Kenapa Desain Logo & Grafis dianggap Murah

desain logo dianggap murah

Kenapa seorang desainer grafis yang membuat desain logo, dan materi desain lainnya dianggap murah?

Bukan hanya masyarakat awam, tapi juga oleh orang yang telah melek teknologi dan paham bahwa desain itu penting.

Jika Anda seorang desainer grafis, maka kami merasakan hal yang sama.

Jika Anda masyarakat awam, harap dibaca tulisan ini hingga selesai. Agar tidak ada “gesekkan” di antara kita. 😀

Pilih sesi yang Anda sedang cari di bawah:

  1. Definisi Desain Grafis Singkat
  2. Mitos Desainer Grafis
  3. Mengapa Desain Logo & Grafis dianggap Murah
  4. Kesimpulan

Baiklah, langsung saja kita mulai.

Definisi Desain Grafis

definisi desain grafis

Secara singkat dan sederhana, desain grafis adalah skill dalam membuat konten visual yang dapat mengirimkan pesan (berkomunikasi).

Mulai dari hirarki visual, tata letak, hingga pemilihan font. Desainer grafis bukan hanya sekedar membuat bentuk yang ditambahkan tulisan.

Tapi desainer grafis dituntut harus kreatif dalam menampilkan elemen-elemen desain agar pesan tersampaikan dengan jelas dan menari kepada pengguna.

Jadi, kalau Anda melihat papan reklame dengan tampilan visual yang menarik, Anda harus tahu bahwa ada seorang/tim desainer grafis yang bekerja di balik layar.

Ingatlah, mendesain itu tidak mudah, apalagi ketika sedang tidak mood.

Mitos-Mitos Desainer Grafis

Terdapat beberapa anggapan di masyarakat kepada orang-orang yang berprofesi sebagai desainer grafis. Mungkin sudah tidak asing di telinga kita.

Jika dilihat dari sampulnya, masyarakat sepertinya hanya mengetahui sedikit (sangat sedikit) hal-hal yang berkaitan dengan desainer grafis.

Apalagi profesi ini lebih tampil menyenangkan ketimbang tampilan kelelahan fisik ataupun keringatan.

Jadi, apa saja mitos-mitos dari seorang desainer grafis?

Berikut daftar mitosnya.

#1. Desain Grafis itu Mudah, & Cepat

Masyarakat percaya bahwa pekerjaan desain grafis merupakan pekerjaan yang tidak sulit, mudah, & tidak membutuhkan waktu yang lama. Berkali-kali revisi, berpuluh-puluh revisi, atau mungkin ratusan revisi diminta oleh klien dengan alasan yang mereka kira tersebut.

Padahal di balik itu, seorang desainer grafis terus berpikir keras bagaimana menciptakan desain yang apik, kreatif dan sesuai dengan kebutuhan klien.

Tapi apa mau di kata, sang klien terus-terusan minta revisi sampai kuotanya habis, dan akhirnya kembali lagi ke konsep awal.

#2 Desainer Grafis Selalu Salah, Klien Selalu Benar

Disadari atau tidak, mitos ini mungkin sudah tertanam di benak sebagian klien. Padahal belum tentu pihak desainer yang salah, kenapa?

Karena kemungkinan besar dan dapat terjadi adalah karena minimnya komunikasi dan informasi yang diberikan oleh sang klien.

Why always me?…”

#3 Desainer Grafis Bisa Semuanya, Ya Semuanya…

Apa benar seorang desainer grafis bisa semuanya?

Pastinya klien akan menentukan untuk membuat desain begini dan begitu kepada desainer grafis. Dan ya, memang ada desainer grafis yang multi talent.

Tapi tidak semuanya, contoh:

Tidak semua desainer grafis ahli dalam fotografi, jadi tolong jangan memberikan presepsi sendiri, baiknya tanyakan dulu kepada desainernya langsung.

Mengapa Desain Logo & Grafis dianggap Murah

desain logo tidak murah

Sudah menjadi rahasia umum para desainer grafis, bahwa masyarakat masih kurang memperhatikan karya seni, apalagi dalam bentuk digital (non fisik).

Jadi, berikut ini adalah beberapa alasan desain logo & desain grafis dianggap murah bahkan dianggap gratis.

#1 Dianggap Mudah Alias Gampang

Jika memang mudah ataupun gampang, kenapa seorang klien tidak membuatnya sendiri?

Katanya gampang?

Tinggal cari di google, klik, unduh, selesai!

Coba lihat gambar ini

desain logo dianggap murah
Sumber: Keepo.me

Pasti Anda yang seorang pekerja seni akan kesal, kami pun begitu!

Selain keahlian mendesain, desainer logo juga dituntut untuk memiliki kreatifitas dan ide yang tinggi.

Dan ide itu mahal, berpikir itu rumit.

#2 Tidak Mengetahui Prosesnya

Tidak setiap orang mengetahui proses desain logo/grafis. Proses tersebut dilalui dengan banyak mengorbankan waktu, kreatifitas, pikiran, hingga uang.

Contohnya adalah uang yang dikeluarkan dalam mempelajari desain grafis di institusi pendidikan, membeli software desain yang mahal, hingga alat perang (laptop, macbook, dsb).

#3 Dianggap Pekerjaan Sampingan

Mungkin masyarakat berpikir bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan sampingan yang semua orang bisa melakukannya sekaligus dengan pekerjaan utama.

Namun kenyataanya, seorang desainer logo harus berpikir keras bagaimana caranya menemukan ide, bagaiamana cara menciptakan karya desain yang unik, berkualitas, dan timeless untuk kliennya.

Sekali lagi, ide itu mahal dan tidak bisa dilakukan secara bersamaan dengan pekerjaan lainnya.

Saran kami, hargailah waktu dan pikiran (ide) dari seorang desainer logo.

Ingat, “Hargailah orang lain jika Anda ingin dihargai.

Kesimpulan

Saran kami untuk sesama pekerja di bidang desain grafis, Anda harus bisa lebih kreatif lagi dalam memonetisasi skill desain Anda. Cobalah hal-hal baru dan sedikit keluar dari zona nyaman (desain konvensional).

Agar tetap dapat bertahan di tengah persaingan yang kurang sehat dan tetap menghasilkan materi (uang).

Sedangkan untuk Anda yang seorang klien, cobalah hargai desain grafis.

Hargailah keahlian desain grafis seperti Anda menghargai keahlian Anda. Mungkin kami tidak berkeringat, tapi kami memeras pikiran kami.

Menciptakan sebuah karya desain mungkin tidak memakan waktu yang lama, tapi kami memiliki proses belajar yang tidak mudah dan gratis.

Kami banyak mengalami kesalahan dan uji coba sebelum menjadi profesional pada bidang ini.

Bagaimana jika keahlian Anda dianggap murah oleh calon klien Anda? Pasti Anda akan merasakan hal yang sama dengan kami para desainer logo dan grafis.

Sekian dari kami, semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *