{"id":3243,"date":"2025-07-20T09:56:06","date_gmt":"2025-07-20T09:56:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/?p=3243"},"modified":"2025-07-22T07:14:14","modified_gmt":"2025-07-22T07:14:14","slug":"perbedaan-ui-dan-ux","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/perbedaan-ui-dan-ux\/","title":{"rendered":"Sudah Tahu? Ini Dia 5 Perbedaan UI dan UX"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa itu <em>UI (User Interface)<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa itu <em>UX (User Experience)<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sering bersanding bersamaan apakah keduanya sama? Ataukah berbeda?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yuk cari tahu perbedaan UI dan UX di artikel berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu UI?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UI merupakan akronim dari User Interface.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian UI adalah apa yang <em>user<\/em> (pengguna) lihat di layar komputer, <em>software<\/em> (perangkat lunak), atau <em>device<\/em> (perangkat).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat Anda mengunjungi blog ini dan melihat <em>layout<\/em> (tata letak), komposisi warna, logo, gambar, dan <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/font\/\"><strong>jenis font<\/strong><\/a>, itu lah yang dinamakan UI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/design-thinking\/\"><strong>Mengenal Design Thinking, Tahapan, dan Contoh Penerapannya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu UX?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UX merupakan akronim dari User Experience.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian UX adalah adalah proses yang digunakan tim desain untuk menciptakan produk yang memberikan <em>experience<\/em> (pengalaman) yang baik dan relevan bagi pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk yang dimaksud di sini adalah produk digital seperti <em>operating system<\/em>, aplikasi web, hingga aplikasi mobile.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat teman-teman mengunjungi blog ini dan mengeklik menu kontak, mengisi form kontak, kemudian form kontak tersebut berhasil terkirim, maka blog ini sudah bisa dikatakan memiliki UX yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika form kontak gagal terkirim, artinya blog tersebut memberikan UX yang kurang\/tidak baik bagi pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/pengertian-brand-guideline\/\"><strong>Pengertian Brand Guideline dan Cara Membuatnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">UI dan UX itu Sama atau Berbeda?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/infografik-perbedaan-ui-dan-ux.webp\" alt=\"infografik perbedaan ui dan ux\" class=\"wp-image-3339\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/infografik-perbedaan-ui-dan-ux.webp 650w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/infografik-perbedaan-ui-dan-ux-195x300.webp 195w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jawabannya adalah UI dan UX itu dua hal yang berbeda, namun saling berkaitan dan berkaitan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasan masing-masing perbedaannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perbedaan Tujuan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UI cenderung fokus pada bagaimana produk tampil baik di mata pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan UX cenderung fokus mengenai fungsi produk dan bagaimana produk tersebut berinteraksi dengan pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Software<\/em> (Perangkat Lunak) yang Digunakan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk desain UI biasanya menggunakan software seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/daftar-software-desain-grafis\/#Figma:~:text=Figma%20adalah%20perangkat%20lunak%20desain%20UI\/UX%20berbasis%20cloud%20yang%20digunakan%20untuk%20membuat%20prototipe%20aplikasi%20dan%20website%20secara%20kolaboratif.\"><strong>Figma<\/strong><\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li>Adobe XD.<\/li>\n\n\n\n<li>Sketch.<\/li>\n\n\n\n<li>InVision.<\/li>\n\n\n\n<li>Proto.io.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain desain UI umumnya menggunakan software seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Untuk wireframing dan prototyping: Proto.io, Mockflow, Balsamiq.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk desain: Figma dan Adobe XD.<\/li>\n\n\n\n<li>Kebutuhan riset: Mixpanel dan Userzoom.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/software-desain-logo\/\"><strong>Daftar Software Desain Logo yang Bisa Dicoba Gratis<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pendidikan yang Ditempuh<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>UI designer<\/em> (desainer UI) bisa saja lulusan dari perkuliahan jurusan <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/apa-itu-dkv\/\"><strong>DKV<\/strong><\/a> seperti desain grafis, desain digital, atau desain interaksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara <em>UX designer<\/em> (desainer UX) bisa saja lulus dari perkuliahan jurusan <em>computer science<\/em> (ilmu komputer), IT (Information Technology), MI (Manajemen Informatika), dan desain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <em>Skill<\/em> (Keahlian)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UI dan UX secara luas memiliki keahlian yang sama, tapi juga ada beberapa yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cek infografik perbedaan antara skill UI dan UX berikut:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"270\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/tabel-perbedaan-ui-dan-ux-webp.webp\" alt=\"tabel perbedaan ui dan ux webp\" class=\"wp-image-3242\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/tabel-perbedaan-ui-dan-ux-webp.webp 500w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/tabel-perbedaan-ui-dan-ux-webp-300x162.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <em>Salary<\/em> (Gaji)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip Indeed, rata-rata <a href=\"https:\/\/id.indeed.com\/career\/ui-designer\/salaries\/Jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\"><em>gaji UI designer<\/em><\/a> adalah Rp5.531.563 untuk Kota Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara menurut Glints, gaji rata-rata UX designer adalah Rp7.000.000-8.500.000 untuk <a href=\"https:\/\/glints.com\/id\/lowongan\/ux-designer\/#Gaji_UX_Designer:~:text=entry%20level%2C%20rentang%20gajinya\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\"><em>entry-level<\/em><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi gaji, sepertinya posisi UX lebih menggiurkan ya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/peluang-karir-desain-grafis\/\"><strong>Peluang Karir di Bidang Desain Grafis, Bisa Remote!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penutup, kesimpulannya adalah UI dan UX merupakan dua hal yang berbeda namun saling melengkapi dan membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya bekerja sama untuk menciptakan pengalaman pengguna yang baik, memuaskan, dan secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UI yang dirancang dengan baik membuat produk tampak menarik secara visual dan mudah digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara desain UX yang dibuat secara cermat memastikan bahwa pengguna memiliki pengalaman menggunakan produk yang menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah artikel mengenai perbedaan antara UI dan UX ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimana? Apakah informasi di atas sudah menjawab pertanyaan teman-teman?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tulis pesan Anda di kolom komentar, atau jika Anda ingin bekerja sama maupun menjadi sponsor, silakan <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/kontak-kami\/\"><strong>hubungi kami di sini<\/strong><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan <em>follow<\/em> kami di <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/apridesain.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\"><em>Instagram<\/em><\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@apridesain.id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\"><em>TikTok<\/em><\/a> untuk belajar dan menambah wawasan desain bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.coursera.org\/articles\/ui-vs-ux-design\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.coursera.org\/articles\/ui-vs-ux-design<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UI dan UX sering bersanding bersamaan, tapi keduanya jelas jauh berbeda. Cari tahu perbedaan UI dan UX di tulisan berikut ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3241,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-3243","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desain-grafis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3243"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3243\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}