{"id":2555,"date":"2025-08-22T13:34:40","date_gmt":"2025-08-22T13:34:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/?p=2555"},"modified":"2025-08-23T06:41:37","modified_gmt":"2025-08-23T06:41:37","slug":"design-thinking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/design-thinking\/","title":{"rendered":"Mengenal Design Thinking, 5 Proses, dan Contoh Penerapannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Design thinking adalah suatu proses kreatif yang dilalui oleh setiap desainer, mari kenali definisi design thinking selengkapnya di sini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan lupa dibaca sampai selesai agar wawasan kita semakin bertambah bersama-sama!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Design Thinking?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"352\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-design-thinking-adalah-suatu-metode-solusi-untuk-memecahkan-masalah.png\" alt=\"infografik pengertian design thinking\" class=\"wp-image-2554\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-design-thinking-adalah-suatu-metode-solusi-untuk-memecahkan-masalah.png 500w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-design-thinking-adalah-suatu-metode-solusi-untuk-memecahkan-masalah-300x211.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian design thinking adalah suatu <em>mindset<\/em> (pola pikir) dan pendekatan terhadap <em>problem-solving<\/em> (pemecahan masalah) dan inovasi desain yang berorientasi pada manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun metode ini sudah ada sejak lama, namun design thinking ini tetap memiliki daya tarik di dunia bisnis modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Design thinking berbeda dari proses inovasi dan ide-ide lainnya, karena pemikiran ini berbasis pada solusi dan berorientasi pada user, bukan berbasis masalah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, fokusnya adalah pada penyelesaian suatu masalah, bukan pada masalah itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tim Anda merasa kesulitan saat menjalani pekerjaan <em>remote<\/em> (jarak jauh), maka metodologi design thinking ini bisa teman-teman gunakan untuk mencari bagaimana cara meningkatkan produktivitas mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini Anda akan lebih fokus terhadap solusinya daripada fokus pada masalahnya, yaitu produktivitas yang menurun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inti dari design thinking adalah berorientasi atau terfokus pada manusia dan user, tentang apa masalah dan solusinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti pertanyaan &#8220;Siapa yang akan menggunakan produk ini?&#8221; dan &#8220;Apa manfaat yang akan dirasakan oleh orang-orang jika produk\/sistem ini ada?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/pengertian-brand-guideline\/\"><strong>Pengertian Brand Guideline dan Cara Membuatnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Design Thinking Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Design thinking menjadi penting karena memungkinkan keterlibatan antara kreativitas, empati, dan analisis dalam menciptakan solusi inovatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang sudah disebutkan di awal, pendekatan ini tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga memprioritaskan pemahaman mendalam terhadap user serta tantangan yang dihadapinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menggabungkan beberapa perspektif, design thinking dapat menghadirkan solusi yang lebih relevan dan mampu memberikan dampak yang positif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuannya untuk merespons perubahan dan mengatasi hal-hal kompleks menjadikan design thinking &#8220;alat&#8221; yang efektif dalam mencapai tujuan bisnis dan memecahkan permasalahan di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Design thinking bukan hanya sekadar metode, tetapi juga filosofi yang mendorong inovasi berkelanjutan dan transformasi ke arah yang lebih positif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/format-gambar\/\"><strong>Mengenal Macam Jenis Format Gambar<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Proses Pada Design Thinking<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"352\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/tahapan-design-thinking.png\" alt=\"tahapan design thinking\" class=\"wp-image-2557\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/tahapan-design-thinking.png 500w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/tahapan-design-thinking-300x211.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Design thinking biasanya melibatkan sejumlah <em>stage<\/em> (tahapan) proses, yang dapat bervariasi tergantung pada sumber dan interpretasinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun secara umum, tahapan-tahapan design thinking adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <em>Empathize<\/em> (Berempati)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahapan pertama dalam design thinking adalah empathize.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahap ini, fokus utama teman-teman adalah untuk memahami seperti apa pengalaman, pandangan, dan kebutuhan user atau pihak-pihak lain yang terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian orang atau tim yang bertanggungjawab terhadap design thinking berusaha melihat dunia dari perspektif user, mengidentifikasi masalah yang dihadapi, dan merasakan emosi serta tantangan yang mereka alami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam tahap empathize, berbagai metode mungkin saja untuk diterapkan, seperti wawancara, observasi, hingga studi kasus. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai user.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa tujuan metode tersebut dilaksanakan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan utamanya adalah untuk membangun empati yang kuat terhadap orang-orang yang terlibat, sehingga solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empathize menciptakan pondasi dasar yang kokoh untuk solusi inovatif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap user.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Define<\/em> (Definisi)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Define merupakan tahapan kedua dalam proses design thinking.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahap proses satu ini, Anda akan menggunakan pemahaman yang diperoleh dari tahap empathize untuk merumuskan secara jelas permasalahan atau solusi yang ingin dipecahkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tugas utama pada tahap define adalah mengartikan data yang diperoleh dari tahap empathize menjadi sebuah pernyataan masalah yang spesifik dan dapat dipahami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan masalah ini harus menggambarkan esensi dari apa yang ingin dicapai dan menetapkan batasan-batasan untuk fokus pada solusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mendefinisikan masalah dengan jelas, Anda dan tim dapat mengarahkan seluruh kreativitas ke arah yang tepat dan memastikan bahwa solusi yang dihasilkan akan relevan dengan kebutuhan user.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap define memainkan peran penting dalam mengarahkan jalannya proses design thinking ke arah solusi yang efektif dan relevan dengan konteks yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/pengertian-grafika\/\"><strong>Pengertian Grafika dan Fungsinya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <em>Ideate<\/em> (Ideasi)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahapan design thinking selanjutnya adalah ideate.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahap ini, tim perancang berusaha untuk menghasilkan sebanyak mungkin ide-ide kreatif dan solusi potensial untuk menyelesaikan permasalahan yang telah didapat sebelumnya pada tahap define.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahapan ideate menekankan pada pemikiran yang bebas, tanpa hambatan, dan tanpa penilaian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa tujuan dari penekanan-penekanan tersebut?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya adalah untuk mendorong terciptanya variasi ide yang beragam, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode yang umum digunakan dalam tahap ideate adalah <em>brainstorming<\/em>, <em>mind mapping<\/em>, atau teknik-teknik lainnya untuk merangsang kreativitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama tahap ideate, semua ide akan diambil dan didokumentasikan tanpa indikator atau penilaian tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini memungkinkan tim untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan tanpa batasan, sehingga memungkinkan munculnya solusi baru yang inovatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ide-ide yang dihasilkan pada tahap ideate selanjutnya akan menjadi bahan <em>raw<\/em> (mentah) untuk tahap selanjutnya dalam proses design thinking.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <em>Prototype<\/em> (Prototipe)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tahap keempat kita akan bertemu dengan prototyping.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prototype adalah representasi kasar dari ide atau solusi yang telah dihasilkan selama tahap ideate dalam proses design thinking.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prototype merupakan model atau versi awal dari suatu produk, layanan, atau konsep yang dibuat untuk menguji dan mengembangkan solusi yang ingin dicapai sebelum membuat versi publiknya (dapat digunakan oleh user).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prototipe dapat berupa model fisik, <em>mock-up<\/em> digital, sketsa, atau bahkan skenario yang disimulasikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan utama dari pembuatan prototipe adalah untuk mendapatkan <em>feedback<\/em> (umpan balik) sebanyak mungkin dari user atau dari para <em>stakeholder<\/em> (pemangku kepentingan) untuk memvalidasi dan memperbaiki konsep sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama tahap prototype, tim akan menguji prototipe untuk mengevaluasi fungsi, kemudahan penggunaan, dan kepuasan user.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil dari uji coba ini kemudian akan digunakan untuk menginformasikan dan memperbaiki pengembangan selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <em>Test<\/em> (Tes)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Test merupakan tahapan dalam proses design thinking di mana prototipe yang telah dibuat diuji coba oleh user secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk mendapatkan feedback dari user terhadap manfaat dan fungsionalitas yang ditawarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama tahap test, user diberi kesempatan untuk menggunakan prototipe dan memberikan tanggapan terkait bagaimana perasaan mereka saat menggunakannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Observasi dilakukan untuk memahami bagaimana user berinteraksi dengan produk, mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul, serta memperoleh wawasan tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil dari uji coba ini kemudian digunakan untuk memperbaiki dan memodifikasi prototipe agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan user.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses test bisa saja terjadi berulang-ulang, di mana prototipe diperbaiki dan disempurnakan berdasarkan feedback yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga pada akhirnya produk yang dihasilkan semakin mendekati kebutuhan yang sebenarnya sebelum benar-benar diproduksi atau diperkenalkan secara masal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/apa-itu-dkv\/\"><strong>Pengertian DKV dan Posisi Kerja Lulusan DKV<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Perusahaan yang Menerapkan Design Thinking<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah sejumlah contoh perusahaan yang dikenal menerapkan prinsip-prinsip design thinking dalam berbagai aspek bisnis mereka:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">GOJEK<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/risetcdn.jatimtimes.com\/images\/2020\/04\/30\/Gojek-Foto-Gojek.com0e768d05bd3997ae.jpg?quality=50\" alt=\"gojek\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan layanan berbasis aplikasi seperti GOJEK telah menerapkan design thinking dalam pengembangan produk dan layanan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka menggunakan pendekatan ini untuk merancang pengalaman pengguna yang intuitif dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa solusi yang GOJEK berikan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Yap<\/em>, menjembatani antara pengguna ojek dan tukang ojek, cukup sederhana namun sangat terasa sekali manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">GoPay<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pict-b.sindonews.net\/dyn\/850\/pena\/news\/2021\/04\/20\/207\/402874\/hadirkan-fitur-baru-investasi-emas-bisa-lewat-gopay-xuz.png\" alt=\"gopay\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penyedia layanan pembayaran digital, GoPay menggunakan design thinking dalam mengembangkan fitur dan layanan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan para pengguna mereka, khususnya bagi pengguna GOJEK pada awalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka berfokus pada menciptakan pengalaman pembayaran yang lebih aman, cepat, dan nyaman bagi pelanggan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain pembayaran digital untuk layanan GOJEK, GoPay juga kini telah menjadi bagian pembayaran digital untuk bertransaksi di Tokopedia<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tokopedia<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/statik.tempo.co\/data\/2019\/08\/08\/id_862228\/862228_720.jpg\" alt=\"tokopedia\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Platform e-commerce Tokopedia telah aktif menggunakan design thinking dalam pengembangan produk dan layanan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tokopedia fokus pada memahami kebutuhan pengguna untuk menciptakan pengalaman berbelanja online yang lebih menyenangkan, efisien, dan tentunya aman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum ada Tokopedia, orang-orang sering melakukan jual beli di forum ternama dan terbesar di Indonesia, tapi sayangnya forum tersebut tidak menghadirkan rasa aman karena adanya oknum penipu di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bukalapak<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blue.kumparan.com\/image\/upload\/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640\/v1585621989\/kitcuurbnnvc8ybkkpgq.jpg\" alt=\"bukalapak\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mirip dengan Tokopedia, ada Bukalapak yang juga turut menerapkan design thinking di dalam produknya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami kebutuhan pengguna dengan lebih baik, Bukalapak mampu meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan kepuasan serta jumlah pelanggan meskipun kini namanya kurang begitu terkenal lagi seperti di awal-awal kemunculannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/rendering\/\"><strong>Mengenal Apa itu Rendering dan Jenis-jenisnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Traveloka<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/miro.medium.com\/v2\/resize:fit:548\/1*CIBGcN49hlB48uB8HbnejQ.png\" alt=\"traveloka\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Platform pemesanan tiket dan perjalanan Traveloka juga dikenal menerapkan metode design thinking dalam pengembangan produk dan layanan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Traveloka menggunakan pendekatan ini untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan, sehingga mereka mampu menyediakan pengalaman pemesanan tiket dan perjalanan online yang aman, mudah, dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai tulisan ini dibuat, Traveloka semakin eksis di industri pemesanan tiket dan perjalanan online.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Telkom Indonesia<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blob.cloudcomputing.id\/images\/8d08ea07-28ae-42f8-9626-b01bd58b972f\/telkom-indonesia-logo-l-min.jpg\" alt=\"telkom indonesia\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya untuk contoh perusahaan yang menerapkan design thinking adalah Telkom Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom telah menggunakan design thinking dalam mengembangkan solusi teknologi informasi dan komunikasi yang inovatif untuk <em>market<\/em> (pasar) di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya? Pengguna Telkomsel Indonesia cukup banyak dari barat Indonesia hingga bagian timur. Salah satu produknya adalah Telkomsel dan Indihome.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/desain-produk\/\">Apa itu Desain Produk? Ini Penjelasannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bank Mandiri<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/statik.tempo.co\/data\/2018\/02\/06\/id_682386\/682386_720.jpg\" alt=\"bank mandiri\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir, contoh penerapan design thinking juga dilakukan oleh Bank Mandiri yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal layanan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami kebutuhan dan preferensi nasabah secara mendalam, Bank Mandiri terbilang sukses dalam meningkatkan pengalaman perbankan yang aman sehingga mampu memperluas jangkauannya di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian artikel mengenai pengertian design thinking, tahapan, dan contoh penerapannya ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tuliskan pesan Anda di kolom komentar atau hubungi kami di <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/kontak-kami\/\"><strong>halaman kontak ini<\/strong><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.interaction-design.org\/literature\/article\/5-stages-in-the-design-thinking-process\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.interaction-design.org\/literature\/article\/5-stages-in-the-design-thinking-process<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/voltagecontrol.com\/blog\/8-great-design-thinking-examples\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">https:\/\/voltagecontrol.com\/blog\/8-great-design-thinking-examples\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Design thinking adalah suatu proses kreatif yang dilalui oleh setiap desainer, kenali definisi design thinking selengkapnya di sini!<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2758,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-2555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desain-grafis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}