yang berpotensi konversi? Baca panduan selengkapnya di bawah ini!
Infografik Struktur Landing Page

Struktur Landing Page untuk Meningkatkan Konversi

Landing page structure ini bersifat fleksibel, Anda bisa melakukan A/B testing untuk mengetahui mana yang bekerja mana yang tidak.
Disclaimer: Tingkat konversi tidak hanya bergantung pada anatomi landing page saja. Produk, penawaran, hingga tim sales juga ikut berperan.
Hero Section
Di area inilah orang-orang memutuskan apakah akan tetap berada di halaman atau bounce (pergi).
Di Hero Section, Anda bisa memasukkan elemen-elemen berikut ini:
- Headline (Judul)
- Subheadline (Subjudul)
- Deskripsi
- CTA (Call to Action) utama
- Elemen visual (gambar & video)
Baca juga: Apa itu Landing Page? Ini 4 Fungsi dan Contohnya
Kredibilitas atau Social Proof
Social proof (bukti sosial) yang nyata di lapangan atau menunjukkan kredibilitas adalah hal kedua yang dapat Anda masukkan di struktur landing page Anda.
Ingat, audiens tidak hanya ingin mendapatkan produk berkualitas dan harga kompetitif, namun mereka juga ingin bukti nyata dari produk atau layanan yang Anda tawarkan.
Maka penting untuk memiliki review (ulasan) dari pelanggan Anda sebelumnya.
Problem s/d Solution Section
Setelah menunjukkan kredibilitas, langkah selanjutnya adalah menampilkan seksi problem yang mungkin audiens Anda miliki hingga solusi yang Anda berikan.
Di seksi ini, Anda bisa mengisi kontennya dengan:
- Menjelaskan potensi masalah yang mereka hadapi dengan jelas.
- Tampilkan dan perkenalkan produk Anda sebagai solusinya.
- Fokuslah pada empati dengan manusia, jangan terlalu terobsesi dann berorientasi pada penjualan.
Tunjukkan Seksi Manfaat, Bukan Fitur
Banyak dari struktur landing page keliru di sini.
Usahakan untuk menghindari menampilkan fitur tanpa ada manfaat atau value (nilai) yang akan audiens Anda rasakan, karena mereka hanya akan merasa sebagai “ikan” yang diberikan “umpan” saja.
Anda bisa memasukkan manfaat dengan bullet point, atau bisa juga disertai dengan elemen visual untuk meningkatkan user experience (UX) calon pelanggan Anda.
Baca juga: Ide Desain Website Company Profile yang Modern dan Profesional
Seksi Cara Kerja
Setelah menunjukkan kredibilitas, mengetahui apa problem yang mungkin mereka rasakan, hingga manfaat produk, kini Anda bisa menjelaskan mengapa produk atau layanan Anda adalah solusi yang tepat.
Ingat, mereka bukan “ikan”!
Di struktur landing page ini, Anda bisa menjelaskan secara singkat namun jelas terkait bagaimana cara kerja produk Anda.
Selain meningkatkan kepercayaan, seksi ini juga berpotensi meningkatkan persentase konversi di landing page Anda.
Studi Kasus atau Social Proof yang Mendalam
Di seksi ini, Anda bisa memperkuat kepercayaan calon pelanggan Anda dengan lebih dalam lagi. Tapi pastikan studi kasus ini nyata dan bukan bualan belaka ya!
Apa saja yang bisa Anda masukkan di studi kasus?
- Hasil sebelum dan sesudah menggunakan produk atau layanan Anda
- Metrik spesifik, misalnya peningkatan konversi sebesar 32%
- Studi kasus singkat atau kisah sukses pelanggan Anda dalam bentuk video juga bagus
Seksi Penanganan Rasa Keberatan Audiens
Di bagian struktur landing page ini, Anda bisa menjelaskan hal-hal yang membuat audiens Anda menahan aksi dan pembelian mereka.
Misalnya saja seperti:
- FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Kejelasan harga
- Uji coba gratis
- Garansi uang kembali
- Pembayara COD, transfer, QRIS, dst
Bagian Penguat Terakhir + CTA
Struktur landing page bisa Anda tutup dengan bagian penguat di bagian terakhir beserta CTA yang secara persuasif mengajak mereka, bukan memaksa.
Biasanya diserta dengan tombol beli, chat ke WhatsApp, hingga formulir khusus.
Baca juga: Tips Memilih Jasa Pembuatan Website yang Aman
Hal Pendukung untuk Tingkatkan Konversi di Landing Page
Perhatikan juga hal-hal di bawah ini agar potensi konversi landing page Anda semakin maksimal:
- Detail yang singkat, padat, dan jelas mengalahkan kata-kata yang cerdas (jangan bertele-tele)
- Pastikan satu halaman hanya untuk satu tujuan (jangan mencampuradukkan dengan banyak CTA)
- Terapkan hirarki visual untuk “menuntun” mata audiens
- Site speed dan desain website yang mobile friendly bukanlah hal yang bisa ditawar
Butuh Struktur Landing Page dengan Strategi?
Penutup
Demikianlah artikel mengenai struktur landing page hingga contoh isi kontennya ini, semoga Anda berkenan dan bermanfaat untuk teman-teman.
Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tulis pesan Anda di kolom komentar.
Atau jika Anda ingin bekerja sama maupun menjadi sponsor, silakan hubungi kami di sini, dan kunjungi halaman jasa website perusahaan jika Anda membutuhkan website perusahaan dengan desain yang profesional dan setup security yang aman.