{"id":1828,"date":"2025-05-12T09:03:32","date_gmt":"2025-05-12T09:03:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/?p=1828"},"modified":"2025-05-12T09:05:28","modified_gmt":"2025-05-12T09:05:28","slug":"apa-itu-tipografi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/apa-itu-tipografi\/","title":{"rendered":"Mengenal Tipografi, Jenis, &amp; Sejarah Singkatnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tipografi merupakan sebuah topik yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan desainer grafis hingga pelajar atau para mahasiswa <strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/apa-itu-dkv\/\">DKV (Desain Komunikasi Visual)<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bidang <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/desain-grafis\/\"><strong>desain grafis<\/strong><\/a> tipografi adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari penataan dan pemilihan <em>font<\/em> (huruf) agar dapat sesuai dengan aturan pada suatu ruang dan bertujuan untuk menghasilkan kesan yang telah ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, tipografi sangat berperan penting dalam membantu para pembaca agar tetap nyaman dan menikmati sebuah karya tulis maupun desain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar tidak semakin penasaran, ApriDesain akan mengajak teman-teman untuk membaca artikel pengertian tipografi ini sampai selesai untuk menambah pengetahuan kita bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/font\/\">Wajib Punya! Kumpulan Jenis Font untuk Hasil Desain yang Keren<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Tipografi?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"352\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pengertian-tipografi.png\" alt=\"pengertian tipografi\" class=\"wp-image-2484\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pengertian-tipografi.png 500w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pengertian-tipografi-300x211.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dikutip dari <a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/technology\/typography\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Britannica<\/em><\/a>, pengertian <em>typography<\/em> (tipografi) adalah suatu seni yang melibatkan pengelolaan jenis huruf dalam berbagai kombinasi <em>font<\/em>, ukuran, dan spasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil dari seni ini pada akhirnya akan menghasilkan tampilan huruf yang menarik dan nyaman dibaca oleh mata audiens.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam penerapan tipografi ini, desainer dituntut untuk melakukan pola <em>setting <\/em>antara font, struktur, hingga <em>layout<\/em> (tata letak) yang tepat agar dapat memancing rasa emosi tertentu dan mampu menyalurkan pesan ke si pembaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila kita simpulkan secara sederhana, tipografi adalah sebuah teknik yang mampu membuat teks terasa tampak hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda seorang desainer grafis, maka Anda diwajibkan untuk mempelajari dan menguasai ilmu tipografi ini, apalagi di era digital yang semuanya serba cepat dan mudah diakses.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini banyak bermunculan font baru yang membuat pilihan jenis font semakin beragam bagi para desainer grafis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan oleh sebab itu dapat memudahkan para <em>graphic designer<\/em> (desainer grafis) dalam menemukan font yang sesuai untuk sebuah karya desain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Tipografi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.alt-er.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/what-is-typography.jpg\" alt=\"sejarah tipografi\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah tipografi dimulai ketika ditemukannya sebuah gambar piktogram. Piktogram yang ditemui merupakan gambar sederhana, polanya mirip fisik aslinya dan digunakan dalam penyampaian pesan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bangsa Viking Indian Sioux dan Norwegia merupakan sosok yang menggunakan Piktogram dalam menyampaikan pesan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akan tetapi dikarenakan visual gambarnya menciptakan banyak arti, lalu dikembangkanlah ia sampai akhirnya hadir kesepakatan penggunaan simbol-simbol untuk merefleksikan suatu huruf pada Abad 1300 SM di Mesir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa itu jenis huruf Hieratia berkembang dan lebih dikenal dengan sebutan Hieroglif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari jenis huruf tersebut tipografi bertransformasi dan menjadi awal sejarah bentuk tipografi Demotia yang dapat ditulis dengan pena khusus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu tipografi Demotia ini semakin berkembang mulai dari <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Crete\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Pulau Kreta<\/em><\/a> sampai Yunani, dan semakin menyebar ke segala penjuru Benua Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di masa orang-orang Romawi mendatangi Roma pada abad 8 SM, terjadilah sebuah momen perkembangan tipografi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kala itu Bangsa Romawi belum memiliki suatu sistem penulisan, hingga akhirnya mereka mempelajari sistem tulisan ketika berhasil menduduki Roma.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Etruria merupakan sistem penulisan yang dipakai oleh penduduk asli Italia, dan mereka (Romawi) berhasil mempelajarinya. Kemudian pada akhirnya mereka mampu menyempurnakan sistem tulisan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem penulisan ini sekarang kita kenal dengan sebutan huruf romawi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini di zaman serba digital, tipografi semakin berkembang pesat sampai detik tulisan ini dibuat (30-06-2021).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apalagi teknologi komputer semakin maju, mempelajari dan penggunaan <em>typography<\/em> semakin mudah, Anda bisa memilih jenis font apa saja yang disuka dalam sekali klik di komputer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/font-tipografi\/\">Unduh Gratis 10 Font Tipografi Keren Berikut<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Tipografi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bs-uploads.toptal.io\/blackfish-uploads\/blog\/post\/seo\/og_image_file\/og_image\/15813\/typeface-classification-f1707430870c13c8f86e2b71fa0c7f48.png\" alt=\"fungsi tipografi\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Toptal<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah begitu panjangnya sejarah tipografi di atas, sudah pasti tipografi ini memiliki fungsi tersendiri bukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi tipografi yang paling mudah kita temukan adalah sebagai aturan font agar barisan teks tulisan dapat dibaca dengan mudah dan dimengerti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ilmu tipografi ini berperan penting terhadap kemudahan pembacaan teks dan kemudahan dalam mengidentifikasi penggalan huruf.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan jika teks kalimat ditulis dengan jenis font yang salah atau tidak sesuai? Sudah pasti Anda akan malas membacanya karena membuat mata terasa lebih sakit dan pusing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah dengar istilah Inggris <em>readability<\/em> dan <em>legibility<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Readability<\/em> adalah pengaturan font dan kata-kata untuk membuat konten tertulis mengalir dengan cara yang sederhana dan mudah dibaca..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan <em>Legibility<\/em> adalah mengacu pada seberapa mudah membedakan huruf-huruf dalam pengaturan huruf atau font satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kami rangkum, maka di bawah ini merupakan fungsi tipografi:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Menarik pandangan konsumen atau pelanggan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menciptakan dan menggugah value dan tone pada merek.<\/li>\n\n\n\n<li>Mempermudah audiens dalam membaca.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal-hal di atas juga bisa dikatakan sebagai manfaat yang didapat oleh audiens kita dari tipografi yang kita buat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Tipografi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-resized\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/newenglandrepro.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/BP-Serif-SansSerif-Graphic1-862x518.jpg\" alt=\"serif vs sans serif\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah kenal dengan yang namanya Sans Serif? Serif? Atau Roman? Jika belum, pastikan baca jenis-jenis tipografi di bawah ini ya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/pengertian-iklan\/\">Pahami Definisi Iklan, Jenis dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sans Serif<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk jenis tipografi yang pertama ada Sans Serif, ia termasuk \u201csahabat sejatinya\u201d Serif karena sering dibanding-bandingkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Font dengan karakteristik serif ini tidak memiliki garis lekukan di bagian lengan atau kaki ujung hurufnya, mempunyai tingkat ketebalan yang solid namun tidak terlalu tebal atau tipis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Font Sans Serif biasa digunakan untuk produk-produk digital maupun cetak. Ia memiliki nuansa yang kekinian, modern, efisien, efektif, dan kontemporer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa contoh dari font Sans Serif antara lain: Verdana, Helvetica, Arial, Gotham, Bebas Neue, Lemon Milk, Poppins, hingga Comfortaa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/branding-marketing\/\">Apa Perbedaan Branding dan Marketing?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Serif<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis tipografi yang satu ini tergolong kedalam jenis huruf yang klasik <em>a.k.a<\/em> <em>oldschool<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa dinamakan Serif? Itu dikarenakan ia memiliki lekukan garis tipis pada setiap kaki atau lengan pada ujung hurufnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Font family seperti Vogue, Mermaid, New York, hingga Times New Roman bisa dikatakan tergolong dalam tipografi jenis Serif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kita membaca teks dengan font serif, kesan yang didapatkan antara lain terasa jadul (klasik), formal, dan kaku sepertinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin saat kecil kita terbiasa melihat font ini digunakan pada surat kabar alias koran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Egyptian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Posisi ketiga ada jenis tipografi Egyptian, biasa juga disebut antique, square serif, mechanistic, dan slab serif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merupakan kumpulan jenis huruf yang dapat diidentifikasi oleh bentuknya yang tebal seperti blok atau papan. Ketebalan hurufnya konsisten dan salah satu contoh <em>Egyptian Typography<\/em> adalah Typo Slab-serif, Rockwell, dan Courier.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menggunakan font ini Anda bisa memberikan kesan yang kokoh dan tegas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Script<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya ada Script sebagai jenis tipografi yang juga sudah cukup terkenal. Script dapat dicirikan dengan tampilannya yang menyerupai tulisan sambung menggunakan tangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semacam tulisan kaligrafi yang digoreskan menggunakan pensil, pena, ataupun kuas khusus. Selain ciri di atas, Script typography juga cenderung menampilkan tulisan agak miring ke kanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa contoh font Script antara lain: Hello, Hello Pirates, Aesthetic Violet, Struck Base, Sunshine, Cream Cake, dst.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan <em>typography Script<\/em> Anda mampu memberikan kesan yang indah, cantik, dan personal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Decorative<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang kelima ada jenis tipografi Decorative (Arti: Dekoratif). Typography decorative dikembangkan dengan cara yang cukup bermacam-macam, jadi variasi huruf yang ada sangatlah berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Font ornamental, font display merupakan sebutan lain dari jenis huruf dekoratif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis ini sangat cocok dipakai pada bagian judul (headline \/ title) dan tidak disarankan jika digunakan ke dalam paragraf, karena tingkat readability-nya kurang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa contoh jenis huruf dekoratif antara lain: Secret Nature, Palm Beach, Moon Star, Sketchup, Cotton Cloud, Brightness, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Miscellaneous<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingin kesan yang beda dari biasanya? Maka jenis <em>typography Miscellaneous<\/em> bisa Anda coba. Miscellaneous mempunyai ciri khas tambahan ornamen atau hiasan pada hurufnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ornamen dan hiasan tambahan ini tidak aneh terjadi, karena ia merupakan pengembangan dari jenis tipografi yang telah ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh font Miscellaneous adalah KG Happy, Comic Sans, Fluo Gums, dan seterusnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/pengertian-fungsi-logo\/\">Fungsi Logo bagi Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prinsip-prinsip Tipografi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static-cse.canva.com\/image\/124627\/A-beautifully-illustrated-glossary-of-typographic-terms-you-should-know.png\" alt=\"prinsip tipografi\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Canva<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Typography<\/em> tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya tanpa adanya prinsip-prinsip yang mengatur di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi sebelum membuatnya, ada baiknya kita mempelajari prinsip tipografi ini. Setidaknya terdapat 4 buah prinsip utama dari tipografi, apa saja? Mari cek daftarnya di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <em>Readability<\/em> (Keterbacaan)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Readability adalah ukuran seberapa mudah sebuah teks dibaca oleh audiens. Ini dapat mencakup unsur-unsur kompleksitas, keakraban, dan keterbacaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumus readability biasanya melihat faktor-faktor seperti panjang kalimat, kepadatan suku kata, dan keakraban kata sebagai bagian dari perhitungannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/tren-desain-grafis\/\">Tren Desain Grafis Terbaru<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Legibility<\/em> (Keterbacaan Huruf)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Legibility adalah ukuran seberapa mudah untuk membedakan satu huruf dari yang lain dalam jenis tipografi tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya legibility menjadi perhatian seorang <em>creator typography<\/em>, yang harus dipastikan bahwa setiap individu karakter tidak ambigu dan dapat dibedakan dari yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterbacaan juga tentang memilih jenis huruf yang tepat dengan ukuran yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <em>Clarity<\/em> (Jelas atau Mudah Dipahami)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Clarity adalah sebuah kapasitas huruf yang dipakai dalam sebuah gambar desain, apakah mampu dimengerti, dipahami, dan dibaca oleh audiens yang ditargetkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unsur wajib agar clarity berjalan dengan lancar adalah pemilihan tepat pada warna, hirarki visual, dan tipe huruf, dan seterusnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <em>Visibility<\/em> (Visibilitas)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Visibility adalah kapasitas suatu kata, kalimat, dan huruf dalam sebuah gambar desain mampu terbaca pada rentang jarak tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begini, penggunaan jenis dan ukuran font pada judul brosur pasti akan berbeda dengan penggunaan jenis dan ukuran font pada judul baliho atau spanduk iklan di pinggir jalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap hasil desain haruslah memiliki target jarak membaca. Jadi, pastikan untuk memilih jenis font dan ukuran font yang tepat sesuai tujuannya dan penggunaanya agar desain Anda mampu berkomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Tipografi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"480\" height=\"340\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-1.jpg\" alt=\"contoh tipografi 1\" class=\"wp-image-1832\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-1.jpg 480w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-1-300x213.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Pinterest<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"360\" height=\"509\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-2.jpg\" alt=\"contoh tipografi 2\" class=\"wp-image-1833\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-2.jpg 360w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-2-212x300.jpg 212w\" sizes=\"auto, (max-width: 360px) 100vw, 360px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Graphidesignjunction<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"405\" height=\"338\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-3.jpg\" alt=\"contoh tipografi 3\" class=\"wp-image-1834\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-3.jpg 405w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-3-300x250.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 405px) 100vw, 405px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Graphicmama<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"359\" height=\"506\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-4.jpg\" alt=\"contoh tipografi 4\" class=\"wp-image-1835\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-4.jpg 359w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-4-213x300.jpg 213w\" sizes=\"auto, (max-width: 359px) 100vw, 359px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Pinterest<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"439\" height=\"439\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-5.jpg\" alt=\"contoh tipografi 5\" class=\"wp-image-1836\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-5.jpg 439w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-5-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-5-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 439px) 100vw, 439px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Apkpure<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"423\" height=\"291\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-6.jpeg\" alt=\"contoh tipografi 6\" class=\"wp-image-1837\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-6.jpeg 423w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/contoh-tipografi-6-300x206.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 423px) 100vw, 423px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Decolore<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Penerapan Tipografi pada Desain<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekali lagi kita sama-sama belajar, sebagai sesama pelajar kami ingin membagikan tiga tips penggunaan tipografi ke dalam desain grafis. Apa saja? Simak daftarnya di bawah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Evaluasi Materi Teks<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai seorang desainer grafis profesional, Anda diharuskan fokus, teliti, dan sabar. Kumpulkan semua materi yang diberikan oleh atasan ataupun klien, baik itu materi gambar, teks, dan yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca dengan seksama materi teks tersebut, lalu sortir kalimat tersebut ke dalam bagian-bagian, kemudian pikirkanlah penempatan setiap bagian teks tadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan terburu-buru, biasanya kesalahan yang sering terjadi saat menata tata letak teks adalah karena desainer tidak sabaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harap diingat, sedikit memakan waktu akan lebih baik daripada cepat namun hasil desain buruk dan tidak mampu memberikan pesan yang seharusnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tentukan Warna yang Tepat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu yang kedua, tentukan pilihan warna yang tepat untuk desain. Jangan sampai warna yang Anda pilih tidak kontras, terlalu samar, atau mirip.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan juga memilih warna yang terlalu mencolok, cara menyiasatinya adalah dengan mengkombinasikan warna dasar dengan warna cerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, warna latar dasar putih, teks hitam, elemen lainnya memakai warna cerah (merah, oranye, kuning, biru, dst).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan Anda selalu ingat dengan <em>readability<\/em> (keterbacaan) atau silahkan <em>scroll<\/em> ke atas untuk membaca ulang sesi prinsip tipografi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pengaturan Spasi, White Space, dan Alignment<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah pengaturan spasi, white space, dan alignment. Hal ini dilakukan agar desain yang dibuat tampak rapi, bersih, dan tidak berantakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selalu lakukan testing terlebih dahulu sebelum file desain Anda kirim ke klien ataupun atasan. Jika dirasa kurang rapi, silahkan edit kembali desain Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tolong diingat poin sebelumnya yaitu: fokus, teliti, dan sabar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/beda-typeface-dan-font\/\">Yakin Sudah Tahu Typeface dan Font? Serupa atau Beda?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penutup, sampai juga kita di akhir tulisan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulisan di atas merupakan penjelasan sederhana dan singkat tentang tipografi mulai dari pengertian, sejarah, prinsip, hingga contohnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimana? Apakah informasi di atas sudah menjawab pertanyaan teman-teman?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tulis pesan Anda di kolom komentar, atau jika Anda ingin bekerja sama maupun menjadi sponsor, silakan <strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/kontak-kami\/\">hubungi kami di sini<\/a><\/strong>. Dan follow kami di <em><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/apridesain.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Instagram<\/a><\/em> dan <em><a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@apridesain.id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">TikTok<\/a><\/em> untuk belajar dan menambah wawasan desain bersama-sama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu tipografi? Silakan baca penjelasan selengkapnya tentang pengertian tipografi, jenis tipografi, hingga sejarah singkatnya di artikel ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3146,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desain-grafis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1828"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1828\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}