{"id":1303,"date":"2025-09-14T16:43:58","date_gmt":"2025-09-14T16:43:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/?p=1303"},"modified":"2025-09-15T09:51:54","modified_gmt":"2025-09-15T09:51:54","slug":"apa-itu-anchor-text","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/apa-itu-anchor-text\/","title":{"rendered":"Apa itu Anchor Text? Ini 6 Jenis &amp; Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Anchor text<\/em> (teks jangkar) adalah teks yang dapat diklik, biasanya berwarna biru atau memiliki garis bawah. Kenali apa itu anchor text selengkapnya di ulasan berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Anchor Text?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anchor text adalah teks hyperlink yang digunakan dalam HTML. Ia merupakan teks yang dapat diklik dengan tujuan \/ referensi ke dokumen lain di web.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya, anchor text dapat kita lihat dengan warna biru dan <em>underline<\/em> (garis bawah) untuk membedakannya dari teks biasa (non-hyperlink) di dalam sebuah <em>web page<\/em> (halaman situs).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh cara membuat anchor text:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link <a class=\"rank-math-link\" href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\">ApriDesain.id<\/span><\/a> ini memiliki anchor text &#8220;ApriDesain.id&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kode HTML, teks di atas akan terlihat seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">&lt;a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/\"&gt;ApriDesain.id&lt;\/a&gt;<\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/perbedaan-seo-sem-sea\/\" class=\"rank-math-link\">Perbedaan SEO, SEM, SEA, SMO, SMM, &amp; SMA<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan utama dari teks anchor adalah untuk memberitahu <em>user<\/em> tentang apa isi dari halaman yang ditautkan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika anchor teks yang tampil &#8220;Resep Nasi Goreng&#8221;, maka pembaca akan tahu jika isi halaman dari tautan tersebut adalah tentang resep membuat nasi goreng.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi tidak semuanya harus seperti itu, karena terkadang kita temui teks seperti &#8220;Klik Di sini&#8221; atau &#8220;Click Here&#8221;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-resized\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"553\" src=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/cara-membuat-anchor-text-1024x553.png\" alt=\"contoh anchor text\" class=\"wp-image-1318\" srcset=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/cara-membuat-anchor-text-1024x553.png 1024w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/cara-membuat-anchor-text-300x162.png 300w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/cara-membuat-anchor-text-768x415.png 768w, https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/cara-membuat-anchor-text.png 1042w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a class=\"rank-math-link\" href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/belajar-seo\/\">Belajar SEOuntuk  Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hubungan Anchor Text dengan SEO<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anchor text bisa dikatakan bagian yang tidak bisa dihindari untuk internal link, eksternal link, hingga backlink, jadi ia adalah bagian penting di <em>SEO (Search Engine Optimization)<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, teks ini membantu <em>bot crawler<\/em> (robot perayap) milik Google dalam memahami konteks dan isi dari sebuah web page yang ditautkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila kita menemukan anchor text &#8220;Cara membuat website&#8221;, maka <em>search engine<\/em> (mesin pencari) akan memahami bahwa halaman yang ditautkan tersebut adalah halaman tentang cara pembuatan website.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi dalam beberapa kasus, teman-teman tidak dapat mengontrol anchor text yang mengarah ke <em>website<\/em> (situs web) Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda hanya dapat mengontrol teks anchor saat Anda membangun internal link (tautan internal) di website sendiri atau sedang bekerjasama dengan website lain untuk membuat link dengan anchor text tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Terbaik untuk Optimasi Anchor Text<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harap dicatat, tidak ada yang sangat baik jika dilakukan secara berlebihan. Begitupula dengan <em>over optimize<\/em> (optimasi berlebihan) pada teks anchor ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenapa?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena search engine seperti Google tidak menyukainya dan website Anda bisa saja dikenakan hukuman oleh Google. Salah satu over optimize yang sering dilakukan adalah anchor text pada backlink.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biarkanlah teks jangkar dibuat secara alami jika itu Anda dapatkan dari website lain (backlink). Juga jangan sampai lupa untuk membuat teks jangkar internal secara natural atau tidak terlalu berlebihan dalam satu halaman web.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah beberapa cara optimasi anchor text yang bisa teman-teman terapkan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Jangan berlebihan dalam optimasi seperti memasukkan terlalu banyak keyword (kata kunci).<\/li>\n\n\n\n<li>Hindari penggunaan teks jangkar yang generik seperti &#8220;Klik Di Sini&#8221;.<\/li>\n\n\n\n<li>Buatlah secara natural, jangan coba-coba untuk mengisi kata kunci \/ brand dengan sengaja.<\/li>\n\n\n\n<li>Buatlah teks jangkar yang relevan dengan konten yang Anda buat.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan ia mudah dipahami tentang apa isi halaman yang ditautkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tautkan ke website yang memiliki konten lebih rinci ketimbang ke halaman beranda.<\/li>\n\n\n\n<li>Bedakan teks jangkar dengan teks lainnya pada website maupun konten Anda.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ingin menambahkan teks anchor baru ke artikel yang sudah ada, ada baiknya untuk menambahkan sejumlah konten tambahan yang baru dan <em>fresh<\/em> (segar).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a class=\"rank-math-link\" href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/praktik-seo-buruk-peringkat-tinggi\/\">Penjelasan Google: Kenapa Website dengan Praktik SEO Buruk Dapat Peringkat Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengenal Jenis-jenis Anchor Text<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah beberapa jenis dari teks jangkar yang perlu Anda ketahui sebelum membuatnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Branded Anchor<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika teman-teman menjadikan nama brand (merek) sebagai anchor text, seperti \u201cApriDesain\u201d di tautkan ke halaman beranda website ApriDesain.id.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Naked URL<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis anchor text yang pada dasarnya adalah URL, contoh: &#8220;apridesain.id &#8221; atau &#8220;https:\/\/www.apridesain.id\/&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis ini bisa dibilang tidak terlalu ramah \/ familiar untuk pengguna dan juga tergantung pada konteksnya. Jadi sebaiknya jangan sering-sering menggunakan jenis ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Exact Match<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis yang menggunakan kata kunci percis (sangat cocok), contoh: \u201cbelajar seo\u201d yang mengarah ke konten website tentang belajar seo.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Partial Match<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Partical match adalah jenis anchor text yang mengandung sebagian dari kata kunci, contoh: \u201cbelajar seo pemula lengkap\u201d atau \u201cbelajar seo mulai dari NOL\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <em>Generic<\/em> (Generik)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis teks anchor ini biasanya digunakan untuk halaman download file. Contohnya adalah seperti: Klik Di Sini, Download Di Sini, dst.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. <em>Image<\/em> Anchor (Gambar)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah tahu tentang apa itu alt image?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alt image adalah teks alternatif dari sebuah gambar yang dilampirkan di dalam website.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Search engine sendiri menjadikan alt image tersebut sebagai teks jangkar setiap kali sebuah gambar ditautkan. Jadi penting untuk mengoptimasi alt image pada file gambar yang Anda unggah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Golden rule<\/em> (aturan emas) dalam optimasi anchor text adalah \u201c<em>Keep it Natural!<\/em>\u201d, buatlah senatural mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat beberapa analisis dan penelitian terkait angka atau rentang persentase yang harus dimiliki dari setiap jenis anchor text.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <a href=\"https:\/\/mangools.com\/blog\/seopedia\/anchor-text\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">sumber berikut<\/a>, dalam beberapa kasus, sekitar 50% teks jangkar harus diberi nama merek, sedangkan 50% lainnya merupakan naked URL, exact match dan partial teks, hingga teks jangkar yang generik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Atau bisa kita simpulkan praktik terbaiknya adalah sama persis dengan praktik terbaik untuk pengoptimalan teks tautan yang alami, seperti mendapatkan backlink dari website lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian artikel mengenai teks jangkar, jenis, dan cara optimasinya ini. Apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silakan tuliskan pesan Anda di kolom komentar atau hubungi kami di <strong><a href=\"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/kontak-kami\/\">halaman kontak ini<\/a><\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anchor text (teks jangkar) adalah teks yang dapat diklik, biasanya berwarna biru. Kenali apa itu anchor text selengkapnya di sini!<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1308,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-1303","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1303"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1303\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.apridesain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}