{"id":2130,"date":"2025-08-04T11:44:44","date_gmt":"2025-08-04T11:44:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/?p=2130"},"modified":"2025-08-05T04:49:39","modified_gmt":"2025-08-05T04:49:39","slug":"kosakata-istilah-desain-grafis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/kosakata-istilah-desain-grafis\/","title":{"rendered":"110+ Istilah Desain Grafis yang Wajib Diketahui"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Desain grafis itu bukan hanya sebuah profesi, namun juga tentang bahasa. Jika Anda belum atau tidak terbiasa dengan istilah desain, obrolan dengan desainer pasti akan membingungkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun jangan khawatir, kami telah menyusun daftar istilah desain grafis ini secara lengkap, baik untuk si desainer ataupun &#8220;teman si desainer&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ApriDesain berharap artikel ini dapat membantu teman-teman memahami desain lebih baik, mengetahui jargon, dan dapat membahas obrolan desain lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi silahkan dibaca dan jangan lupa di-<em>bookmark<\/em> supaya tidak bingung ketika ingin melihatnya lagi di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/desain-grafis\/\"><strong>Pengertian Desain Grafis dan Contohnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kumpulan Daftar Kosakata \/ Istilah Desain Grafis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oh iya untuk memudahkan, Anda bisa melihat daftar istilah desain grafis ini berurutan sesuai abjad ya. Atau bisa klik menu daftar cepat di atas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">A<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Alignment<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di istilah desain grafis yang pertama ada <em>alignment<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alignment artinya perataan, alignment adalah cara mengatur elemen yang berbeda dalam desain, biasanya dalam kaitannya erat dengan halaman atau dokumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam tipografi, perataan yang juga bisa disebut rentang adalah pengaturan teks relatif terhadap kolom, tab, atau halaman. Sangat terlihat dan terasa ketika elemen dalam desain tidak memiliki alignment yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Analogous (Colors)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna analogus adalah warna yang tampil bersebelahan pada roda warna. Pada roda warna terdapat warna primer atau sekunder dan warna tersier.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna analog sangat cocok dan menciptakan kesan harmoni yang kuat serta menghasilkan desain yang tersusun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah logo Master Card.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Aperture<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah desain grafis ketiga ada <em>aperture<\/em>, merupakan ruang putih di ujung penghitung terbuka dalam tipografi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apex<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi titik teratas di mana dua goresan disatukan di dalam tipografi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Arm<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika stroke horizontal tidak melekat pada <em>stem<\/em> (tangkai \/ batang) di salah satu ujungnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ascenders<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ascender mengacu pada bagian huruf kecil yang memanjang di atas tinggi x dari jenis huruf.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Aspect Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Aspect Ratio<\/em> (Rasio aspek) paling mudah dijelaskan sebagai rasio lebar dengan tinggi persegi panjang yang biasanya dalam istilah desain adalah gambar atau layar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek rasio biasanya dinyatakan sebagai rasio matematika, yaitu hanya dua angka yang dipisahkan oleh titik dua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya lebar: tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, rasio aspek untuk iMac adalah lebar 16:9, maka artinya lebarnya 16 inci dengan tingginya 9 inci.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/tren-desain-grafis\/\"><strong>Tren Desain Grafis Terbaru<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">B<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Backslanted<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Italics miring ke belakang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ball Terminal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perpanjangan huruf berbentuk bola.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baseline<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baseline artinya garis dasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam istilah desain grafis khususnya dalam tipografi, garis dasar adalah garis tak terlihat tempat teks berada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bleed<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bleed adalah istilah pencetakan yang mengacu pada tepi lembaran yang akan dipotong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam istilah desain grafis, bleed adalah karya seni atau warna latar belakang yang meluas ke area ini, jika potongan yang dibuat pada desain atau lembaran tidak tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bleed merupakan cara untuk memastikan bahwa tidak ada desain yang terpotong secara tidak sengaja atau tidak ada batas yang tidak terduga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Body Copy<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teks utama yang akan dibaca orang pada sebuah desain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Body copy mengacu pada paragraf, kalimat, atau teks lain yang menjadi konten utama dalam publikasi apa pun, baik cetak maupun digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh nyatanya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Body copy majalah adalah artikel itu sendiri, mulai dari judul, sub judul, penulis, dll.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bold<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bobot berat dari setiap jenis huruf yang diberikan, sering digunakan untuk penekanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bowl<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bentuk umumnya adalah bulat atau elips yang merupakan bentuk dasar dari huruf seperti C, G, O dalam huruf besar, dan b, c, e, o, p dalam huruf kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bracket<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sambungan melengkung antara <em>stem<\/em> dan serif di beberapa font. Tidak semua serif adalah bracket serif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Brand Identity<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah desain grafis selanjutnya ialah <em>brand identity<\/em> yang merupakan versi visual dari sebuah merek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Identitas merek terdiri dari segala sesuatu yang berhubungan dengan merek seperti logo, tipografi, palet warna, slogan, nada suara, situs web, kemasan, dan materi lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika desainer berbicara tentang branding, biasanya melibatkan pengembangan semua aspek identitas <em>brand<\/em> (merek).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/pengertian-brand-guideline\/\">Pengertian Brand Guideline, Contoh, dan Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">C<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Calligraphy<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kaligrafi adalah seni menulis huruf dengan alat yang sangat spesifik (misalnya: pena kaligrafi, pena kuas, dll).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Cap Height<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cap Height adalah tinggi bagian atas huruf kapital dalam font tertentu di atas garis dasar. Cap Height secara khusus merujuk pada huruf dengan bagian atas datar, seperti H dan I.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Huruf bulat seperti O dan huruf runcing seperti A dapat naik di atas<em> cap height<\/em> dalam bentuk kapitalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Centre Aligned<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat teks disejajarkan dengan bagian tengah bingkai, dengan batas di sisi kiri dan kanan bingkai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Character<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah huruf, angka, tanda baca atau simbol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Character Set<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh koleksi karakter, bobot untuk jenis huruf apa pun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>CMYK<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CMYK adalah mode warna yang digunakan saat mendesain untuk cetak. Empat warna yang merupakan singkatan dari namanya, Cyan, Magenta, Yellow dan Key (Hitam).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Complementary (Colors)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna komplementer adalah warna yang berada jauh berbeda di colors wheel. Contoh warna komplementer adalah merah dan hijau, biru dan jingga, dan ungu dan kuning.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggunakan warna komplementer akan membuat desain lebih estetis dan juga dapat digunakan dalam bisnis&nbsp; ritel untuk membuat desain lebih menonjol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contrast<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kontras adalah susunan elemen yang berlawanan, dengan kata lain ketika kedua hal pada halaman tampak berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya seperti warna terang vs. gelap, tekstur halus vs. kasar, warna teks vs. warna latar belakang. Kontras dapat digunakan untuk menciptakan area inti visual semakin terlihat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Counter<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ruang putih \/ ruang kosong yang diapit oleh suatu bentuk huruf, baik tertutup seluruhnya, seperti pada huruf d atau o, atau tertutup sebagian seperti pada huruf c atau a.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Creep<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Creep atau dikenal sebagai <em>shingling<\/em> adalah margin bagian dalam dari sebuah buku, majalah, atau publikasi lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan beberapa jilid, creep sering kali harus dibuat lebih besar sehingga tidak ada konten yang terpotong saat sedang dibaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Crop Marks<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Juga dikenal sebagai <em>trim marks<\/em>. <em>Crop marks<\/em> adalah tanda khusus (seperti dua garis yang bersilangan dengan target) yang memberitahu printer di mana kertas harus dipangkas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah desain grafis satu ini sangat penting digunakan saat mendesain untuk proses cetak dan membuatnya lebih mudah berkomunikasi dengan printer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Crossbar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah <em>stroke<\/em> di batang huruf seperti pada garis horizontal huruf T, H, E, dll.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/design-thinking\/\">Mengenal Design Thinking, Tahapan, dan Contoh Penerapannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">D<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Descenders<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Descenders adalah kebalikan dari ascender, mereka adalah ekor huruf atau bagian dari huruf yang turun di bawah garis dasar. Umumnya hanya huruf kecil seperti g, j, q, p dan y yang merupakan jenis descenders.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, dalam beberapa font, huruf kecil f, kapital Q dan J dan angka-angka tertentu juga merupakan bentuk descenders.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baik ascender maupun descender bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengenalan kata-kata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Display<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Display type adalah font yang dirancang untuk memberi dampak dan menarik perhatian. Font ini digunakan untuk hal-hal yang menonjol seperti: judul utama, poster, hingga papan iklan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/perbedaan-vektor-bitmap\/\"><strong>Perbedaan Vektor dan Bitmap<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">E<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ear<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stroke yang menempel pada mangkuk huruf kecil g. Beberapa tipografer menggunakan istilah yang sama untuk huruf kecil r.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ellipsis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter yang terdiri dari tiga titi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Embossing &amp; Debossing<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Embossing dan debossing adalah proses finishing yang melibatkan pembuatan dimensi gambar relief ke selembar kertas atau kartu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada desain cetak, embossing ini mengangkat desain ke dalam material, sedangkan debossing&nbsp; menenggelamkan desain ke dalam material.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Extended<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter dengan lebar yang dilebihkan atau berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">F<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Foiling<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Foiling juga dikenal sebagai stamping foil, foiling adalah jenis pencetakan di mana foil logam atau berpigmen diterapkan ke permukaan melalui suhu panas dan cetakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses foiling ini relatif tidak rumit, foiling dapat menambah ekstra dimensi pada desain terutama pada desain kemasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Font Color<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Digunakan dalam desain web untuk menentukan warna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Font Size<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ukuran tinggi dari jenis huruf. Biasanya diukur dalam poin (8, 10, 12, dst) dari baseline ke baseline.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Font Weight<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bobot font atau <em>font weight<\/em> secara harfiah mengacu pada ketebalan font, baik dari segi individu maupun gaya font yang berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bobot font berkisar antara 100 hingga 900.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/perbedaan-warna-rgb-dan-cmyk\/\"><strong>Perbedaan Warna RGB dan CMYK<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">G<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Golden Ratio (Rasio Emas)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Golden Ratio pertama kali dipelajari oleh orang Yunani Kuno pada abad ke-5.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio Emas adalah ketika teman-teman mengambil dua benda, membagi yang lebih besar dengan yang lebih kecil dan mendapatkan hasil 1.6180 (atau mendekatinya).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya kita bisa mendapatkan cara yang lebih matematis, namun biasanya hanya akan membingungkan diri kita sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio emas sendiri dapat digunakan untuk membuat desain yang diformat dengan baik dan menarik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Gradient<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah desain grafis yang satu ini lebih terkenal dengan sebutan gradien warna, gradien adalah perubahan warna atau bayangan secara bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya warna merah perlahan memudar atau berubah menjadi oranye.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada dua jenis gradien yaitu, gradien aksial\/linier atau gradien radial, dan keduanya menunjukkan kisaran corak dan rona yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Greyscale<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Greyscale<\/em> atau skala abu-abu adalah palet warna yang hanya menggunakan warna hitam, putih, dan abu-abu yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh <em>greyscale <\/em>yang paling jelas adalah film atau foto hitam putih (karena mengandung warna abu-abu, dan sebenarnya bukan hitam putih).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Skala abu-abu sendiri dapat digunakan ke dalam berbagai jenis desain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Grid<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin ini adalah istilah desain grafis atau fitur yang paling penting bagi para desainer grafis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Grid adalah sistem yang mendasari kolom dan panduan horizontal dan vertikal yang digunakan untuk menyediakan struktur, konsistensi, akurasi dalam desain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan sangat jelas fitur <em>grid<\/em> ini membuat pekerjaan seorang desainer jauh lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/perbedaan-ppi-dan-dpi\/\"><strong>Perbedaan PPI dan DPI<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">H<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hand-lettering<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuat huruf khusus dari awal untuk tujuan atau klien tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hard Return \/ Soft Return<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua istilah ini mengacu pada menekan tombol <em>return<\/em> (kembali)&#8217; dan pindah ke baris teks baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaannya terletak pada membuat paragraf baru untuk <em>hard return<\/em>, sementara <em>soft return<\/em> menurunkan teks yang tersisa di paragraf yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hex<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hex adalah kode enam digit yang digunakan untuk mewakili warna. Misalnya, warna kuning memiliki kode hex #FCD901.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kode hex ditemukan bersama RGB dan CMYK di banyak aplikasi desain, tetapi paling sering digunakan dalam dokumen HTML dan CSS.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hierarchy<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Hierarchy<\/em> (Hirarki) adalah salah satu dari lima prinsip dasar desain tipografi, hierarki menciptakan organisasi dan arah dalam desain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini membantu memberi keteraturan pada elemen teks maupun desain secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sehingga desain atau teks bisa dibaca dan dimengerti lebih jelas oleh yang membaca dan melihatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hook<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lengkungan melengkung, seperti yang ada pada huruf f.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">I<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Icon<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Icon<\/em> atau ikon adalah suatu gambar yang digunakan untuk mewakili objek atau tindakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu contoh ikon yang paling umum adalah kaca pembesar yang digunakan untuk menandakan pencarian, yang digunakan di Google dan situs web lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikon juga digunakan di berbagai industri mulai dari supermarket hingga Olimpiade sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun pastikan mereka dibuat dengan jelas agar tidak menimbulkan kebingungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Italics<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter miring ke depan, dikembangkan pada awal 1500-an.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/apa-itu-tipografi\/\"><strong>Pengertian dan Sejarah Tipografi<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">J<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Join<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah stroke yang menghubungkan dengan <em>stem<\/em> (batang).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Justified<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh ketika teks disejajarkan dengan margin kiri dan kanan dalam bingkai teks, tanpa <em>rag <\/em>di kedua sisinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">K<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kerning<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerning adalah istilah desain grafis untuk menjelaskan spasi antara dua huruf atau karakter tertentu, dan proses penyesuaian spasi antara huruf atau karakter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerning dapat meningkatkan keterbacaan kata atau keseluruhan teks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini membantu menciptakan tipografi yang proporsional dan seimbang dan tipografi yang terlihat lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">L<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Leading<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Leading adalah istilah desain grafis untuk <em>line-spacing<\/em>. Ia mengacu pada ruang antara dua garis dasar teks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin besar leading, maka semakin banyak ruang di antara teks yang memberikan lebih banyak ruang untuk dibaca dan secara umum membuatnya terlihat lebih bagus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Left-aligned<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teks yang sejajar dengan margin sebelah kiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Leg<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stroke<\/em> pendek ke arah bawah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Letterpress<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.shillingtoneducation.com\/blog\/graphic-design-terms\/#:~:text=56.-,Letterpress,-Letterpress%20is%20a\" rel=\"noopener\">Letterpress<\/a> adalah proses pencetakan yang khas, dimulai lebih dari 500 tahun, namun asal-usulnya diperkirakan setidaknya 1000 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ligature<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ligatur terjadi ketika dua atau lebih huruf digabungkan menjadi satu karakter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Link<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah <em>stroke<\/em> yang menghubungkan mangkuk dan lingkaran huruf kecil g.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Logomark<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logo perusahaan yang tidak menampilkan nama merek itu sendiri, biasanya bentuk atau karakter yang digunakan untuk mewakili perusahaan secara visual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logomark lebih mudah ditampilkan daripada dijelaskan, contohnya adalah logo Twitter, Apple, dan Dribbble.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Logotype<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Juga dikenal dengan istilah logo <em>wordmark<\/em>, logotype adalah nama merek yang ditata sebagai logo, dirancang dengan cara yang unik secara visual untuk sebuah perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logotype biasanya ditampilkan sangat jelas untuk mengaitkan bisnis dengan identitas visualnya, contoh terkenalnya adalah logo Google, Coca Cola dan Disney.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Lowercase<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Lowercase<\/em> adalah huruf non-kapital (huruf kecil) dari alfabet. <em>Lowercase <\/em>bisa dilihat di sebagian besar teks kalimat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena huruf besar (kapital) hanya digunakan pada sebuah kata di awal kalimat atau nama orang, nama tempat, dst.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">M<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Margin<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Margin adalah ruang kosong antara tepi halaman dan konten di dalamnya. Margin memastikan bahwa semuanya, terutama teks pada body tampil sesuai di dalam dokumen.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Masthead<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masthead adalah sebuah desain judul untuk nama publikasi, biasanya ditemukan di sampul depan majalah. Masthead juga dapat merujuk ke gambar grafis atau judul teks di bagian atas halaman web.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mock-up<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mock-up adalah representasi desain 3D yang realistis, biasanya digunakan untuk menunjukkan bagaimana tampilan desain akan terlihat secara nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh mock-up antara lain mulai dari kaos, topi, tas, kartu nama hingga iPad.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang sudah disinggung di awal, mock-up dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana keseluruhan desain terlihat ketika sudah dicetak atau dibuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Monochrome<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Monochrome<\/em> atau Monokrom adalah palet warna yang terdiri dari berbagai corak dan rona yang berbeda dari satu warna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Monospaced<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Monospaced adalah jenis huruf di mana setiap karakter memiliki lebar yang sama, semuanya menempati jumlah ruang horizontal yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Moodboard<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah istilah desain grafis yang harus dilewati setiap desainer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Moodboard adalah cara desainer untuk mengumpulkan banyak referensi visual untuk suatu proyek desain yang sedang dikerjakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kumpulan ini bisa berupa desain, sketsa, warna, foto, gambar, dan font atau tipografi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">O<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Orphan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orphan adalah satu kata atau baris yang sangat pendek dari dua atau tiga kata yang berdiri sendiri di baris baru atau halaman\/kolom baru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">P<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Palette<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Palette<\/em> adalah skema warna yang dipilih untuk desain tertentu, dan ia menjadi bagian dari <em>brand style guideline<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah desain ini berasal dari palet para seniman (pelukis), yang merupakan papan atau lempengan tempat seniman meletakkan dan mencampur warna cat yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pantone (PMS)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PMS di sini artinya <em>Pantone Matching System<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pantone sendiri adalah skema warna standar yang digunakan untuk percetakan, desain grafis, desain manufaktur, desain produk dan mode.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap warna memiliki nomor dan namanya sendiri. Contohnya warna biru yang memiliki nomor Pantone 19-4052.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka-angka ini membuat reproduksi dan referensi warna menjadi lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pilcrow<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilcrow adalah nama simbol, misalnya ini \u00b6 , digunakan untuk menandai awal paragraf atau bagian teks baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah desain grafis <em>Pilcrow<\/em> juga hadir di beberapa perangkat lunak sebagai ikon <em>toolbar<\/em>, seperti di Adobe Photoshop.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pixel<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Piksel atau Pixel adalah unit dasar terkecil dari warna yang dapat diprogram pada komputer dan semua gambar digital yang terdiri dari sejumlah besar piksel tunggal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya pixel sangat kecil tetapi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Placeholder Text<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah teman-teman pernah dengar kata &#8220;Lorem Ipsum&#8221;? Itu adalah contoh dari placeholder text, yang juga dikenal dengan sebutan teks isi atau teks tiruan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teks placeholder digunakan untuk tujuan pengujian atau sebagai contoh saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Point Size<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jarak dari bagian atas ascender tertinggi ke bagian bawah descender terendah adalah <em>point size<\/em> dari setiap jenis huruf yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PPI \/ DPI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merupakan dua metode pengukuran untuk mengukur suatu resolusi. PPI kependekan dari <em>pixels per inch<\/em> dan DPI singkatan dari <em>dots per inch<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Printer&#8217;s Proof<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Printer\u2019s Proof adalah mock-up atau contoh cetak yang bisa Anda lihat untuk dibaca dan diperiksa sebelum mengirimkannya ke printer untuk dicetak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Q<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Quick Keys \/ Shortcuts<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Shortcuts<\/em> atau <em>Quick Keys<\/em> ini merujuk pada tombol tertentu pada keyboard yang memungkinkan Anda menjalankan fungsi tertentu dalam satu kali tindakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah <em>Ctrl+C<\/em> pada sistem <em>Windows<\/em> atau <em>Command+C<\/em> pada sistem <em>Apple<\/em> untuk menyalin teks.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">R<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ragged Edge \/ Rag<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ragged merujuk kepada tepi yang tidak rata dan mengacu pada saat bagian isi dalam sebuah desain memiliki panjang garis yang tidak rata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Raster<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Raster juga bisa disebut gambar bitmap adalah gambar yang terdiri dari sejumlah piksel tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap piksel memiliki warna, rona, saturasi, dan transparansinya sendiri yang membantu membentuk gambar secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Readability<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tingkatan atau sejauh mana teks dapat dibaca dengan mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Repetition<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Repetition artinya repetisi adalah sebuah pengulangan yang berarti menggunakan elemen yang sama dalam desain lebih dari sekali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya: &#8220;aku, aku, aku. Jadilah, kamu, kamu, kamu&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Resolution<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah <em>resolution<\/em> (resolusi) mengacu kepada jumlah unit yang diukur dalam satuan DPI atau PPI, yang menempati satu inci linier gambar baik pada layar maupun dalam proses cetak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>RGB<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RGB adalah singkatan untuk <em>Red<\/em>, <em>Green<\/em>, <em>and<\/em> <em>Blue<\/em> (Merah, Hijau, dan Biru) yang mana merupakan mode tampilan warna yang harus digunakan saat mendesain untuk kebutuhan digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Right-aligned<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat teks disejajarkan di arah atau sebelah kanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rule of Thirds<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Rule of Thirds<\/em> adalah sebuah panduan atau cara untuk menyelaraskan subjek gambar dan membuatnya tampil proporsional dan seindah mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/font\/\"><strong>Jenis Font Keren untuk Desain Grafis<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">S<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sans Serif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sans Serif adalah jenis huruf yang tidak mempunyai kait pada bagian ujung strokes.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Serif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sans Serif adalah jenis huruf yang memiliki garis-garis kecil yang berdiri horizontal pada badan huruf atau bisa disebut counterstroke.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Saturation<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam istilah desain grafis, saturasi adalah intensitas dan tingkat keterangan dari suatu warna. Umumnya dipakai dalam dunia fotografi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Scale (Skala)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Scale adalah ukuran relatif dari suatu objek atau objek yang berbeda dalam satu desain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Script Type<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Script type<\/em> adalah font yang didasarkan pada gaya tulisan tangan modern atau tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Shoulder<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah stroke melengkung yang terhubung ke <em>stem<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Skeuomorphism<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Skeuomorphism adalah ketika elemen digital dirancang agar terlihat seperti replika fisik dari suatu benda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun tidak berfungsi dengan cara yang sama atau harus memiliki fungsi yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Slab Serif Type<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Font Slab Serif adalah cabang dari font serif yang memiliki ciri serif yang tebal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Stem<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stroke vertikal dalam bentuk huruf, dan dapat kita temukan dalam huruf kecil dan huruf besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Stock Photo (Foto Stok)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Foto stok adalah gambar berlisensi yang dapat digunakan oleh desainer sehingga mereka tidak perlu melakukah pemotretan untuk mendapatkan gambar yang mereka butuhkan untuk sebuah proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Stress<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan diagonal atau vertikal dari lebar <em>stroke<\/em> pada keseluruhan huruf.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Stroke<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap tonjolan linier dari sebuah huruf.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Style Guide<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kosakata desain selanjutnya ada <em>style guideline<\/em> yang menentukan standar rangkaian yang tepat untuk pencitraan merek bisnis atau publikasi, mulai dari font, warna, tampilan kartu nama hingga tampilan website.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Swash<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penambahan goresan dekoratif dalam tipografi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Symmetry<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Symmetry mengacu pada keseimbangan dan proporsi yang harmonis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam desain, symmetry digunakan untuk menambah keseimbangan dan menciptakan rasa harmoni dalam sebuah desain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>System Font<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Font utama yang digunakan oleh sistem operasi komputer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/beda-typeface-dan-font\/\"><strong>Perbedaan Typeface dengan Font<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">T<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Terminal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap <em>stroke<\/em> yang tidak berakhir secara serif adalah terminal. Ia bisa jadi lurus atau melengkung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Texture (Tekstur)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tekstur mengacu pada tampilan visual dari sebuah desain. Lengkapnya, menambahkan efek grafik yang banyak dan berlapis ke desain untuk menciptakan tekstur visual. Contohnya: tekstur besi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Thumbnail<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Thumbnail adalah versi mini atau kecil dari sebuah gambar atau video, yang dipakai untuk membantu penyampaian informasi atau pesan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Title<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam istilah desain, title adalah tanda pembeda kecil seperti yang ada pada huruf &#8220;i&#8221; dan huruf &#8220;j&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tofu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tofu dalam desain adalah bahasa gaul yang mengacu pada kotak kecil yang ditampilkan ketika jenis huruf tidak dapat dimuat ke komputer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tracking<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tracking adalah sejumlah spasi pada seluruh kata atau paragraf dan bukan hanya antara dua huruf.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Triadic (Colors)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Triadic colors<\/em> (warna triadik) adalah tiga warna yang tersebar merata di roda warna. Warna yang tersebar secara umum adalah warna primer; merah, kuning dan biru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna triadik ini cenderung tampak lebih hidup daripada warna komplementer atau analog.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Type Classification<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis karakter berdasarkan gaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Type Properties<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengaturan khusus yang memungkinkan karakter masuk ke dalam <em>grid<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Typeface Design<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses dalam membuat kumpulan karakter dalam gaya yang spesifik. Termasuk di dalamnya simbok, numerik, uppercase, dan lowercase.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>TypeSetting<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses meletakkan teks dalam jumlah besar (misalnya, buku, majalah, dll) dan memastikannya dapat terbaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Type Size<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah ukuran dari suatu huruf atau teks, biasanya dalam satuan point atau piksel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Typography<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tipografi adalah seni yang melibatkan pengaturan jenis huruf dalam berbagai kombinasi font, ukuran, dan spasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/apa-itu-dkv\/\"><strong>Apa itu Desain Komunikasi Visual?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">U<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Uppercase<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Uppercase adalah karakter huruf besar yaitu huruf kapital dari alfabet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">V<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Vector<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vector merupakan gambar komputer yang terbuat menggunakan urutan pernyataan matematika yang menempatkan garis dan bentuk dalam ruang dua atau tiga dimensi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Vertex<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Titik bawah di mana dua <em>stroke<\/em> bergabung bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>W<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>White Space<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>White space<\/em> adalah sebuah ruang yang dapat berupa warna, pola, atau tekstur di antara berbagai elemen dalam desain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Widows<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penyusunan huruf, <em>Widows<\/em> adalah baris teks yang dipisahkan dari badan utama paragraf.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya akhir paragraf yang berlanjut ke halaman atau kolom baru atau kebalikannya, awal paragraf yang ada di paling bawah halaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">X<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>X-Height<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">X-Height secara harfiah mengacu pada tinggi huruf kecil x pada jenis font tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teman-teman mungkin bertanya mengapa ketinggian tertentu sangat penting, tetapi <em>X-Height<\/em> memengaruhi proporsi font apa pun dan keterbacaannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum dapat diasumsikan bahwa ketika tinggi x meningkat, maka tingkat keterbacaan meningkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai kesimpulan dan penutup, apakah teman-teman harus mengetahui semuanya? Jawabannya tidak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah Anda harus menghafal semua? Jawabannya juga tidak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang terpenting adalah Anda memahami bagaimana cara membuat desain yang bagus dan juga baik (pesannya tersampaikan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian artikel mengenai daftar istilah desain grafis ini. Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tuliskan pesan Anda di kolom komentar atau hubungi kami di <strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/kontak-kami\/\">halaman kontak ini<\/a><\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang desainer grafis, apakah Anda sudah mengetahui daftar kosakata istilah desain grafis yang ada? Jika belum, mari pelajari bersama!<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2133,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-2130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desain-grafis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2130"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2130\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}